Mengenal Rute LRT Jabodebek yang Keretanya Tabrakan di Munjul

Konten ini diproduksi oleh kumparan

Mengenal Rute LRT Jabodebek yang Keretanya Tabrakan di Munjul
Petugas memeriksa gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta, Senin (25/10). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Tabrakan 2 rangkaian kereta LRT Jabodebek terjadi saat menjalani uji coba di antara Stasiun Harjamukti dan Stasiun Ciracas, Senin (25/10). Tabrakan tersebut terjadi di jalur Munjul, Jakarta Timur persis di samping Jalan Tol Jagorawi. ADVERTISEMENTHingga saat ini, insiden tersebut masih diinvestigasi oleh PT INKA (Persero) dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).Tabrakan ini pertama kali dibenarkan oleh Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. Tim mendapatkan laporan dan permintaan evakuasi atas kejadian ini.”Betul, betul. Jadi di LRT Munjul ya. Damkar kita luncurkan satu unit dari rescue dari sektor Cipayung untuk menset-up lokasi,” kata Kasie Ops Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman, Senin (25/10).

Mengenal Rute LRT Jabodebek yang Keretanya Tabrakan di Munjul (1)
Petugas meninjau kondisi LRT Jabodebek yang tabrakan di Munjul, Jakarta Timur (25/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sesuai Perpres No. 49 Tahun 2017, KAI diberi penugasan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana proyek LRT Jabodebek, mulai dari pembangunan atau pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan aset sarana dan prasarana dengan masa konsesi selama 50 tahun sejak ditandatanganinya berita acara beroperasinya LRT Jabodebek.

Rencananya, LRT Jabodebek akan beroperasi 560 kali perjalanan per hari pada hari kerja dengan headway rata-rata 3 sampai 6 menit.

Jalur LRT Jabodetabek

Untuk lintasan layanan LRT Jabodebek total memiliki panjang 44,43 kilometer yang terbagi dalam 3 lintas pelayanan. Cawang-Cibubur sebagai lintas pelayanan I memiliki panjang lintasan 14,89 kilometer dengan 4 stasiun di dalamnya.Sementara itu lintas pelayanan II adalah Cawang-Dukuh Atas sejauh 11.05 kilometer dengan 8 stasiun. Lintas pelayanan terakhir (III) adalah Cawang-Bekasi Timur sejauh 18,49 kilometer dengan 6 stasiun termasuk di dalamnya stasiun integrasi antara LRT Jabodebek dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung.Untuk mengakomodir kebutuhan mobilisasi masyarakat, KAI menyediakan 18 stasiun pemberhentian LRT Jabodebek yakni Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Beda LRT Jabodebek dengan LRT Jakarta

Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri dari 6 (enam) kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis. LRT Jabodebek diproyeksikan mampu melayani 116 ribu pengguna per hari pada awal masa operasinya dan diharapkan meningkat menjadi 474 ribu pengguna per hari pada 2071.Sedangkan, LRT Jakarta hanya terdiri dari 2 (dua) kereta dengan kapasitas angkut 270 orang dan rata-rata setiap harinya dapat mengangkut sekitar 4.000 penumpang sebelum pandemi COVID-19 melanda Ibu Kota.Untuk rute LRT Jakarta, saat ini hanya bisa melayani penumpang di 6 stasiun, yakni Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, hingga Velodrome sepanjang 5,7 kilometer.

Anggaran LRT Jabodebek Capai 23,45 Triliun, Target Operasi Juli 2022

Anggaran untuk pembangunan prasarana kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) disepakati sebesar Rp 22,8 triliun. Keputusan ini tersebut sesuai dengan addendum perjanjian proyek percepatan LRT Jabodebek.

Pada tanggal 19 Desember 2017, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulkifri mengatakan bahwa anggaran tersebut didapatkan dari berbagai sumber modal dan pinjaman.“Pembiayaan prasarana LRT Jabodebek berasal dari PMN (Penyertaan Modal Negara) ke PT Adhi Karya, PT KAI (Kereta Api Indonesia), dan pinjaman perbankan,” ucapnya.Namun, saat di tengah jalannya proyek pembangunan LRT Jabodebek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah utang Rp 4,2 triliun untuk membiayai pembangunan proyek LRT Jabodebek.Utang baru ini diberikan dalam bentuk sindikasi melalui Penandatanganan Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Kredit Sindikasi oleh 15 bank yang terdiri dari bank BUMN, bank daerah, bank swasta, dan bank asing.Ke-15 lembaga yang memberikan utang ini terdiri Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut, Bank Mega, Bank Permata, Bank BJB, dan Bank Papua.

Dengan tambahan utang baru ini, maka total biaya yang sudah dipinjam KAI sebesar Rp 23,45 triliun. Sebab, pada 2017 lalu KAI meminjam Rp 18,1 triliun untuk kredit investasi dan Rp 1,15 triliun untuk kredit modal kerja dalam proyek ini.Mengenai perkembangan terakhir pembangunan proyek LRT Jabodebek pada 9 Juni 2021, Presiden Jokowi menyatakan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 84 persen. Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan stasiun LRT Jabodebek tepatnya di Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Harjamukti Cibubur pada Rabu (9/6).Dengan perkembangan tersebut, Jokowi menargetkan layanan transportasi ini bisa digunakan masyarakat pada Juni 2022 mendatang.”Kita harapkan di bulan April di 2022 sudah mulai trial, diuji coba dan akan kita mulai untuk operasional Juni 2022,” ujar Jokowi.

sumber https://kumparan.com/kumparannews/mengenal-rute-lrt-jabodebek-yang-keretanya-tabrakan-di-munjul-1wnA3aqE4nQ/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *