Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak

Konten ini diproduksi oleh kumparan

Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak
Warga berjalan dan jogging di sepanjang penghubung taman di Marina Bay East, Singapura. Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP

Seiring dengan tren pandemi corona yang mulai membaik, kewaspadaan harus tetap dijaga. Pasalnya, beberapa negara mulai kembali melaporkan peningkatan kasus infeksi.

Seperti yang terjadi di Singapura. Infeksi COVID-19 meningkat akibat klaster penularan pada interchange bus. Kondisi di Singapura ini menjadi salah satu kabar terkait kondisi corona secara global pada Jumat (19/10). Berikut kumparan merangkum sejumlah kabar tersebut sebagai bahan kewaspadaan bersama untuk semakin menekan laju penularan corona:

Corona di Singapura Naik Akibat Klaster Bus

Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak (1)
Warga yang memakai masker wajah menyeberang jalan di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Singapura. Foto: Caroline Chia/REUTERS

Meningkatnya kasus penularan corona di Singapura, salah satunya karena semakin banyaknya klaster penularan pada interchange bus. Pemerintah Singapura pun terpaksa menutup 8 interchange bus.Sampai 9 September, terdapat 537 kasus terkait dengan kedelapan klaster tersebut. Bahkan ratusan pengemudi bus juga dikabarkan telah terinfeksi corona. Padahal sudah 99% dari pekerja di transportasi umum Singapura memperoleh vaksinasi lengkap.

Kasus positif corona di Negara Singa menyentuh rekor tertinggi sejak awal pandemi sebanyak 5.324 kasus pada Rabu (27/10) lalu. Keterisian ICU pun hampir menyentuh 80 persen.

RI Harus Belajar soal Klaster Bus di Singapura

Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak (2)
Warga berjalan dan jogging di sepanjang penghubung taman di Marina Bay East, Singapura. Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban turut menyorot soal klaster penularan di bus yang terjadi di Singapura. Menurutnya, kondisi ini memperkuat studi terkait penularan corona memang bisa terjadi di ruangan tertutup. “Singapura mengalami klaster besar-besaran dari moda transportasi bus. Ini memperkuat studi-studi yang menyebut bahwa SARS-CoV-2 bisa menular lewat udara di dalam ruang tertutup. Termasuk dari studi JAMA Internal Medicine,” tulisnya melalui Twitter, Jumat (29/10).

Atas kondisi ini, ia mendorong pemerintah Indonesia turut memewaspadainya. Apalagi jelang Nataru, bus-bus diyakini akan dipenuhi masyarakat yang ingin bepergian, meski cuti bersama dihapus.

“Orang yang naik bus ke acara ibadah dengan pasien COVID-19 memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi SARS-CoV-2 daripada orang yang naik bus lain ke acara yang sama,” terangnya.

Malaysia Beli Vaksin Pfizer untuk Anak 5-11 Tahun

Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak (3)
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters

Pemerintah Malaysia berencana membeli vaksin COVID-19 buatan Pfizer-Biontech. Vaksin tersebut akan diberikan ke anak-anak usia 5-11 tahun.Keputusan ini berdasarkan pengumuman yang disampaikan Badan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, yang telah memberikan rekomendasi penggunaan vaksin Pfizer ke anak dengan rentan usia tersebut.Namun Menkes Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan, pemerintah juga membuka opsi penggunaan vaksin lain di samping Pfizer. Salah satu yang masuk pertimbangan adalah vaksin buatan China, Sinovac.

Vaksin Moderna Diklaim Aman Bagi Anak 6-11 Tahun

Kabar Corona Dunia: Lonjakan di Singapura hingga Moderna Diklaim Aman Bagi Anak (4)
Ilustrasi vaksin corona Moderna. Foto: Mike Segar/REUTERS

Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna, mengatakan hasil uji klinis vaksin corona buatannya aman untuk anak usia 6 hingga 11 tahun.

Uji klinis itu melibatkan lebih dari 4.700 anak. Anak-anak itu diberi dua dosis vaksin 50 mikrogram atau setengah dari dosis orang dewasa, dalam selang waktu 28 hari. Hasil awal menunjukkan antibodi yang terbentuk pada anak-anak sama seperti yang terlihat pada orang dewasa, dengan kata lain efektif mencegah COVID-19.Sementara untuk efek samping mulai dari ringan hingga sedang, seperti kelelahan, sakit kepala, demam dan nyeri di area suntikan. Dalam waktu dekat, pihak Moderna berencana menyerahkan hasil uji klinis itu ke Food and Drug Administration (FDA), European Medicines Agency, dan regulator kesehatan lainnya.

sumber https://kumparan.com/kumparannews/kabar-corona-dunia-lonjakan-di-singapura-hingga-moderna-diklaim-aman-bagi-anak-1wog5oPw1K5/full

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *