Nasib Perusahaan Gabungan Indosat-Tri Ditentukan Akhir 2021

Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia merger jadi Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison

Perusahaan hasil merger Indosat dan Tri sebentar lagi akan dibentuk setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia yang dilaksanakan 26 November mendatang.

“Sekarang kami dalam proses permintaan izin dari berbagai pihak,” kata Steve Saerang, Senior Vice President (SVP) Corporate Communication Indosat Ooredoo, saat ditemui dalam acara peluncuran 5G Indosat di Makassar, Jumat (19/11). “Setelah Kominfo, kami ke RUPS. Begitu pemegang saham kasih konfirmasi, baru kami akan kasih statement baru lagi.”Tak hanya soal terbentuknya perusahaan, pada RPUSLB itu pula, akan ditentukan talenta yang akan memimpin Indosat Ooredoo Hutchison.Kandidat kuat jajaran direksinya, mencakup Vikram Sinha sebagai CEO dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison. Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, dan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO Tri Indonesia hingga proses merger selesai.

Selanjutnya jika disetujui Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama dan Cliff Woo akan duduk di Dewan Komisaris perusahaan gabungan.

Konferensi Pers Merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia di Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Nasib pelanggan usai merger

Usai merger disetujui, salah satu yang menjadi pertanyaan adalah soal dampaknya bagi pelanggan kedua operator selular ini.Dalam keterangan yang diterima kumparanTECH, kedua perusahaan menjanjikan seluruh pelanggan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia dipastikan tidak akan terkena dampak negatif dari proses merger. Sebaliknya, adanya penggabungan akan berdampak positif bagi pengguna.

Pengguna tidak akan terdampak selama proses integrasi. Layanan yang dinikmati pelanggan akan terus disediakan seperti biasa. – Steve Saerang, Senior Vice President Corporate Communication Indosat –

Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima surat permohonan merger dari Indosat dan Tri pada 20 September 2021. Proses merger akhirnya disetujui pada tanggal 5 November lalu. Penggabungan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan menciptakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan pendapatan tahunan mencapai 3 miliar dolar AS.

Proses merger kedua perusahaan telekomunikasi seluler di Indonesia, sebelumnya pernah dilakukan oleh XL Axiata dan Axis. Pelanggan dari kedua perusahaan tidak terkena dampak teknis secara langsung, namun XL Axiata diminta mengembalikan sejumlah frekuensi kepada pemerintah, mengingat itu adalah sumber daya frekuensi yang terbatas.Direktur Jenderal SDPPI Kominfo, Ismail, menjelaskan untuk memenuhi prinsip penggabungan perusahaan telekomunikasi, kedua operator wajib mengembalikan frekuensi kepada negara sebesar 10 MHz di pita frekuensi 2.1 GHz dengan masa transisi paling lambat satu tahun.

“Perusahaan gabungan ini wajib mengembalikan pita frekuensi radio kepada negara sebesar 5 MHz frequency band data (FBD) atau 2×5 MHz di pita frekuensi 2.1 GHz. Untuk proses pengembalian ini dilakukan paling lama satu tahun dan dapat dimanfaatkan pada masa transisi.

– Ismail, Direktur Jenderal SDPPI Kominfo –

Sumber: KUMPARAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *