Jerman Akan Kirim 30 Juta Dosis Vaksin Corona Tak Terpakai ke Negara Lain

Vaksinasi di Jerman. Foto: Alessia Cocca/Reuters

Laju vaksinasi COVID-19 di Jerman mulai melambat. Hal tersebut bukan karena sedikit orang yang takut disuntik, tapi karena sudah semakin banyak orang yang divaksin.

Saat ini lebih dari setengah penduduk Jerman sudah disuntik vaksin corona setidaknya satu kali. Sementara 62% di antaranya sudah mendapatkan perlindungan penuh dari vaksin.Untuk pertama kalinya sejak program vaksinasi melawan virus corona dijalankan di negara tersebut, pasokan vaksin jauh lebih banyak dari pada permintaan. Antara Juli hingga September 2021, pemerintah Jerman masih akan menerima 100 juta dosis vaksin tambahan.Karena takut akan kadaluarsa, pemerintah Jerman mulai bersiap untuk mendonasikan vaksin-vaksin tersebut. Setidaknya 30 juta dosis vaksin buatan AstraZeneca dan Johnson & Johnson akan dikirimkan pada akhir tahun ini.

Seorang anggota tim vaksinasi memegang botol berisi vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 di panti jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12). Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters

Vaksin-vaksin tersebut tidak akan dikirimkan begitu saja. Sebelum didonasikan, vaksin yang tidak terpakai akan dikembalikan ke fasilitas penyimpanan vaksin milik pemerintah untuk diperiksa kualitas dan tanggal kadaluarsanya.

Sekitar 80% vaksin yang tidak terpakai tersebut akan disumbangkan melalui COVAX, yaitu inisiatif global yang diprakarsai WHO dan organisasi lain yang bertujuan untuk menciptakan akses vaksin COVID-19 yang merata di seluruh dunia. COVAX kemudian akan menentukan negara-negara mana saja yang akan mendapatkan sumbangan vaksin tersebut.Sementara 20% vaksin sisanya akan dikirimkan oleh Jerman ke negara-negara yang mereka pilih sendiri. Tiga negara yang sudah masuk dalam daftar adalah Ukraina, Armenia, dan Namibia.Selain itu, negara-negara Balkan Barat yaitu Albania, Bosnia dan Herzegovina, Kosovo, Montenegro, Macedonia Utara, dan Serbia juga akan mendapatkan tiga juta vaksin.

Laporan: Daniel Chrisendo

Sumber: KUMPARAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *