Optimalisasi Siaran Televisi Digital: Manfaat bagi Masyarakat di Tengah Pandemi

Industri Penyiaran. Foto: Unsplash/Ralph (Ravi) Kayden

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia penyiaran Indonesia tengah ramai membicarakan mengenai peralihan siaran televisi (TV) analog ke TV Digital. Pada tahun 2012, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 5 tahun 2012 tentang standar penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free to air).

Dilansir dari laman resmi Kominfo, siaran televisi digital memiliki kualitas audio dan visual yang lebih jernih jika dibandingkan dengan televisi yang masih menggunakan siaran analog. Perlu digarisbawahi bahwa siaran televisi digital berbeda dengan layanan streaming pada umumnya yang masih menggunakan koneksi internet untuk memperoleh siarannya. Selain itu, siaran televisi digital memberikan pilihan channel yang lebih beragam jika dibandingkan dengan siaran televisi analog.Namun, selain ketersediaan layanan siaran digital, perlu diperhatikan pada bagaimana kemudian tayangan yang disajikan harus menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih lagi, banyak masyarakat yang saat ini lebih memilih untuk menyaksikan tayangan melalui media sosial, khususnya Youtube. Berdasarkan laporan yang dirilis Hootsuite, per Januari 2020 Youtube merupakan platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, yaitu sebesar 88% dari keseluruhan platform media sosial.

Kemudian, dikutip dari Katadata.co.id, Statista Advertising & Media Outlook per September 2020 mencatat bahwa layanan streaming melalui Video on Demmand (VOD) mulai menggeser layanan televisi konvensional. Mereka melaporkan bahwa dibandingkan dengan tahun 2019, pada tahun 2020 layanan streaming mengalami peningkatan 11% yang didukung pertumbuhan dari negara-negara Asia, salah satunya Indonesia dan pendapatan televisi konvensional secara global diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 6%.Sedangkan, Reuters Institute dan YouGov dalam laporan resminya yang berjudul Digital News Report 2021 melaporkan bahwa masyarakat Indonesia (dari total 2.007 responden) dalam memperoleh informasi lebih banyak mengakses media daring (89%) dari pada dengan menonton televisi (58%). Data tersebut menunjukkan bahwa ada pergeseran pola perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi.

Berbagai pihak, terutama pemerintah dan pelaku dalam industri penyiaran tentu perlu menanggapi situasi ini dengan tepat. Salah satu langkah yang dapat diambil ialah dengan meningkatkan kualitas konten dalam setiap tayangannya, sehingga mampu menarik lebih banyak minat masyarakat untuk kembali menonton televisi. Oleh karena itu, dalam pengembangan tayangan televisi, berbagai pihak perlu berkolaborasi untuk melakukan research and development (RnD) mengenai tayangan apa yang sejatinya benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.Misalnya, dalam beberapa waktu terakhir, ada masyarakat yang mengeluhkan karena tidak dapat menyaksikan tayangan olahraga secara gratis melalui televisi, sehingga banyak kemudian yang beralih ke streaming yang pada umumnya berbayar, bahkan ada pula yang berupaya untuk mencari siaran ilegal. Tindakan ini ten mencederai dunia penyiaran dan memberatkan masyarakat, apalagi di tengah pandemi saat ini banyak masyarakat yang ikut terdampak pada kondisi keuangannya.

Kebijakan pemerintah dalam menerapkan kebijakan pembatasan yang mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah sejatinya dapat menjadi momentum untuk mensosialisasikan peralihan siaran analog menjadi siaran digital. Ketika masyarakat baik bagi yang sekolah, maupun bagi yang bekerja lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, tentu potensi mereka untuk menyaksikan siaran televisi menjadi lebih besar.Langkah selanjutnya yaitu perlu untuk memperlebar ruang bagi mereka yang terdampak akibat pandemi, misalnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau pun pelaku ekonomi di bidang pariwisata. Meskipun saat ini mobilitas masih dibatasi, penting untuk memberi ruang promosi yang lebih banyak pada usaha atau bisnis mereka melalui tayangan atau dalam rubrik khusus bagi UMKM maupun pelaku wisata.Seiring dengan peningkatan program vaksinasi, pemerintah lambat laun akan mulai melonggarkan kebijakan, bahkan sebelumnya pemerintah pernah mendorong masyarakat untuk melakukan wisata domestik. Sembari menunggu kebijakan tersebut diterapkan, penting untuk mensosialisasikan produk UMKM maupun terkait kunjungan wisata melalui berbagai tayangan di televisi, dengan tetap mengimbau masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.

Dengan tersebarnya informasi melalui tayangan televisi, harapannya dapat menarik minat masyarakat pada produk UMKM maupun untuk mengunjungi tempat wisata tertentu. Program promosi melalui televisi dinilai dapat lebih maksimal dalam mempengaruhi masyarakat.Dilansir dari rctiads.com, Global Marketing Director Mayora, Ricky Afrianto, menuturkan bahwa pihaknya masih mengunggulkan televisi sebagai media untuk promosi produk makanan maupun minuman. Ia berpendapat bahwasanya target pasar televisi lebih jelas dibandingkan digital, salah satunya dengan mengidentifikasinya berdasarkan program televisi yang dilihat masyarakat.Meskipun penggunaan media sosial untuk media promosi tidak dapat dikesampingkan, namun, memberikan ruang promosi melalui televisi tetap harus dimaksimalkan. Pengemasannya dapat dilakukan dengan cara yang berbeda dengan iklan berbayar pada umumnya, misalnya dalam bentuk feature video pada program berita maupun pada program khusus setiap channel. Program sejenis ini sebenernya telah dilakukan oleh beberapa stasiun tv, namun perlu dioptimalkan dan diperbanyak, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar pula bagi masyarakat.

Lebih lanjut, strategi yang dapat diterapkan ialah dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya milenial untuk mengirimkan karyanya dalam bentuk video kreatif yang selanjutnya dapat ditayangkan melalui televisi. Ini dapat dilakukan dengan melakukan screening dan memberikan penghargaan pada mereka yang karyanya terpilih. Bagi masyarakat tentu ini menjadi kepuasan tersendiri ketika karya mereka dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus dapat memotivasi dan mengasah kreativitas masyarakat dalam membuat konten.Meskipun televisi memiliki program yang terbatas, jika dibandingkan dengan media sosial yang dapat menyediakan informasi beragam tergantung apa yang pengguna tuliskan melalui fitur pencarian, namun, pada konteks tertentu tayangan televisi dapat mencegah dari konten-konten negatif. Meskipun di media sosial memiliki fitur penyaring konten negatif, namun masih banyak dijumpai konten yang bermuatan negatif yang dapat diakses oleh siapa pun. Ini tentu berbeda dengan tayangan televisi yang peredarannya harus memenuhi standar yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Siaran televisi digital yang lebih jernih merupakan manfaat utama bagi masyarakat, apalagi selama ini tayangan televisi telah dipercaya oleh masyarakat. Televisi memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan layanan streaming, karena lebih real-time dan tidak memerlukan koneksi internet. Kehadiran siaran televisi digital membawa angin segar bagi industri penyiaran. Namun, untuk dapat mengoptimalkannya memerlukan kerja sama dari berbagai pihak dalam memberikan tayangan yang menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, peningkatan terjadi tidak hanya pada kualitas gambar maupun suara saja, tetapi juga pada kualitas konten tayangan.Terakhir, tanggung jawab untuk mensosialisasikan televisi digital tidak hanya berada di tangan pemerintah maupun pelaku industri penyiaran saja. Berbagai kalangan seperti akademisi, peneliti, pedagang, siapa pun yang telah memahami konsep siaran televisi digital dapat memberikan edukasi pada masyarakat awam untuk mencegah pemahaman yang keliru mengenai siaran televisi digital, seperti keharusan mengganti televisi yang lama dengan televisi yang baru.

Perlu dipahami bahwa televisi yang lama pun dapat diubah siarannya menjadi digital hanya dengan menambahkan perangkat Set Top Box (STB) yang sudah dapat dibeli di berbagai toko elektronik. Dengan kata lain, sinergi setiap merupakan kunci dalam mengoptimalkan peralihan pada siaran televisi digital.

Sumber: KUMPARAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *