3 Ibu Kota dan 36 Lokasi di 5 Provinsi di RI Bakal Alami Ekuiluks, Apa Itu?

kumparanSAINS

3 Ibu Kota dan 36 Lokasi di 5 Provinsi di RI Bakal Alami Ekuiluks, Apa Itu?
Ilustrasi Orbit. Foto: Shutterstock/rommma

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) BRIN menyebut tiga ibu kota dan 36 lokasi lain di lima provinsi Indonesia akan mengalami fenomena alam ekuiluks. Peristiwa tersebut berlangsung pada Januari hingga Februari 2022.

Ekuiluks sendiri adalah fenomena astronomi ketika panjang siang hari sama dengan panjang malam hari, yakni 12 jam. Ekuiluks terjadi dua kali setahun, di mana fenomena juga terjadi pada 15 Oktober 2022 hingga 18 November 2022 mendatang.Tanggal terjadi ekuiluks bergantung pada lintang geografis pengamat dan berlangsung selama beberapa hari, pekan, bahkan beberapa bulan sebelum atau setelah ekuinoks terjadi.

Adapun 3 ibu kota yang bakal mengalami ekuiluks adalah:

  • Tanjung Selor (Kalimantan Utara): 27 Januari
  • Medan (Sumatera Utara): 10 Februari
  • Banda Aceh (NAD): 25 Februari

Selain ketiga ibu kota di atas, ekuiluks juga bakal terjadi di 36 kota lain di lima provinsi mulai dari 20 Januari hingga 26 Februari mendatang. Berikut rinciannya:

  • Subulussalam (NAD): 20 Januari
  • Sidikalang (Sumatera Utara): 24 Januari
  • Pulau Subi (Kepri): 28 Januari
  • Pematangsiantar (Sumatera Utara) pada 29 Januari
  • Kisaran (Sumatera Utara): 30 Januari
  • Tanjungbalai (Sumatera Utara): 30 Januari
  • Kepulauan Anambas (Kepri): 31 Januari
  • Kabanjahe (Sumatera Utara): 2 Februari
  • Berastagi (Sumatera): 4 Februari
  • Tapaktuan (Sumatera Utara): 5 Februari
  • Tebingtinggi (Sumatera Utara): 6 Februari
  • Tarakan (Kalimantan Utara): 6 Februari
  • Kutacane (Aceh): 9 Februari
  • Deli Serdang (Sumatera Utara): 9 Februari
  • Tanjungmorawa (Sumatera Utara): 9 Februari
  • Lubukpakam (Sumatera Utara): 9 Februari
  • Binjai (Sumatera Utara): 10 Februari
  • Tahuna (Sulawesi Utara): 10 Februari
  • Blangpidie (Aceh): 12 Februari
  • Stabat (Sumatera Utara): 12 Februari
  • Pulau Natuna (Kepulauan Riau): 13 Februari
  • Pangkalanbrandan (Sumatera Utara): 14 Februari
  • Blangkejeren (Aceh): 14 Februari
  • Melongguane (Sulawesi Utara): 15 Februari
  • Meulaboh (Aceh): 16 Februari
  • Nunukan (Kalimantan Utara): 17 Februari
  • Langsa (Aceh): 18 Februari
  • Takengon (Aceh): 20 Februari
  • Dampulis (Sulawesi Utara): 21 Februari
  • Benermeriah (Aceh): 21 Februari
  • Lhoksumawe (Aceh): 23 Februari
  • Bireuen (Aceh): 23 Februari
  • Sigli (Aceh): 24 Februari
  • Jantho (Aceh): 24 Februari
  • Miangas (Sulawesi Utara): 25 Februari
  • Sabang (Aceh): 26 Februari.

LAPAN menegaskan, ekuiluks hanya fenomena biasa dan tidak berdampak apapun pada kehidupan manusia. Kendati demikian, fenomena ini akan menyebabkan langit akan mulai tampak terang ketika terjadi aram beberapa menit sebelum Matahari terbit maupun terbenam.Aram terjadi akibat pembiasan Matahari oleh atmosfer Bumi sehingga saat Matahari terbenam langit tidak seketika gelap dan menjelang Matahari terbit langit tidak seketika terang.

sumber https://kumparan.com/kumparansains/3-ibu-kota-dan-36-lokasi-di-5-provinsi-di-ri-bakal-alami-ekuiluks-apa-itu-1xN0K0MdVfX/full

Leave a Reply

Your email address will not be published.