Yusril Bicara Tarif Pengacara: Rp 1 M atau Rp 100 M Tak Dilarang, Halal

Konten ini diproduksi oleh kumparan

Yusril Bicara Tarif Pengacara: Rp 1 M atau Rp 100 M Tak Dilarang, Halal
Ketua tim kuasa hukum TKN Yusril Ihza Mahendra selaku pihak terkait menyampaikan keterangan pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Aksi Prof Yusril Ihza Mahendra membela Moeldoko dengan mengajukan gugatan soal AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA), memantik perseteruan dengan elite Demokrat.

Belakangan, seteru itu menyinggung soal tarif sebagai advokat karena Demokrat menuding Yusril menawarkan diri Rp 100 miliar sebagai advokat Demokrat, tapi ditolak. Yusril membantah tuduhan itu.Kepada kumparan, Yusril bercerita dunia advokat memang ada sisi bisnisnya. Soal berapa fee yang dibayarkan klien kepada advokat tidak ada batasannya. Bagi Yusril, hal tersebut tergantung kesepakatan dua pihak antara klien dan advokat.”Jika sepakat prodeo alias gratis, yang disepakati saja gratis. Kalau sepakat harus bayar, ya disepakati saja berapa bayarnya. Mau bayar Rp 1 miliar atau Rp 100 miliar tidak ada yang larang. Asal bayar pajak, semua halalan thayyiban (halal dan baik),” kata Yusril kepada kumparan, Kamis (30/9).

Yusril Bicara Tarif Pengacara: Rp 1 M atau Rp 100 M Tak Dilarang, Halal (1)
Yusril Ihza Mahendra pada saat sidang lanjutan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Ditegaskan Eks Menkumham era Megawati ini, praktik advokat tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan anggapan ‘mungkin hukum bisa dibeli, tetapi tidak untuk keadilan’.

“Kalau jaksa, polisi dan hakim disuap untuk menyelewengkan hukum dan keadilan, memang ada kaitannya. Tetapi bagi advokat yang membela klien dengan benar menurut hukum, hal itu tidak ada kaitannya dengan ‘jual beli’ hukum,” beber Yusril.”Advokat membela perkara di pengadilan. Yang memutus adalah hakim. Advokat tidak bisa dan tidak boleh memberi jaminan kepada klien bahwa perkaranya pasti menang, meski dia mendapat bayaran untuk melakukan pembelaan,” tambah Ketua Umum PBB ini.Lebih lanjut, pendek kata, Yusril mengibaratkan pekerjaan advokat dengan seorang dokter.”Advokat sama seperti dokter yang menjalankan tugas professi. Dia mengoperasi untuk menyelamatkan jiwa pasien. Tapi dia tidak boleh dan tidak bisa menjamin nyawa pasien itu pasti selamat, meski dokter mendapat honorarium dalam menjalankan tugasnya,” tegas Yusril.

Bagaimana dengan tudingan Andi Arief soal bayaran Rp 100 miliar yang diklaim Andi bahwa Yusril pernah menawarkan jasa ke DPP Demokrat kubu AHY, Yusril merespons santai.”Omongan Andi Arief masa ditanggapi. Makin ditanggapi makin jadi. Dijawab benar, orang enggak percaya. Dijawab enggak benar, orang juga enggak percaya. Jadi biarkan saja omongan Andi Arief itu menguap sendiri seperti fatamorgana. Ada atau tidak ada omongan itu, sama saja,” tutup Yusril.

sumber https://kumparan.com/kumparannews/yusril-bicara-tarif-pengacara-rp-1-m-atau-rp-100-m-tak-dilarang-halal-1wd3f0dK6wu/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *