AS Khawatirkan Serangan Rusia di Ukraina Jika Dimulai dengan Pengeboman Udara

AS Khawatirkan Serangan Rusia di Ukraina Jika Dimulai dengan Pengeboman Udara
Latihan strategis bersama angkatan bersenjata Federasi Rusia dan Republik Belarus Zapad-2021. Foto: Kementerian Pertahanan Rusia via AP

Amerika Serikat (AS) terus mengantisipasi potensi serangan Rusia kepada Ukraina. Gedung Putih mengatakan, potensi serangan Rusia dapat dimulai dengan pengeboman udara. Warga AS pun didesak untuk segera meninggalkan Ukraina.

“Setiap orang Amerika di Ukraina harus pergi sesegera mungkin, dan dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (11/2) waktu setempat, dikutip dari AFP, Sabtu (12/2).”Jika serangan Rusia di Ukraina berlanjut, kemungkinan akan dimulai dengan pengeboman udara dan serangan rudal yang jelas dapat membunuh warga sipil,” tambahnya.

AS Khawatirkan Serangan Rusia di Ukraina Jika Dimulai dengan Pengeboman Udara (1)
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskow, Rusia, Senin (7/2/2022). Foto: Sputnik/Kremlin via REUTERS

Sullivan mengatakan, Amerika Serikat tak mengetahui apakah Presiden Rusia Vladimir Putin benar-benar telah mengambil keputusan akhir seperti ini. “Rusia akan menyerang Ukraina tetapi tidak tahu apakah Vladimir Putin telah membuat ‘keputusan akhir’,” jelasnya.Menurutnya, Putin mencoba bertindak secara militer. “Cara dia membangun pasukannya dan menempatkan mereka di tempatnya (perbatasan Rusia-Ukraina)… menjelaskan kepada kami bahwa ada kemungkinan yang sangat jelas bahwa Rusia akan memilih untuk bertindak secara militer,” kata Sullivan.

“Pandangan kami adalah bahwa kami tidak percaya dia telah membuat keputusan akhir apa pun, atau kami tidak tahu bahwa dia telah membuat keputusan akhir apa pun,” tambahnya.

AS Khawatirkan Serangan Rusia di Ukraina Jika Dimulai dengan Pengeboman Udara (2)
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang operasi Pasukan Khusus AS di Suriah Utara melawan pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishiz, Kamis (3/2/2022). Foto: Sarah Silbiger/Reuters

Di tengah ketegangan yang terjadi, Presiden AS Joe Biden diharapkan bisa berbicara dengan Putin melalui sambungan telepon. Namun Sullivan tak menjelaskan kapan dan apa yang akan dibahas jika Biden bisa menelepon Putin.

“Saya berharap Presiden Biden akan berbicara melalui telepon dengan Presiden Putin, tetapi saya tidak memiliki apa pun untuk diumumkan kepada Anda sekarang,” jelasnya.Tensi di perbatasan Rusia dan Ukraina menegang akibat pengerahan sekitar 100.000 pasukan Rusia dibantu Belarus ke perbatasan kedua negara sejak November 2021.Hal ini membuat Amerika Serikat dan Barat khawatir adanya potensi invasi oleh Rusia. Ini mengingat pada 2014 silam, Rusia mencaplok Krimea, wilayah yang berlokasi di selatan Ukraina.ADVERTISEMENTPada Desember 2021, konflik memburuk ketika AS dan sekutu-sekutu Barat mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap Moskow jika mereka nekat melakukan invasi.

AS Khawatirkan Serangan Rusia di Ukraina Jika Dimulai dengan Pengeboman Udara (3)
Pasukan di bawah komando Rusia berkumpul sebelum masuk ke truk di dekat pangkalan militer Ukraina yang mereka blokade pada 5 Maret 2014 di Perevalne, Ukraina. Foto: Sean Gallup/Getty Images

Rusia membantah tudingan invasi oleh AS dan Barat. Mereka pun menyerahkan proposal kepada AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).Proposal itu mencakup permintaan agar Ukraina tidak bisa bergabung dengan NATO dan agar NATO menarik mundur pasukannya dari negara-negara Eropa timur.AS dan Barat dikabarkan sudah memberikan respons atas proposal tersebut, namun Rusia menganggap tanggapan mereka tidak cukup menghormati permintaan.Sepanjang 2022 ini, serangkaian pertemuan sudah dilakukan antara Rusia, Ukraina, NATO, dan AS. Namun, belum ada hasil yang dicapai.

sumber https://kumparan.com/kumparannews/as-khawatirkan-serangan-rusia-di-ukraina-jika-dimulai-dengan-pengeboman-udara-1xUK9Z7wVbP/full

Leave a Reply

Your email address will not be published.