<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        

        <title></title>
        
        <link>https://www.topikseru.com/</link>
        <description>Topikseru.com adalah portal berita Indonesia yang menyajikan berita terkini dan terpercaya seputar Nasional, Sumatera Utara, Politik, Hukum, Ekonomi, Olahraga, Internasional, dan Gaya Hidup.
	</description>
        <lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2026 21:31:33 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham Bank Jadi Penopang, Investor Masih Waspada</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 17:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham Bank Jadi Penopang, Investor Masih Waspada]]></title>
            <description><![CDATA[IHSG naik 5,65 ke level 5.278,89 setelah dua hari terkoreksi. Saham perbankan menopang rebound, tetapi risiko pasar masih perlu dicermati.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com</b> - Indeks Harga <a href="https://www.topikseru.com/tag/saham/" target="_self">Saham</a> Gabungan (<a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a>) mengakhiri perdagangan Selasa (20/10/2026) dengan lonjakan 5,65% setelah sempat tertekan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Aksi beli saat harga saham melemah atau bargain hunting menjadi salah satu pendorong pemulihan pasar saham Indonesia.</p><p>[adsense]Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (<a href="https://www.topikseru.com/tag/bei/" target="_self">BEI</a>), <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> ditutup naik 282,28 poin ke level 5.278,89. Sementara itu, indeks saham unggulan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lq45/" target="_self">LQ45</a> melonjak 8,58% atau bertambah 41,89 poin ke posisi 530,35.</p><p>Penguatan tersebut terjadi setelah <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> dibuka melemah, kemudian berbalik ke zona positif hingga penutupan sesi pertama. Tren penguatan berlanjut pada sesi kedua perdagangan.</p><p>[adsense]Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai kenaikan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> lebih mencerminkan technical rebound, yakni pemulihan harga setelah koreksi tajam, dibandingkan dengan perubahan fundamental pasar secara menyeluruh.</p><p>Menurut dia, sebagian investor mulai memburu saham berkapitalisasi besar yang harganya telah terkoreksi cukup dalam selama dua hari perdagangan sebelumnya.</p><p>[adsense]"Namun, ini belum berarti risiko pasar sudah sepenuhnya mereda," ujar Elandry melansir Antara, Selasa (20/10/2026).</p><p>Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kenaikan indeks dalam satu hari belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah berakhir.</p><p>[adsense]Keberlanjutan penguatan masih bergantung pada arus dana investor, perkembangan sentimen global, dan respons regulator terhadap persoalan transparansi pasar modal.</p><p><h3>Semua Sektor Menguat, Transportasi dan Logistik Memimpin</h3>Pemulihan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> pada perdagangan Selasa berlangsung di berbagai sektor. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham tercatat menguat.</p><p>[adsense]Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan penguatan 6,97%. Berikutnya, sektor barang baku naik 6,42%, sedangkan sektor infrastruktur menguat 5,62%.</p><p>Kenaikan lintas sektor menunjukkan bahwa penguatan tidak hanya terjadi pada satu kelompok saham. Meski demikian, luasnya kenaikan pada satu sesi belum otomatis membuktikan bahwa tren pemulihan akan bertahan dalam beberapa hari berikutnya.</p><p>[adsense]Elandry menyoroti saham-saham perbankan berkapitalisasi besar sebagai salah satu penopang utama <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a>. <a href="https://www.topikseru.com/tag/saham/" target="_self">Saham</a> kelompok ini memiliki bobot cukup besar dalam indeks, sehingga pemulihan harganya memberikan kontribusi berarti terhadap kenaikan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a>.</p><p>Menurutnya, investor perlu mencermati apakah penguatan selanjutnya mampu meluas ke lebih banyak saham dan sektor. Jika kenaikan hanya bertumpu pada saham-saham tertentu, daya tahan pemulihan pasar masih perlu diuji.</p><p>[adsense]<h3><a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> Menguat, Risiko Pasar Belum Hilang</h3>Di balik lonjakan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a>, pelaku pasar masih menghadapi sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor.</p><p>Elandry mengatakan investor global cenderung lebih berhati-hati terhadap isu transparansi kepemilikan saham, besaran saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik atau free float, serta kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh <a href="https://www.topikseru.com/tag/msci/" target="_self">MSCI</a>.</p><p>[adsense]<a href="https://www.topikseru.com/tag/msci/" target="_self">MSCI</a> merupakan penyedia indeks global yang menjadi salah satu acuan bagi investor institusi dalam mengalokasikan dana ke berbagai pasar saham. Karena itu, perkembangan penilaian terhadap pasar Indonesia dapat menjadi perhatian pelaku pasar internasional.</p><p>Sebelumnya, <a href="https://www.topikseru.com/tag/bei/" target="_self">BEI</a> juga mengumumkan rencana mengecualikan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a>. Langkah tersebut menjadi salah satu kebijakan yang dicermati investor di tengah upaya meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal.</p><p>[adsense]Meski demikian, penguatan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> pada Selasa tidak dapat langsung dikaitkan sepenuhnya dengan kebijakan tersebut. Elandry menilai kenaikan lebih tepat dipahami sebagai respons jangka pendek setelah tekanan jual yang besar.</p><p>Bagi investor domestik, koreksi harga membuka peluang untuk mengakumulasi saham secara selektif. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan, risiko pasar, dan kemungkinan perubahan sentimen.</p><p>[adsense]<h3>Transaksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/saham/" target="_self">Saham</a> Tembus Rp 26,47 Triliun</h3>Aktivitas perdagangan di <a href="https://www.topikseru.com/tag/bei/" target="_self">BEI</a> berlangsung ramai selama sesi Selasa. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2,47 juta kali, dengan volume perdagangan sebanyak 54,83 miliar saham.</p><p>Nilai transaksi saham secara keseluruhan mencapai Rp 26,47 triliun. Dari saham yang diperdagangkan, sebanyak 694 saham menguat, 111 saham melemah, dan 158 saham tidak mengalami perubahan harga.</p><p>[adsense]Sejumlah saham yang mencatat kenaikan terbesar adalah ATLA, BBSS, PNSE, SHID, dan SOTS. Sementara itu, saham AMMS, LUCY, HBAT, IDEA, dan WIDI masuk dalam kelompok saham dengan penurunan terbesar.</p><p>Dominasi saham yang menguat sejalan dengan perbaikan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> pada hari tersebut. Namun, data satu hari perdagangan tetap perlu dibaca bersama perkembangan volume transaksi, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta arah arus dana investor.</p><p>[adsense]<h3>Bursa Asia Mayoritas Melemah, Sentimen Global Masih Jadi Perhatian</h3>Penguatan tajam <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> berlangsung ketika sejumlah bursa utama Asia justru berakhir di zona merah. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan pasar Indonesia pada Selasa tidak sepenuhnya sejalan dengan mayoritas indeks regional.</p><p>Pada penutupan perdagangan, indeks Nikkei Jepang turun 1,16% ke 64.164,00. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 3,73% ke 5.552,74, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 1,32% ke 23.867,74.</p><p>[adsense]Indeks Strait Times Singapura juga terkoreksi 0,34% ke 5.393,48. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite China menguat tipis 0,12% ke 3.735,37.</p><p>Perbedaan arah tersebut menunjukkan bahwa pergerakan setiap pasar dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal. Karena itu, penguatan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> perlu dianalisis bersama kondisi pasar global, bukan hanya berdasarkan perbandingan dengan indeks regional.</p><p>[adsense]<h3>Reformasi <a href="https://www.topikseru.com/tag/pasar-modal/" target="_self">Pasar Modal</a> Jadi Kunci Kepercayaan Investor</h3>Menurut Elandry, respons pemerintah dan regulator terhadap gejolak pasar serta upaya memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar modal dapat memengaruhi kepercayaan investor dalam jangka panjang.</p><p>Penguatan indeks dalam satu sesi perdagangan belum cukup untuk menjamin masuknya dana secara berkelanjutan. Pasar juga membutuhkan kepastian kebijakan, stabilitas makroekonomi, dan perbaikan arus modal.</p><p>[adsense]&quot;Untuk membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, pasar membutuhkan implementasi reformasi yang konsisten, kepastian kebijakan, stabilitas makroekonomi dan perbaikan capital flow,&quot; ujar Elandry.</p><p>Dengan demikian, lonjakan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ihsg/" target="_self">IHSG</a> sebesar 5,65% menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan jual tajam, tetapi belum dapat dijadikan kepastian bahwa pasar telah kembali stabil.</p><p>[adsense]Investor perlu memantau keberlanjutan kenaikan saham unggulan, perkembangan arus dana asing, tindak lanjut reformasi pasar modal, serta keputusan terkait klasifikasi Indonesia oleh <a href="https://www.topikseru.com/tag/msci/" target="_self">MSCI</a>. Faktor-faktor tersebut akan membantu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai arah pasar saham Indonesia selanjutnya.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/0777d5c17d4066b82ab86dff8a46af6f_ihsg-melejit-565-ke-5278-saham-bank-jadi-penopang-investor-masih-waspada.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/bisnis/57332/ihsg-melejit-565-ke-5278-saham-bank-jadi-penopang-investor-masih-waspada/</link>
            <author><![CDATA[Muchlis]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Airlangga Bantah Ada Program HP Gratis untuk Bansos, Rp 3,8 Triliun Disiapkan untuk Rekening Massal</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 16:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Airlangga Bantah Ada Program HP Gratis untuk Bansos, Rp 3,8 Triliun Disiapkan untuk Rekening Massal]]></title>
            <description><![CDATA[Airlangga menegaskan pemerintah tak pernah membahas HP gratis untuk bansos. Program rekening massal tetap disiapkan dengan anggaran Rp 3,8 t]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com</b> - Pemerintah menegaskan tidak pernah membahas rencana pembagian telepon seluler atau HP gratis kepada masyarakat untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos). Meski demikian, rencana pembukaan rekening bank secara massal tetap masuk dalam agenda pemerintah dan kini menunggu penyelesaian regulasi.</p><p>[adsense]Menteri Koordinator Bidang Perekonomian <a href="https://www.topikseru.com/tag/airlangga-hartarto/" target="_self">Airlangga Hartarto</a> mengatakan, informasi mengenai pembagian HP gratis bukan bagian dari pembahasan pemerintah yang diketahuinya.</p><p>"Enggak. Memang enggak pernah kita bahas (pembagian) HP itu," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (20/10/2026).</p><p>[adsense]Pernyataan tersebut muncul setelah rencana pembagian HP gratis sebelumnya disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo.</p><p>Dalam acara Prasasti Policy Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (13/10/2026), Hashim mengaitkan program tersebut dengan pembukaan rekening massal bagi masyarakat berusia 17 tahun dan penyaluran bantuan sosial.</p><p>[adsense]Namun, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tetap menyiapkan program pembukaan rekening secara massal. Program tersebut dijadwalkan masuk dalam agenda kuartal IV 2026, dengan pelaksanaan menunggu regulasi yang sedang dipersiapkan.</p><p><h3>Program <a href="https://www.topikseru.com/tag/rekening-massal/" target="_self">Rekening Massal</a> Tetap Disiapkan</h3>Airlangga memastikan rencana pembukaan rekening massal tidak dibatalkan. Saat ini, pemerintah masih menyiapkan landasan aturan sebelum program tersebut dijalankan.</p><p>[adsense]"Itu (rekening massal) termasuk dalam program Q IV. Kita lagi siapin regulasinya," ujar Airlangga.</p><p>Dengan demikian, terdapat perbedaan antara informasi mengenai pembagian HP gratis dan program pembukaan rekening yang memang sedang disiapkan pemerintah.</p><p>[adsense]Hingga pernyataan Airlangga disampaikan, pembagian HP gratis untuk mendukung penyaluran bansos disebut tidak pernah dibahas, sedangkan pembukaan rekening massal masih berada dalam tahap persiapan regulasi.</p><p>Kepastian aturan akan menjadi salah satu tahapan penting sebelum pemerintah menjelaskan mekanisme pelaksanaan, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran, serta proses pembukaan rekening.</p><p>[adsense]<h3>Anggaran Rp 3,8 Triliun untuk Pembukaan Rekening</h3>Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun untuk mendukung program penyediaan rekening bank secara massal. Program ini direncanakan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.</p><p>Rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Kebijakan ini juga diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan perbankan.</p><p>[adsense]Jika direalisasikan, pembukaan rekening massal diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. </p><p>Namun, rincian mengenai jumlah penerima, persyaratan peserta, pembagian peran kedua bank, dan mekanisme penggunaan anggaran masih perlu menunggu penjelasan resmi lebih lanjut.</p><p>[adsense]Anggaran Rp 3,8 triliun tersebut perlu dipahami sebagai anggaran yang disiapkan untuk program rekening massal, bukan sebagai anggaran pembagian HP gratis.</p><p>Hal ini penting agar masyarakat tidak mencampuradukkan dua informasi yang berbeda.</p><p>[adsense]<h3>Mengapa Rekening Bank Dikaitkan dengan Penyaluran <a href="https://www.topikseru.com/tag/bansos/" target="_self">Bansos</a>?</h3>Kepemilikan rekening dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.</p><p>Dalam konteks bantuan sosial, rekening juga dapat mendukung penyaluran dana melalui sistem perbankan, sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.</p><p>[adsense]Meski demikian, pembukaan rekening massal tidak otomatis berarti seluruh bantuan sosial akan disalurkan melalui skema baru yang sama.</p><p>Mekanisme penyaluran, kelompok penerima, serta persyaratan administrasi tetap bergantung pada ketentuan resmi masing-masing program.</p><p>[adsense]Karena itu, masyarakat perlu menunggu pengumuman pemerintah mengenai tata cara pembukaan rekening dan hubungannya dengan program bansos.</p><p>Informasi resmi juga dibutuhkan untuk memastikan apakah ada persyaratan khusus bagi warga berusia 17 tahun maupun kelompok masyarakat lainnya.</p><p>[adsense]<h3>Regulasi Jadi Tahap Penting Sebelum Program Berjalan</h3>Masuknya program rekening massal dalam agenda kuartal IV 2026 menunjukkan pemerintah masih menyiapkan tahapan administratif sebelum pelaksanaan. Regulasi diperlukan untuk memperjelas mekanisme, sasaran, dan tanggung jawab pihak yang terlibat.</p><p>Bagi masyarakat, informasi yang paling penting untuk dipantau adalah jadwal resmi pembukaan rekening, bank pelaksana, persyaratan administrasi, serta apakah peserta perlu melakukan pendaftaran secara mandiri.</p><p>[adsense]Sampai ada pengumuman resmi, masyarakat sebaiknya tidak menganggap pembagian HP gratis sebagai program pemerintah yang telah ditetapkan.</p><p>Pemerintah melalui Airlangga justru menegaskan bahwa rencana tersebut tidak pernah dibahas, sementara program rekening massal masih menunggu regulasi.</p><p>[adsense]Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penerbitan aturan dan penjelasan teknis dari pemerintah maupun bank yang ditunjuk.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/202cb962ac59075b964b07152d234b70_airlangga-bantah-ada-program-hp-gratis-untuk-bansos-rp-38-triliun-disiapkan-untuk-rekening-massal.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/nasional/57331/airlangga-bantah-ada-program-hp-gratis-untuk-bansos-rp-38-triliun-disiapkan-untuk-rekening-massal/</link>
            <author><![CDATA[Muchlis]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Prabowo Hadiri Persemayaman Subagyo H.S., Mantan KSAD Era Tiga Presiden</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 16:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Prabowo Hadiri Persemayaman Subagyo H.S., Mantan KSAD Era Tiga Presiden]]></title>
            <description><![CDATA[Presiden Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada Subagyo H.S., mantan KSAD yang bertugas pada masa Soeharto, Habibie, dan Gus Dur.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com</b> - Presiden <a href="https://www.topikseru.com/tag/prabowo-subianto/" target="_self">Prabowo Subianto</a> menyampaikan penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo di Markas Besar TNI Angkatan Darat (<a href="https://www.topikseru.com/tag/mabesad/" target="_self">Mabesad</a>), Jakarta, Selasa (20/10/2026). Kehadiran Prabowo menjadi bentuk penghormatan negara kepada salah satu tokoh senior TNI Angkatan Darat yang memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian militer dan pemerintahan.</p><p>[adsense]Setibanya di <a href="https://www.topikseru.com/tag/mabesad/" target="_self">Mabesad</a>, Prabowo disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Tandyo Budi Revita.</p><p>Presiden kemudian menuju ruang persemayaman untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Dalam suasana khidmat, Prabowo mendekati jenazah dan memanjatkan doa sebelum menemui keluarga yang ditinggalkan.</p><p>[adsense]Prabowo menyalami anggota keluarga inti almarhum satu per satu sebagai ungkapan belasungkawa. Presiden juga menyampaikan salam kepada para pelayat, termasuk pejabat dan tokoh yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.</p><p>Setelah itu, Prabowo duduk bersama para pelayat. Di antara tokoh yang hadir ialah Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto.</p><p>[adsense]Usai mengikuti prosesi di ruang persemayaman, Presiden menuju ruang tunggu untuk mengikuti rangkaian acara berikutnya. Jenazah almarhum kemudian diturunkan untuk melanjutkan prosesi penghormatan terakhir.</p><p><h3><a href="https://www.topikseru.com/tag/subagyo-h-s-/" target="_self">Subagyo H.S.</a>, Mantan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ksad/" target="_self">KSAD</a> yang Bertugas pada Masa Tiga Presiden</h3>Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo merupakan salah satu perwira senior TNI Angkatan Darat yang pernah menduduki sejumlah posisi penting dalam institusi militer.</p><p>[adsense]Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1970 tersebut pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen <a href="https://www.topikseru.com/tag/kopassus/" target="_self">Kopassus</a>) pada 1994 - 1995.</p><p>Kariernya berlanjut hingga posisi Kepala Staf Angkatan Darat (<a href="https://www.topikseru.com/tag/ksad/" target="_self">KSAD</a>), yang diembannya sejak Februari 1998 sampai November 1999.</p><p>[adsense]Masa kepemimpinan tersebut berlangsung di tengah periode perubahan politik nasional setelah berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto.</p><p>Dalam perjalanan tugasnya sebagai <a href="https://www.topikseru.com/tag/ksad/" target="_self">KSAD</a>, Subagyo menjalankan tanggung jawab pada masa tiga presiden, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid.</p><p>[adsense]Perjalanan karier itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh militer yang mengemban jabatan strategis di tengah pergantian kepemimpinan nasional pada akhir 1990-an.</p><p><h3>Pernah Menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden</h3>Pengabdian Subagyo tidak berhenti setelah menjalani karier di lingkungan militer. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019.</p><p>[adsense]Jabatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di ranah pemerintahan setelah melewati puluhan tahun bertugas di TNI Angkatan Darat.</p><p>Pengalaman di lingkungan militer dan pemerintahan menjadikan Subagyo salah satu tokoh senior yang memiliki rekam jejak lintas periode kepemimpinan nasional.</p><p>[adsense]Kehadiran sejumlah pejabat negara dalam prosesi persemayaman mencerminkan penghormatan kepada almarhum atas perjalanan pengabdiannya. Namun, penghormatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang peran para perwira senior dalam perjalanan institusi TNI.</p><p><h3><a href="https://www.topikseru.com/tag/subagyo-h-s-/" target="_self">Subagyo H.S.</a> Wafat di Yogyakarta pada 19 Oktober 2026</h3>Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Senin (19/10/2026) pukul 16.20 WIB.</p><p>[adsense]Kepergiannya mengakhiri perjalanan panjang seorang prajurit yang pernah menduduki posisi strategis di TNI Angkatan Darat dan kemudian melanjutkan pengabdian melalui lembaga pemerintahan.</p><p>Prosesi persemayaman di <a href="https://www.topikseru.com/tag/mabesad/" target="_self">Mabesad</a> menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum sebelum jenazah melanjutkan prosesi berikutnya.</p><p>[adsense]Kehadiran Presiden Prabowo, jajaran pimpinan TNI, pejabat pertahanan, dan tokoh nasional dalam prosesi tersebut menandai penghormatan terhadap dedikasi <a href="https://www.topikseru.com/tag/subagyo-h-s-/" target="_self">Subagyo H.S.</a> kepada negara.</p><p>Bagi institusi TNI Angkatan Darat, rekam jejak almarhum sebagai mantan Danjen <a href="https://www.topikseru.com/tag/kopassus/" target="_self">Kopassus</a> dan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ksad/" target="_self">KSAD</a> merupakan bagian dari sejarah kepemimpinan militer Indonesia, khususnya pada masa transisi politik nasional di penghujung 1990-an.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/a597e50502f5ff68e3e25b9114205d4a_prabowo-hadiri-persemayaman-subagyo-hs-mantan-ksad-era-tiga-presiden.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/nasional/57330/prabowo-hadiri-persemayaman-subagyo-hs-mantan-ksad-era-tiga-presiden/</link>
            <author><![CDATA[Muchlis]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monas? Ini Fakta Aksi di Bundaran HI</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 16:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monas? Ini Fakta Aksi di Bundaran HI]]></title>
            <description><![CDATA[Enam aktivis Greenpeace dievakuasi dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Polisi mendalami kronologi aksi melalui rekaman CCTV.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com</b> - Aksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Indonesia di jantung Ibu Kota berakhir dengan evakuasi enam aktivis setelah mereka membentangkan spanduk besar dari atas Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), <a href="https://www.topikseru.com/tag/jakarta-pusat/" target="_self">Jakarta Pusat</a>, Selasa (20/10/2026).</p><p>[adsense]Keenam aktivis tersebut terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki. Mereka membentangkan spanduk pada pukul 06.05 hingga 06.15 WIB. Pesan yang dibawa berkaitan dengan dampak bencana, biaya hidup, dan seruan agar krisis iklim mendapat penanganan serius.</p><p>Proses evakuasi dilakukan oleh aparat kepolisian bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Petugas memastikan seluruh aktivis berhasil diturunkan dari monumen tanpa ada yang tertinggal di bagian atas.</p><p>[adsense]Kapolres Metro <a href="https://www.topikseru.com/tag/jakarta-pusat/" target="_self">Jakarta Pusat</a> Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan keselamatan para aktivis menjadi prioritas selama proses evakuasi berlangsung.</p><p>Menurut Reynold, salah seorang aktivis perempuan terlihat lemas ketika turun dari monumen. Petugas kemudian membawanya menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di klinik Biddokkes Polda Metro Jaya.</p><p>[adsense]"Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang," ujar Reynold di Jakarta.</p><p><h3>Enam Aktivis <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Dievakuasi, Enam Ambulans Disiagakan</h3>Evakuasi melibatkan personel Polres Metro <a href="https://www.topikseru.com/tag/jakarta-pusat/" target="_self">Jakarta Pusat</a>, Kodim 0501 <a href="https://www.topikseru.com/tag/jakarta-pusat/" target="_self">Jakarta Pusat</a>, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) <a href="https://www.topikseru.com/tag/jakarta-pusat/" target="_self">Jakarta Pusat</a>.</p><p>[adsense]Untuk mendukung proses tersebut, kepolisian juga menyiagakan enam ambulans. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kebutuhan pertolongan medis selama petugas mengevakuasi para aktivis dari bagian atas monumen.</p><p>Pihak kepolisian menyatakan seluruh aktivis berhasil dievakuasi. Adapun aktivis yang terlihat lemas langsung dibawa untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.</p><p>[adsense]Meski aksi berlangsung relatif singkat, posisi spanduk yang dibentangkan dari bagian atas Monumen Selamat Datang hingga area kolam membuat petugas harus memperhatikan aspek keselamatan dalam proses penurunan.</p><p>Belum ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang disampaikan mengenai kondisi medis terbaru aktivis perempuan tersebut.</p><p>[adsense]<h3>Spanduk <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Soroti Bencana dan <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">Krisis Iklim</a></h3>Sebelum dievakuasi, sejumlah aktivis <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang dan memasang spanduk berukuran besar dengan latar kuning.</p><p>Spanduk itu membentang dari bagian atas monumen hingga area kolam. Pesan yang disampaikan menyoroti dampak bencana, meningkatnya beban biaya hidup, serta seruan untuk menangani krisis iklim.</p><p>[adsense]Aksi tersebut membawa isu lingkungan ke salah satu kawasan paling dikenal di Jakarta. Namun, selain pesan yang ingin disampaikan, cara penyampaian aspirasi di atas monumen juga memunculkan persoalan terkait keselamatan dan perlindungan bangunan berstatus cagar budaya.</p><p>Kepolisian menyatakan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kendati demikian, aparat mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi tetap perlu mempertimbangkan ketertiban, keselamatan, dan ketentuan yang berlaku.</p><p>[adsense]<h3>Polisi Dalami Cara Aktivis Memanjat Monumen</h3>Kepolisian belum berhenti pada proses evakuasi. Reynold mengatakan pihaknya akan mendalami bagaimana para aktivis bisa mencapai bagian atas Monumen Selamat Datang.</p><p>Pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV akan dilakukan untuk mengetahui waktu dan proses mereka memanjat monumen tersebut.</p><p>[adsense]Pendalaman ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kronologi kejadian. Namun, hasil pemeriksaan dan kesimpulan mengenai kemungkinan pelanggaran belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.</p><p>Karena itu, proses pendalaman tersebut perlu dibedakan dari penetapan adanya pelanggaran atau kesalahan hukum. Informasi mengenai tindak lanjut terhadap para aktivis masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut.</p><p>[adsense]<h3><a href="https://www.topikseru.com/tag/bundaran-hi/" target="_self">Bundaran HI</a> Berstatus Struktur <a href="https://www.topikseru.com/tag/cagar-budaya/" target="_self">Cagar Budaya</a></h3>Di balik aksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a>, terdapat aspek perlindungan terhadap Monumen Selamat Datang dan kawasan <a href="https://www.topikseru.com/tag/bundaran-hi/" target="_self">Bundaran HI</a>.</p><p>Reynold menjelaskan bahwa <a href="https://www.topikseru.com/tag/bundaran-hi/" target="_self">Bundaran HI</a> telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024.</p><p>[adsense]Perlindungan terhadap cagar budaya juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang <a href="https://www.topikseru.com/tag/cagar-budaya/" target="_self">Cagar Budaya</a>.</p><p>Status tersebut menjadi salah satu alasan kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi merusak atau membahayakan keberadaan cagar budaya.</p><p>[adsense]Di sisi lain, hak menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Kepolisian menyatakan tetap menghormati hak tersebut, sembari mengingatkan agar pelaksanaannya memperhatikan keselamatan dan ketertiban.</p><p>"Kami mengimbau kepada saudara-saudara kami yang akan menyampaikan pendapat agar tidak mencederai perjuangan dalam ekspresi ataupun penyampaian pendapat di muka umum," kata Reynold.</p><p>[adsense]<h3>Kebebasan Berekspresi dan Keselamatan Jadi Sorotan</h3>Evakuasi enam aktivis <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> dari Monumen Selamat Datang memperlihatkan adanya sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam penyampaian aspirasi di ruang publik.</p><p>Pesan mengenai bencana dan krisis iklim menjadi inti aksi yang dilakukan <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a>. Namun, penggunaan monumen sebagai lokasi aksi juga membawa risiko keselamatan bagi peserta maupun petugas, sekaligus menimbulkan perhatian terhadap perlindungan cagar budaya.</p><p>[adsense]Kepolisian menyatakan mengutamakan keselamatan seluruh aktivis dan akan mendalami kronologi mereka mencapai bagian atas monumen.</p><p>Perkembangan selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan CCTV serta keterangan resmi dari pihak terkait. Hingga informasi yang tersedia, seluruh aktivis telah berhasil dievakuasi, sedangkan proses pendalaman mengenai cara mereka memanjat monumen masih akan dilakukan.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/a2557a7b2e94197ff767970b67041697_enam-aktivis-greenpeace-dievakuasi-dari-monas-ini-fakta-aksi-di-bundaran-hi.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/nasional/57329/enam-aktivis-greenpeace-dievakuasi-dari-monas-ini-fakta-aksi-di-bundaran-hi/</link>
            <author><![CDATA[Muchlis]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Agnez Mo Kembali Dipanggil ke Pengadilan, Gugatan Kelima Ari Bias soal Lagu Bilang Saja Disidangkan</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 15:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Agnez Mo Kembali Dipanggil ke Pengadilan, Gugatan Kelima Ari Bias soal Lagu Bilang Saja Disidangkan]]></title>
            <description><![CDATA[Agnez Mo kembali terseret dalam sengketa hak cipta lagu Bilang Saja. Ari Bias mengajukan gugatan kelima ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Penyanyi <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> kembali menjadi sorotan setelah namanya tercantum dalam gugatan terbaru terkait hak cipta lagu Bilang Saja. Pencipta lagu tersebut, <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a>, kembali membawa persoalan ini ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.</p><p>[adsense]Sidang perdana gugatan kelima itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pemanggilan dilakukan terhadap seluruh pihak yang tercantum dalam perkara, termasuk <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> yang berstatus sebagai turut tergugat.</p><p>Informasi pendaftaran gugatan tersebut telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Firman Akbar. Perkara ini terdaftar dengan nomor 118/Pdt.Sus HKI/Cipta/2026/PN Niaga Jkt.Pst.</p><p>[adsense]<b>Persoalkan Penggunaan Lagu dalam Tiga Konser</b></p><p>Gugatan terbaru <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> masih berkaitan dengan hak ekonomi pencipta atas lagu Bilang Saja. Dalam dalilnya, <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> mempersoalkan penggunaan lagu tersebut dalam tiga pertunjukan musik komersial pada Mei 2023.</p><p>[adsense]Ketiga pertunjukan itu berlangsung di W Superclub Surabaya pada 25 Mei 2023, The H Club SCBD Jakarta pada 26 Mei 2023, serta W Superclub Bandung pada 27 Mei 2023.</p><p><a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> mendalilkan lagu ciptaannya dipertunjukkan tanpa izin darinya sebagai pencipta. Namun, dalil tersebut merupakan klaim penggugat yang masih harus diperiksa dalam proses persidangan.</p><p>[adsense]Dalam perkara kali ini, PT Aneka Suara Bintang menjadi pihak tergugat. Sementara itu, <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> bersama sejumlah perusahaan penyelenggara pertunjukan dan lembaga pengelola hak cipta tercantum sebagai turut tergugat.</p><p><b>Sudah Lima Kali Mengajukan Gugatan</b></p><p>[adsense]Sengketa hak cipta lagu Bilang Saja antara <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> dan pihak-pihak terkait telah melalui beberapa proses hukum. Gugatan terbaru ini menjadi gugatan kelima yang diajukan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> dalam rangkaian perkara tersebut.</p><p>Dilansir dari ANTARA, gugatan pertama <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> dinyatakan tidak dapat diterima pada tingkat kasasi. Setelah itu, ia kembali mengajukan gugatan lain. Dua gugatan berikutnya dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sedangkan satu gugatan lainnya dicabut.</p><p>[adsense]Kini, perkara kembali berlanjut melalui gugatan baru yang melibatkan sejumlah pihak berbeda dalam kedudukan hukumnya.</p><p><b>Menunggu Perkembangan Persidangan</b></p><p>[adsense]Pemanggilan <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> dalam perkara terbaru ini kembali menarik perhatian terhadap persoalan hak cipta dan hak ekonomi pencipta lagu di industri musik Indonesia.</p><p>Meski demikian, status <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> sebagai turut tergugat perlu dibedakan dari posisi tergugat utama dalam perkara ini. Pokok gugatan dan dalil yang diajukan <a href="https://www.topikseru.com/tag/ari-bias/" target="_self">Ari Bias</a> tetap harus dinilai melalui proses hukum.</p><p>[adsense]Sidang perdana dijadwalkan pada 20 Oktober 2026. Hingga informasi yang tersedia sebelum persidangan, belum ada keterangan terverifikasi mengenai kehadiran <a href="https://www.topikseru.com/tag/agnez-mo/" target="_self">Agnez Mo</a> maupun hasil sidang hari ini.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/3644a684f98ea8fe223c713b77189a77_img_0376.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/entertainment/57328/agnez-mo-kembali-dipanggil-ke-pengadilan-gugatan-kelima-ari-bias-soal-lagu-bilang-saja-disidangkan/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aek Sipitu Dai Punya Tujuh Pancuran, Benarkah Setiap Sumber Airnya Berbeda Rasa?</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 14:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aek Sipitu Dai Punya Tujuh Pancuran, Benarkah Setiap Sumber Airnya Berbeda Rasa?]]></title>
            <description><![CDATA[Aek Sipitu Dai di Samosir dikenal punya tujuh pancuran dengan rasa air berbeda. Benarkah demikian? Ini cerita dan fakta di balik keunikannya]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Bayangkan menemukan <a href="https://www.topikseru.com/tag/tujuh-pancuran/" target="_self">tujuh pancuran</a> air yang masing-masing dipercaya memiliki rasa berbeda di satu kawasan mata air. Keunikan inilah yang membuat <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> di Kabupaten <a href="https://www.topikseru.com/tag/samosir/" target="_self">Samosir</a>, <a href="https://www.topikseru.com/tag/sumatera-utara/" target="_self">Sumatera Utara</a>, menarik untuk diulik.</p>[adsense]<p><a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> berada di Desa Limbong, Kecamatan Sianjur Mula-mula, tidak jauh dari kawasan Gunung Pusuk Buhit. Tempat ini bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi sebagian masyarakat Batak.</p><p>Nama <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> sendiri merujuk pada air dengan tujuh rasa. Masing-masing pancuran memiliki cerita dan fungsi tersendiri dalam kepercayaan masyarakat setempat.</p>[adsense]<p>Namun, benarkah ke<a href="https://www.topikseru.com/tag/tujuh-pancuran/" target="_self">tujuh pancuran</a> tersebut benar-benar memiliki rasa berbeda? Berikut fakta yang menarik untuk diketahui.</p><p><b>Tujuh Pancuran dengan Cerita Berbeda</b></p>[adsense]<p><a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> dikenal memiliki <a href="https://www.topikseru.com/tag/tujuh-pancuran/" target="_self">tujuh pancuran</a> yang secara tradisional dikaitkan dengan kelompok masyarakat dan kebutuhan tertentu.</p><p>Berdasarkan kisah yang dihimpun Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), setiap pancuran memiliki nama dan makna tersendiri. Ada pancuran yang dikaitkan dengan bayi, perempuan yang belum menemukan pasangan, keluarga yang mengharapkan keturunan, hingga kelompok pemimpin dan menantu laki-laki.</p>[adsense]<p>Pembagian tersebut menunjukkan bahwa <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> bukan sekadar tempat mengambil air. Keberadaannya juga berkaitan dengan tradisi, doa, serta kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p><p>Sebagian pengunjung datang untuk melihat mata airnya, sementara yang lain berziarah atau menjalankan tradisi sesuai keyakinan masing-masing.</p>[adsense]<p><b>Benarkah Airnya Memiliki Tujuh Rasa?</b></p><p>Daya tarik utama <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> terletak pada cerita bahwa setiap pancuran mempunyai rasa berbeda. Dalam berbagai laporan perjalanan, rasa air yang disebutkan antara lain asin, asam, pahit, dan tawar, serta sensasi lain yang dirasakan saat mencicipinya.</p>[adsense]<p>Dilansir dari detikTravel pada 9 Agustus 2025 juga mencatat pengalaman mencicipi air dari beberapa pancuran yang menunjukkan perbedaan rasa. Namun, pengalaman tersebut merupakan pengamatan langsung saat kunjungan, bukan hasil pengujian laboratorium terhadap seluruh sumber air.</p><p>Sementara itu, sebuah penelitian yang terbit pada Juni 2026 mengenai <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> mencatat keterangan bahwa saat ini tidak semua pancuran lagi memiliki tujuh rasa yang berbeda. Berdasarkan keterangan yang dihimpun peneliti, rasa yang masih dapat dirasakan antara lain asam, pahit, dan asin.</p>[adsense]<p>Perbedaan laporan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman rasa air dapat bervariasi. Akan tetapi, belum cukup bukti untuk memastikan penyebabnya atau menyimpulkan bahwa ke<a href="https://www.topikseru.com/tag/tujuh-pancuran/" target="_self">tujuh pancuran</a> memiliki komposisi kimia yang berbeda.</p><p>Untuk menjawabnya secara ilmiah, air dari setiap pancuran perlu diuji secara terpisah. Pengujian dapat mencakup tingkat keasaman (pH), kandungan mineral, dan zat terlarut yang mungkin memengaruhi rasa.</p>[adsense]<p>Dengan demikian, cerita tujuh rasa menjadi bagian dari keunikan <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a>, tetapi penjelasan ilmiah mengenai perbedaan rasa airnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.</p><p><b>Dekat dengan Pusuk Buhit dan Legenda Leluhur Batak</b></p>[adsense]<p><a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> juga memiliki hubungan erat dengan cerita leluhur Batak. Lokasinya yang berada di kawasan Sianjur Mula-mula, dekat Gunung Pusuk Buhit, membuat tempat ini dikaitkan dengan kisah asal-usul masyarakat Batak.</p><p>Dalam tradisi setempat, mata air tersebut dihubungkan dengan Guru Tatea Bulan, yang dikenal dalam silsilah dan legenda leluhur Batak.</p>[adsense]<p>Cerita yang berkembang di masyarakat turut memperkuat kedudukan <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> sebagai tempat yang memiliki nilai sakral. Namun, kisah tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat, bukan otomatis sebagai fakta sejarah yang telah dibuktikan secara arkeologis.</p><p>Nilai budaya inilah yang membuat <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> memiliki daya tarik berbeda dibandingkan mata air biasa.</p>[adsense]<p><b>Dipercaya Membawa Berkah, tetapi Bukan Pengganti Pengobatan</b></p><p>Sebagian masyarakat meyakini air <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> berkaitan dengan doa, kesehatan, rezeki, dan harapan dalam kehidupan. Kepercayaan tersebut masih menjadi bagian dari pengalaman spiritual sebagian pengunjung.</p>[adsense]<p>BPODT juga mencatat keyakinan masyarakat mengenai manfaat spiritual mata air ini, termasuk kepercayaan bahwa berkunjung dengan niat yang tulus dapat memberikan ketenangan dan semangat.</p><p>Meski demikian, klaim bahwa air <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> dapat menyembuhkan penyakit tidak boleh dianggap sebagai manfaat medis yang telah terbukti. Tidak ada bukti klinis yang cukup dalam sumber-sumber tersebut untuk menyimpulkan bahwa airnya mampu menyembuhkan penyakit tertentu.</p>[adsense]<p>Pengunjung sebaiknya tetap menjaga kebersihan dan tidak langsung meminum air dari pancuran tanpa memastikan kelayakannya. Air yang tampak jernih belum tentu bebas dari mikroorganisme atau kontaminan.</p><p><b><a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a>, Warisan Budaya yang Menarik untuk Dijaga</b></p>[adsense]<p>Keunikan <a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> tidak hanya terletak pada cerita tujuh rasa airnya. Tempat ini juga menyimpan nilai budaya, tradisi lisan, dan kepercayaan yang masih dikenal masyarakat Batak hingga sekarang.</p><p>Perbedaan rasa yang dilaporkan pengunjung menjadi salah satu hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Pengujian kualitas air dapat membantu menjelaskan apakah perbedaan tersebut berkaitan dengan kandungan mineral atau faktor lingkungan lainnya.</p>[adsense]<p>Di sisi lain, kisah tentang <a href="https://www.topikseru.com/tag/tujuh-pancuran/" target="_self">tujuh pancuran</a> memperlihatkan bagaimana mata air dapat memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar sumber air bersih.</p><p><a href="https://www.topikseru.com/tag/aek-sipitu-dai/" target="_self">Aek Sipitu Dai</a> menjadi contoh bahwa sebuah tempat dapat menyimpan dua hal sekaligus: fenomena alam yang menarik untuk diteliti dan warisan budaya yang penting untuk dipahami serta dilestarikan.</p>[adsense]<p></p>[adsense]]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/8f85517967795eeef66c225f7883bdcb_cca9a91d2dd24421ada68f2d17aeed96_3d335907b0884ca0a0bd3ee8f9c5e4a1.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/travel/57325/aek-sipitu-dai-punya-tujuh-pancuran-benarkah-setiap-sumber-airnya-berbeda-rasa/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Demo 20 Oktober 2026, Ini Tuntutan Mahasiswa di Momentum Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 14:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Demo 20 Oktober 2026, Ini Tuntutan Mahasiswa di Momentum Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran]]></title>
            <description><![CDATA[Dua tahun PrabowoGibran, mahasiswa soroti ekonomi, demokrasi, korupsi, hingga penanganan bencana.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Aksi mahasiswa mewarnai momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa, <a href="https://www.topikseru.com/tag/20-oktober-2026/" target="_self">20 Oktober 2026</a>. Di Jakarta, mahasiswa bersama kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) menggelar aksi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah.</p><p>[adsense]Sementara itu, rencana demonstrasi Aliansi <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) di Kota Medan mengalami perubahan. Agenda yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 20 Oktober dialihkan menjadi konsolidasi dan diskusi publik untuk mematangkan tuntutan.</p><p>Perkembangan ini membuat pelaksanaan aksi di kedua kota berbeda. <a href="https://www.topikseru.com/tag/demo/" target="_self">Demo</a>nstrasi di Jakarta diberitakan berlangsung pada hari ini, sedangkan aksi AMSUB di Medan belum dapat dipastikan tetap digelar sesuai rencana awal.</p><p>[adsense]<b><a href="https://www.topikseru.com/tag/demo/" target="_self">Demo</a> Jakarta Digelar di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani</b></p><p>Berdasarkan pemberitaan pada Selasa, <a href="https://www.topikseru.com/tag/20-oktober-2026/" target="_self">20 Oktober 2026</a>, Komite Sadar menggelar rangkaian aksi di Jakarta Pusat.</p><p>[adsense]Aksi simbolik dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, aksi massa direncanakan berlangsung di kawasan Tugu Tani mulai pukul 15.00 WIB.</p><p>Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> dan kelompok masyarakat sipil menggunakan momentum ini untuk menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.</p><p>[adsense]Isu yang disoroti mencakup persoalan ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, kerusakan lingkungan, hingga biaya pendidikan.</p><p>Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Pengguna jalan diimbau memantau informasi lalu lintas dan menyesuaikan rute perjalanan.</p><p>[adsense]<b>Lima Tuntutan <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> di Jakarta</b></p><p>Dalam aksi tersebut, Komite Sadar membawa lima tuntutan utama yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, ekonomi, hukum, demokrasi, dan pelayanan publik.</p><p>[adsense]Salah satu tuntutannya adalah mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir yang meluas sebagai bencana nasional. Massa juga menyoroti perlunya pemulihan kesehatan bagi warga terdampak bencana ekologis serta penindakan terhadap korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.</p><p>Selain itu, mahasiswa menyoroti persoalan ekonomi dan tingginya harga kebutuhan pokok. Isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kebebasan berpendapat juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pemerintahan.</p><p>[adsense]Tuntutan lainnya berkaitan dengan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dalam dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.</p><p>Seluruh poin tersebut merupakan tuntutan yang disampaikan kelompok aksi, bukan kesimpulan independen mengenai kebijakan pemerintah.</p><p>[adsense]<b>Di Medan, Rencana Aksi AMSUB Berubah Menjadi Diskusi Publik</b></p><p>Berbeda dengan Jakarta, rencana demonstrasi mahasiswa di Medan mengalami perubahan menjelang hari pelaksanaan.</p><p>[adsense]Sebelumnya, Aliansi <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) merencanakan aksi pada Selasa, <a href="https://www.topikseru.com/tag/20-oktober-2026/" target="_self">20 Oktober 2026</a>. Berdasarkan pemberitaan iNews Medan pada 15 Oktober, sekitar 500 mahasiswa ditargetkan mengikuti aksi tersebut.</p><p>Rencana awal mencantumkan pukul 14.00 WIB sebagai waktu pelaksanaan. Sejumlah lokasi yang disebut dalam rencana pergerakan massa antara lain Taman Kebun Bunga, Kantor DPRD Sumatera Utara, dan kawasan Lapangan Merdeka Medan.</p><p>[adsense]Namun, dalam pemberitaan Kedan News pada 19 Oktober, AMSUB disebut mengalihkan agenda unjuk rasa menjadi konsolidasi dan diskusi publik untuk mematangkan tujuh tuntutan.</p><p>Koordinator Aksi AMSUB, Akhmad Bukhori Pane, menjelaskan bahwa penguatan kajian dan argumentasi menjadi bagian dari strategi gerakan mahasiswa agar tuntutan yang disampaikan lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>[adsense]Karena perubahan tersebut, rencana lokasi dan waktu aksi yang diumumkan sebelumnya tidak bisa langsung dianggap sebagai jadwal demonstrasi yang tetap berlaku.</p><p><b>Apa Saja Isu yang Disoroti <a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> Sumatera Utara?</b></p><p>[adsense]Dalam rencana awal yang diberitakan sebelumnya, AMSUB menyiapkan sejumlah tuntutan untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.</p><p>Isu yang disoroti meliputi penanganan bencana, keterbukaan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta desakan agar persoalan yang dipersoalkan diproses melalui mekanisme konstitusional.</p><p>[adsense]<a href="https://www.topikseru.com/tag/mahasiswa/" target="_self">Mahasiswa</a> juga menyoroti penanganan karhutla, evaluasi belanja program strategis nasional termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dan efisiensi anggaran pemerintah.</p><p>Poin-poin tersebut menjadi bagian dari rencana tuntutan AMSUB. Karena agenda aksi kemudian dialihkan menjadi diskusi publik, perkembangan terbaru mengenai bentuk kegiatan dan penyampaian tuntutannya masih perlu dipantau.</p><p>[adsense]<b>Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadi Momentum Evaluasi</b></p><p>Tanggal <a href="https://www.topikseru.com/tag/20-oktober-2026/" target="_self">20 Oktober 2026</a> menandai dua tahun sejak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.</p><p>[adsense]Momentum ini dimanfaatkan sejumlah kelompok mahasiswa untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Meski berlangsung di kota berbeda, isu yang dibawa kelompok mahasiswa sama-sama menyentuh persoalan lingkungan, penggunaan anggaran, ekonomi, pendidikan, dan penegakan hukum.</p><p>Di Jakarta, Komite Sadar menggelar aksi untuk menyuarakan tuntutan mereka. Di Medan, AMSUB memilih mematangkan materi tuntutan melalui konsolidasi dan diskusi publik.</p><p>[adsense]Perbedaan agenda tersebut menunjukkan bahwa perkembangan aksi mahasiswa perlu dilihat berdasarkan informasi terbaru dari masing-masing penyelenggara.</p><p>Masyarakat yang ingin mengetahui kemungkinan dampak aksi terhadap lalu lintas di Jakarta maupun Medan sebaiknya memantau pengumuman resmi panitia, kepolisian, dan dinas perhubungan setempat.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/140f6969d5213fd0ece03148e62e461e_6d674b87351040f3976e5ae5614508d5_a7b853c069e44ff2a0f98758ffed9c1a.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/nasional/57326/demo-20-oktober-2026-ini-tuntutan-mahasiswa-di-momentum-dua-tahun-pemerintahan-prabowogibran/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Greenpeace Bentang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Aparat Turunkan Aksi Enam Aktivis</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 13:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Greenpeace Bentang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Aparat Turunkan Aksi Enam Aktivis]]></title>
            <description><![CDATA[Greenpeace bentangkan spanduk kritik di Bundaran HI, Jakarta. Aparat kemudian menurunkan spanduk dan mengevakuasi enam aktivis.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Aksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Indonesia di Patung Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), menjadi sorotan. Enam aktivis membentangkan spanduk berukuran besar berisi kritik terhadap penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">krisis iklim</a> dan meningkatnya biaya hidup.</p><p>[adsense]Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden <a href="https://www.topikseru.com/tag/prabowo/" target="_self">Prabowo</a> Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.</p><p>Dua spanduk dibentangkan di bagian atas monumen sejak pagi. Spanduk pertama bertuliskan &quot;Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup&quot;, sedangkan spanduk kedua memuat kalimat &quot;Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?&quot;.</p><p>[adsense]Pesan tersebut menjadi bentuk desakan <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> agar pemerintah lebih serius menangani <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">krisis iklim</a> dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.</p><p><b>Spanduk Diturunkan Petugas</b></p><p>[adsense]Spanduk yang dibentangkan di Patung Selamat Datang itu tidak bertahan lama. Petugas menurunkan kedua spanduk secara bertahap, masing-masing sekitar pukul 08.50 WIB dan 09.20 WIB.</p><p>Setelah itu, para aktivis mulai turun dari monumen dengan bantuan petugas. Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, termasuk kepolisian, TNI, dan petugas pemadam kebakaran.</p><p>[adsense]Berdasarkan laporan detikNews pada Selasa siang, keenam aktivis telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan. Salah satu aktivis dilaporkan terlihat lemas saat turun dari monumen.</p><p>Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyatakan bahwa keselamatan para aktivis menjadi perhatian utama petugas selama proses evakuasi.</p><p>[adsense]<b><a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup</b></p><p>Juru Kampanye Keadilan Iklim <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> Indonesia, Jeanny Sirait, menjelaskan bahwa <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">krisis iklim</a> tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.</p><p>[adsense]Cuaca ekstrem dan bencana ekologis dapat mengancam keselamatan, mengganggu sumber penghasilan, serta mendorong kenaikan harga pangan. Kabut asap berkepanjangan juga menjadi salah satu persoalan yang disoroti karena dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi warga.</p><p>Melalui aksi tersebut, <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> mendesak pemerintah agar memberikan perhatian lebih besar terhadap <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">krisis iklim</a> dan dampaknya, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.</p><p>[adsense]<b>Gubernur DKI Tanggapi Aksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a></b></p><p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menanggapi aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa kebebasan berekspresi perlu dihormati dalam negara demokrasi, tetapi penyampaian aspirasi juga harus memperhatikan ketertiban umum.</p><p>[adsense]Pramono berharap kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.</p><p>Aksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> di Bundaran HI pun kembali menyoroti hubungan antara persoalan lingkungan, bencana ekologis, dan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat.</p><p>[adsense]Di tengah momentum dua tahun pemerintahan <a href="https://www.topikseru.com/tag/prabowo/" target="_self">Prabowo</a>-Gibran, <a href="https://www.topikseru.com/tag/greenpeace/" target="_self">Greenpeace</a> menggunakan aksi tersebut untuk mendesak pemerintah agar penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/krisis-iklim/" target="_self">krisis iklim</a> menjadi bagian penting dari kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/65ded5353c5ee48d0b7d48c591b8f430_img_0368.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/topikwiki/57327/greenpeace-bentang-spanduk-kritik-di-bundaran-hi-aparat-turunkan-aksi-enam-aktivis/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rumah Adat Nias Dibangun Tahan Guncangan, Apa Rahasia Konstruksi Omo Sebua?</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 13:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rumah Adat Nias Dibangun Tahan Guncangan, Apa Rahasia Konstruksi Omo Sebua?]]></title>
            <description><![CDATA[Rumah adat Nias, Omo Sebua, memiliki konstruksi kayu yang dirancang menghadapi guncangan gempa. Apa rahasia di balik teknik bangunannya?]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Rumah adat biasanya dikenal karena bentuknya yang unik dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, rumah tradisional Nias di Sumatera Utara memiliki keistimewaan lain, yakni teknik konstruksi kayu yang dirancang untuk menghadapi guncangan gempa.</p><p>[adsense]Salah satu bangunan yang menarik perhatian adalah Omo Sebua, rumah besar yang secara tradisional menjadi tempat tinggal kepala desa atau bangsawan di Nias. Rumah ini dikenal dengan ukurannya yang besar, tiang-tiang kayu yang kokoh, serta atap yang menjulang tinggi.</p><p>Keunikan Omo Sebua bukan hanya terletak pada penampilannya. Sistem penyangga dan sambungan kayunya menunjukkan bagaimana masyarakat Nias mengembangkan teknik bangunan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.</p><p>[adsense]Lantas, bagaimana konstruksi rumah tradisional ini bekerja?</p><p><b>1. Tidak Mengandalkan Paku, Sambungan Kayu Jadi Kunci</b></p><p>[adsense]Salah satu ciri rumah tradisional Nias adalah penggunaan sambungan kayu tanpa paku pada bagian konstruksi utamanya.</p><p>Bagian-bagian bangunan disatukan menggunakan teknik sambungan dan pasak kayu. Metode ini membuat elemen bangunan saling terhubung tanpa sepenuhnya mengandalkan paku atau pengikat logam.</p><p>[adsense]Konstruksi tersebut menjadi bagian penting dari arsitektur tradisional Nias. Sambungan antarkomponen kayu memungkinkan struktur bekerja sebagai satu kesatuan, sementara karakter material kayu memberi kelenturan pada bangunan.</p><p>Teknik ini bukan berarti semua sambungan rumah adat pasti memiliki kekuatan yang sama. Kondisi kayu, kualitas pengerjaan, usia bangunan, dan pemeliharaan tetap memengaruhi kekuatan konstruksi.</p><p>[adsense]<b>2. Tiang Diagonal Membantu Menghadapi Guncangan</b></p><p>Rahasia lain terdapat pada bagian bawah rumah. Rumah tradisional Nias menggunakan tiang vertikal yang dipadukan dengan penyangga kayu diagonal.</p><p>[adsense]Penyangga diagonal tersebut dikenal dengan istilah ndriwa. Susunannya membantu menopang bangunan dari beberapa arah sehingga struktur tidak hanya bergantung pada tiang yang berdiri tegak.</p><p>Dalam kondisi gempa, tanah bergerak dan menimbulkan gaya pada bangunan. Susunan penyangga yang tepat membantu menyalurkan gaya tersebut melalui elemen-elemen struktur.</p><p>[adsense]Konstruksi rumah tradisional Nias juga dikenal memiliki karakter yang relatif fleksibel. Kombinasi tiang, balok, dan sambungan kayu menjadi bagian dari sistem yang membantu bangunan merespons guncangan.</p><p>Meski demikian, ketahanan setiap rumah tetap dipengaruhi oleh kondisi bangunan dan karakter gempanya. Karena itu, konstruksi tradisional tidak bisa dianggap menjamin rumah bebas dari kerusakan.</p><p>[adsense]<b>3. Tiang Rumah Bertumpu pada Batu</b></p><p>Hal menarik lainnya adalah cara tiang rumah tradisional Nias bertumpu pada fondasinya.</p><p>[adsense]Menurut penjelasan Museum Pusaka Nias, tiang-tiang rumah tradisional tersebut berdiri di atas lempengan batu, bukan ditanam langsung ke dalam tanah seperti sebagian jenis konstruksi bangunan lainnya.</p><p>Sistem ini merupakan bagian dari rancangan struktur rumah tradisional Nias. Karakter tumpuan dan susunan penyangganya membuat bangunan memiliki respons yang berbeda ketika menerima guncangan.</p><p>[adsense]Pada beberapa rumah, batu atau susunan kayu juga digunakan sebagai pemberat untuk membantu menjaga kestabilan struktur.</p><p>Namun, cara kerja sistem tersebut tidak berarti rumah dapat bergerak tanpa risiko ketika gempa terjadi. Kestabilan bangunan tetap bergantung pada susunan konstruksi, kondisi tumpuan, dan pemeliharaan.</p><p>[adsense]<b>4. Rumah Panggung yang Juga Berfungsi untuk Pertahanan</b></p><p>Omo Sebua tidak hanya memperlihatkan kecerdikan masyarakat Nias dalam membangun rumah. Bentuk arsitekturnya juga berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat pada masa lalu.</p><p>[adsense]Rumah tradisional Nias umumnya dibangun dengan posisi lantai yang lebih tinggi dari tanah. Pada sejumlah rumah, bagian kolongnya cukup tinggi sehingga bangunan tampak berdiri di atas tiang-tiang besar.</p><p>Bentuk panggung ini memiliki beberapa fungsi. Selain berkaitan dengan karakter konstruksi bangunan, ketinggian rumah juga menjadi bagian dari strategi pertahanan masyarakat Nias pada masa ketika konflik antardesa masih terjadi.</p><p>[adsense]Pada rumah tradisional tertentu, akses masuk dibuat melalui tangga menuju pintu yang kokoh. Posisi rumah yang lebih tinggi turut membantu penghuninya mengamati keadaan di sekitar bangunan.</p><p>Dengan demikian, desain rumah adat Nias tidak hanya dibentuk oleh kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga oleh kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat pada zamannya.</p><p>[adsense]<b>5. Omo Sebua, Warisan Teknik Bangunan Tradisional Nias</b></p><p>Keunikan Omo Sebua memperlihatkan bahwa arsitektur tradisional tidak sekadar berhubungan dengan bentuk dan keindahan bangunan.</p><p>[adsense]Pemilihan kayu, teknik sambungan tanpa paku, penggunaan tiang diagonal, dan sistem tumpuan merupakan bagian dari pengetahuan konstruksi yang diwariskan masyarakat Nias.</p><p>Teknik tersebut berkembang melalui pengalaman masyarakat dalam membangun rumah di wilayah yang kerap mengalami aktivitas gempa. Pengetahuan ini juga menjadi bagian dari identitas arsitektur Nias yang membedakannya dari rumah tradisional di daerah lain.</p><p>[adsense]Namun, rumah adat berbahan kayu membutuhkan pemeliharaan secara berkala. Kerusakan material, perubahan pada sambungan, dan kondisi penyangga dapat memengaruhi kekuatan bangunan.</p><p>Karena itu, pelestarian Omo Sebua bukan hanya soal mempertahankan bentuk rumah, tetapi juga menjaga pengetahuan mengenai cara membangunnya.</p><p>[adsense]Di tengah perkembangan teknologi konstruksi modern, Omo Sebua menjadi pengingat bahwa masyarakat tradisional telah mengembangkan cara tersendiri untuk menyesuaikan bangunan dengan lingkungan tempat mereka hidup.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/02522a2b2726fb0a03bb19f2d8d9524d_69d23042896c4e14817e830503c8db54_867ab0cfc5f54e6b8b116fa18a400f78.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/topikwiki/57324/rumah-adat-nias-dibangun-tahan-guncangan-apa-rahasia-konstruksi-omo-sebua/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Cuma Modal HP! Ini 4 Aplikasi yang Bisa Dicoba untuk Cari Cuan</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 12:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Cuma Modal HP! Ini 4 Aplikasi yang Bisa Dicoba untuk Cari Cuan]]></title>
            <description><![CDATA[Mau cari penghasilan tambahan dari HP? Kenali 4 aplikasi yang bisa dicoba, mulai dari affiliate hingga freelance, beserta cara kerjanya.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b>Mencari penghasilan tambahan kini tidak selalu harus dilakukan dengan datang ke kantor atau membuka usaha sendiri. Bermodalkan ponsel dan koneksi internet, masyarakat bisa mencoba berbagai platform digital untuk mendapatkan uang.</p><p>[adsense]Namun, tidak semua aplikasi memberikan penghasilan dengan cara yang sama. Ada platform yang menawarkan komisi dari penjualan produk, ada yang menyediakan pekerjaan lepas, dan ada pula yang memberikan imbalan melalui survei.</p><p>Sebelum mencoba, penting untuk memahami cara kerja setiap aplikasi. Penghasilan yang didapat juga tidak selalu tetap karena bergantung pada aktivitas, keterampilan, dan ketentuan masing-masing platform.</p><p>[adsense]<b>1. <a href="https://www.topikseru.com/tag/shopee-affiliate/" target="_self">Shopee Affiliate</a>, Cuan dari Promosi Produk</b></p><p>Salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah <a href="https://www.topikseru.com/tag/shopee-affiliate/" target="_self">Shopee Affiliate</a>. Melalui program ini, pengguna dapat mempromosikan produk dengan membagikan tautan afiliasi di media sosial.</p><p>[adsense]Komisi bisa diperoleh apabila ada transaksi yang memenuhi ketentuan program. Pengguna juga dapat membuat konten berupa video atau melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli.</p><p>Program ini bisa menjadi pilihan bagi orang yang senang membuat konten, memberikan ulasan produk, atau aktif menggunakan media sosial.</p><p>[adsense]Meski begitu, membagikan tautan saja tidak menjamin penghasilan. Hasilnya bergantung pada performa promosi, transaksi yang berhasil, serta ketentuan komisi yang berlaku. Informasi pendaftaran dan aturan program dapat dilihat melalui situs resmi <a href="https://www.topikseru.com/tag/shopee-affiliate/" target="_self">Shopee Affiliate</a>.</p><p><b>2. <a href="https://www.topikseru.com/tag/fiverr/" target="_self">Fiverr</a>, Menawarkan Jasa Secara Online</b></p><p>[adsense]Bagi pengguna yang memiliki keterampilan tertentu, <a href="https://www.topikseru.com/tag/fiverr/" target="_self">Fiverr</a> bisa menjadi pilihan untuk mencari penghasilan dari pekerjaan lepas atau <a href="https://www.topikseru.com/tag/freelance/" target="_self">freelance</a>.</p><p>Melalui platform ini, pengguna dapat menawarkan jasa seperti menulis artikel, menerjemahkan teks, membuat desain, mengedit video, hingga membantu kebutuhan pemasaran digital.</p><p>[adsense]Berbeda dari aplikasi yang memberikan imbalan untuk aktivitas sederhana, penghasilan melalui <a href="https://www.topikseru.com/tag/fiverr/" target="_self">Fiverr</a> berasal dari jasa yang ditawarkan kepada klien. Karena itu, pengguna perlu menyiapkan portofolio, menjelaskan layanan yang diberikan, dan menyesuaikan harga dengan kemampuan serta kebutuhan pasar.</p><p>Peluang mendapatkan uang akan bergantung pada kemampuan memperoleh klien dan menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan.</p><p>[adsense]<b>3. <a href="https://www.topikseru.com/tag/upwork/" target="_self">Upwork</a>, Mencari Proyek Freelance</b></p><p>Selain <a href="https://www.topikseru.com/tag/fiverr/" target="_self">Fiverr</a>, ada <a href="https://www.topikseru.com/tag/upwork/" target="_self">Upwork</a> yang mempertemukan pekerja lepas dengan klien yang membutuhkan jasa tertentu.</p><p>[adsense]Jenis pekerjaan yang tersedia dapat mencakup penulisan, pengelolaan media sosial, desain grafis, penerjemahan, hingga pekerjaan administrasi. Pengguna dapat mencari proyek yang sesuai dengan keterampilan dan mengajukan penawaran kepada klien.</p><p>Bagi pemula, langkah awal yang bisa dilakukan adalah membuat profil yang jelas, mencantumkan kemampuan yang dikuasai, serta menampilkan contoh pekerjaan jika tersedia.</p><p>[adsense]Namun, mendapatkan proyek tidak selalu mudah. Persaingan, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan kecocokan dengan kebutuhan klien dapat memengaruhi peluang memperoleh penghasilan.</p><p><b>4. Google Opinion Rewards, Mengisi Survei</b></p><p>[adsense]Pilihan lainnya adalah Google Opinion Rewards, aplikasi yang memberikan imbalan untuk survei tertentu yang tersedia bagi pengguna.</p><p>Pengguna dapat menerima survei apabila memenuhi kriteria yang ditentukan. Akan tetapi, survei tidak selalu tersedia setiap saat sehingga aplikasi ini tidak dapat dijadikan sumber penghasilan harian yang pasti.</p><p>[adsense]Ketersediaan aplikasi, bentuk imbalan, dan metode penggunaannya juga dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Karena itu, calon pengguna sebaiknya memeriksa informasi resmi sebelum mendaftar.</p><p>Aplikasi survei lebih tepat dipandang sebagai pilihan untuk memperoleh imbalan tambahan, bukan sebagai pengganti pekerjaan utama.</p><p>[adsense]<b>Waspadai Aplikasi yang Meminta Deposit</b></p><p>Di balik peluang mendapatkan penghasilan melalui internet, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap tawaran yang menjanjikan uang dengan cara mudah.</p><p>[adsense]Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada 28 Juli 2026 menghentikan kegiatan Snapboost yang diduga melakukan penipuan. Platform tersebut mengklaim menawarkan penghasilan melalui aktivitas seperti memberikan tanda suka dan membagikan konten, tetapi juga meminta peserta menyetorkan dana atau melakukan deposit.</p><p>Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah percaya pada janji keuntungan harian yang besar, terlebih jika harus membayar terlebih dahulu untuk membuka tugas atau mencairkan saldo.</p><p>[adsense]Sebelum menggunakan aplikasi, periksa identitas pengelola, ketentuan pembayaran, kebijakan privasi, serta ulasan dari sumber tepercaya. Jangan memberikan kata sandi, kode OTP, atau informasi keuangan kepada pihak yang tidak jelas.</p><p><b>Mana yang Cocok untuk Pemula?</b></p><p>[adsense]Pilihan aplikasi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki. Jika senang membuat konten atau mempromosikan barang, program afiliasi dapat dipertimbangkan. Jika memiliki keterampilan menulis, desain, atau penyuntingan video, platform <a href="https://www.topikseru.com/tag/freelance/" target="_self">freelance</a> bisa menjadi pilihan.</p><p>Sementara itu, aplikasi survei lebih cocok bagi pengguna yang ingin mencoba aktivitas ringan ketika survei tersedia.</p><p>[adsense]Pada akhirnya, aplikasi penghasil uang bukan jalan pintas untuk memperoleh pendapatan besar dalam waktu singkat. Hasilnya bergantung pada usaha, keterampilan, peluang, dan aturan platform. Memahami cara kerja aplikasi sejak awal dapat membantu pengguna memilih peluang yang lebih sesuai sekaligus mengurangi risiko penipuan.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/fa7cdfad1a5aaf8370ebeda47a1ff1c3_f053a06b328c44869d8c7601212cdce4_af1af6bd2e05407bb4ee1d1dcece0f80.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/topikwiki/57323/cuma-modal-hp-ini-4-aplikasi-yang-bisa-dicoba-untuk-cari-cuan-2/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mengulik Titik Kemacetan Medan, Apa Penyebab dan Kapan Lalu Lintas Paling Padat?</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 12:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mengulik Titik Kemacetan Medan, Apa Penyebab dan Kapan Lalu Lintas Paling Padat?]]></title>
            <description><![CDATA[Mengulik titik kemacetan di Medan, mulai dari Simpang Pos hingga Gatot Subroto. Kapan lalu lintas paling padat dan apa penyebabnya?]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b> <a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a> menjadi salah satu persoalan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> yang kerap dihadapi masyarakat Kota Medan. Kepadatan kendaraan di jalan utama dapat membuat waktu perjalanan bertambah, terutama ketika warga berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, atau pulang beraktivitas pada sore hari.</p><p>[adsense]Namun, kemacetan tidak terjadi secara merata di seluruh kota. Ada ruas jalan dan persimpangan yang mengalami tekanan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> lebih tinggi karena menjadi jalur pergerakan kendaraan sekaligus berada di sekitar pusat kegiatan masyarakat.</p><p>Sejumlah lokasi yang pernah disorot terkait kepadatan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> di Medan antara lain Jalan Jamin Ginting, Jalan Dr. Mansyur, kawasan Simpang Pos, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sisingamangaraja, serta kawasan Lapangan Merdeka.</p><p>[adsense]Lantas, kapan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> Medan paling padat dan apa saja faktor yang memengaruhinya?</p><p><b>Pagi Hari Menjadi Salah Satu Waktu Rawan <a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a></b></p><p>[adsense]Penelitian mengenai pemetaan kemacetan di Kota Medan yang tersimpan di repositori Universitas Negeri Medan menemukan tingkat kemacetan tinggi pada pagi hari kerja di ruas Jalan Jamin Ginting&ndash;Dr. Mansyur, khususnya dari arah tenggara.</p><p>Penelitian tersebut menggunakan pemetaan sistem informasi geografis untuk melihat sebaran kemacetan dan faktor yang memengaruhinya.</p><p>[adsense]Temuan ini berkaitan dengan pola aktivitas masyarakat pada hari kerja. Pada pagi hari, kendaraan bergerak menuju kawasan perkantoran, sekolah, kampus, dan pusat kegiatan lainnya.</p><p>Sementara itu, kepadatan pada sore hari juga perlu diperhatikan karena masyarakat mulai melakukan perjalanan pulang. Meski demikian, tingkat kepadatan setiap ruas jalan dapat berbeda sesuai hari, kondisi cuaca, aktivitas di sekitar jalan, dan situasi <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> saat itu.</p><p>[adsense]Karena itu, jam sibuk tidak selalu berarti seluruh jalan di Medan mengalami kemacetan dengan tingkat yang sama.</p><p><b>Simpang Pos hingga Jalan Jamin Ginting</b></p><p>[adsense]Kawasan Simpang Pos dan Jalan Jamin Ginting menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk ditelusuri dalam pembahasan kemacetan Medan.</p><p>Pada Maret 2026, pemberitaan mengenai kondisi Simpang Pos menyoroti kepadatan di sepanjang Jalan Jamin Ginting, termasuk aktivitas loket atau pool bus antarkota yang kembali menjadi perhatian.</p><p>[adsense]Kawasan ini menjadi jalur pergerakan kendaraan dari dan menuju wilayah Padang Bulan serta kawasan lain di sekitar Medan. Aktivitas kendaraan yang keluar-masuk area tertentu dapat menambah interaksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> di tepi jalan.</p><p>Namun, keberadaan loket atau pool bus tidak dapat langsung dianggap sebagai satu-satunya penyebab kemacetan. Penilaian tersebut perlu mempertimbangkan volume kendaraan, kapasitas jalan, aktivitas naik-turun penumpang, serta kondisi persimpangan.</p><p>[adsense]<b>Jalan Gatot Subroto dan Sisingamangaraja</b></p><p>Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja juga termasuk ruas utama yang mendapat perhatian dalam pengelolaan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> Kota Medan.</p><p>[adsense]Dalam rapat koordinasi manajemen <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> pada April 2026, Dinas Perhubungan Kota Medan membahas pengaturan arus menjelang sejumlah hari besar nasional. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kepadatan dapat meningkat di ruas jalan utama tersebut, termasuk kawasan Lapangan Merdeka.</p><p>Kepadatan pada momen tertentu bisa dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, kegiatan berskala besar, serta perubahan arus kendaraan.</p><p>[adsense]Artinya, kondisi macet di suatu jalan tidak selalu menunjukkan persoalan yang sama setiap hari. <a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a> rutin pada jam sibuk perlu dibedakan dari kepadatan sementara akibat acara, pekerjaan jalan, atau pengaturan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a>.</p><p><b>Apa yang Menyebabkan <a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a> di Medan?</b></p><p>[adsense]Penelitian pemetaan kemacetan di Kota Medan mengidentifikasi beberapa faktor yang berkaitan dengan kepadatan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a>, yaitu volume kendaraan yang tinggi, kapasitas jalan yang tidak memadai, tingginya beban pelayanan jalan, serta kelengkapan rambu <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a>.</p><p>Di lapangan, aktivitas kendaraan yang berhenti atau keluar-masuk area di sepanjang jalan juga dapat memengaruhi kelancaran arus.</p><p>[adsense]Ketika jumlah kendaraan yang melintas mendekati atau melampaui kemampuan jalan menampungnya, pergerakan kendaraan menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut dapat semakin terasa di persimpangan ketika kendaraan dari beberapa arah harus berbagi ruang jalan.</p><p>Karena itu, penyebab kemacetan perlu dilihat berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi. Penanganan di persimpangan belum tentu sama dengan penanganan pada ruas jalan yang padat karena aktivitas di tepi jalan.</p><p>[adsense]<b>Cara Memantau <a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a> Sebelum Berangkat</b></p><p>Masyarakat dapat memanfaatkan sistem pemantauan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> berbasis CCTV yang disediakan Dinas Perhubungan Kota Medan melalui sistem Intelligent Transport System (ITS).</p><p>[adsense]Layanan tersebut memungkinkan masyarakat melihat kondisi sejumlah titik pemantauan, termasuk Simpang Lapangan Merdeka, Simpang Lonsum, Simpang Kesawan, dan Simpang Waspada.</p><p>Informasi visual ini dapat membantu pengguna jalan memperoleh gambaran kondisi <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> sebelum berangkat. Namun, keadaan di lokasi lain pada rute yang sama tetap perlu diperhatikan karena kepadatan dapat berubah dalam waktu singkat.</p><p>[adsense]Pengendara juga dapat mempertimbangkan waktu perjalanan, mematuhi rambu <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a>, dan menghindari berhenti sembarangan di badan jalan yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.</p><p><b><a href="https://www.topikseru.com/tag/kemacetan/" target="_self">Kemacetan</a> Medan Perlu Dilihat Berdasarkan Data</b></p><p>[adsense]Pemetaan kemacetan membantu menunjukkan lokasi dan waktu ketika arus kendaraan mengalami tekanan tinggi. Namun, kondisi <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat dan situasi di jalan.</p><p>Penelitian mengenai Jalan Jamin Ginting&ndash;Dr. Mansyur memberikan gambaran mengenai kemacetan pada pagi hari kerja. Sementara itu, pemberitaan mengenai Simpang Pos serta pengaturan <a href="https://www.topikseru.com/tag/lalu-lintas/" target="_self">lalu lintas</a> di jalan utama menunjukkan bahwa aktivitas kendaraan dan kegiatan masyarakat juga perlu diperhatikan.</p><p>[adsense]Untuk mengetahui titik kemacetan yang paling parah pada saat tertentu, diperlukan data pemantauan terbaru yang membandingkan volume kendaraan, kecepatan perjalanan, dan kondisi setiap ruas jalan pada waktu yang sama.</p><p>Dengan membaca data tersebut, masyarakat dapat memahami pola kemacetan Medan secara lebih utuh, sementara upaya penanganan dapat diarahkan sesuai persoalan di masing-masing lokasi.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/76dc611d6ebaafc66cc0879c71b5db5c_img_0359.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/topikwiki/57321/mengulik-titik-kemacetan-medan-apa-penyebab-dan-kapan-lalu-lintas-paling-padat/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Alasannya</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 11:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Alasannya]]></title>
            <description><![CDATA[Pemerintah belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. WALHI Sumut menyoroti lima indikator penetapan status bencana.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b> Sikap pemerintah yang belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (<a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a>) sebagai bencana nasional mendapat sorotan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara.</p><p>[adsense]WALHI Sumut menyayangkan keputusan pemerintah yang menilai Indonesia masih mampu menangani <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a> sehingga status bencana nasional belum ditetapkan.</p><p>Pada Senin, 19 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa pemerintah belum menetapkan <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a> sebagai bencana nasional karena masih mampu menangani bencana tersebut.</p><p>[adsense]Menanggapi hal itu, Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Jaka Kelana Damanik, menilai penetapan status bencana seharusnya mengacu pada ketentuan hukum, bukan hanya berdasarkan kemampuan pemerintah dalam melakukan penanganan.</p><p>Menurut Jaka, sikap pemerintah tersebut berpotensi memperparah dan memperluas dampak yang dirasakan masyarakat serta kerusakan lingkungan hidup akibat <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a>.</p><p>[adsense]<b>Lima Indikator Penetapan Status Bencana</b></p><p>Jaka menjelaskan, penetapan status bencana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ketentuan tersebut juga dipertegas melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 261/PUU-XXIII/2025.</p><p>[adsense]Dalam aturan tersebut, terdapat lima indikator yang menjadi dasar penetapan status bencana, yaitu jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana, serta dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.</p><p>Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, Jaka menyebut penetapan status bencana nasional setidaknya harus memenuhi tiga dari lima indikator yang ditentukan.</p><p>[adsense]WALHI Sumut menilai sedikitnya tiga indikator telah terpenuhi dalam kondisi <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a>, yakni jumlah korban, cakupan luas wilayah terdampak, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.</p><p>Atas dasar itu, WALHI Sumut berpandangan bahwa penetapan status bencana tidak seharusnya hanya didasarkan pada pernyataan pemerintah masih mampu menangani kebakaran.</p><p>[adsense]<b>Desakan Penetapan Status Bencana Nasional</b></p><p>Menurut Jaka, indikator dalam aturan penanggulangan bencana tidak mencantumkan kemampuan atau ketidakmampuan pemerintah sebagai salah satu syarat penetapan status bencana.</p><p>[adsense]Karena itu, WALHI Sumut menilai pemerintah perlu mempertimbangkan indikator yang telah diatur dalam undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi.</p><p>WALHI Sumut juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan ketentuan hukum dalam menentukan status <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a>. Organisasi tersebut menilai penetapan status bencana nasional diperlukan untuk mencegah meluasnya dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan hidup.</p><p>[adsense]Bagi WALHI Sumut, persoalan status bencana bukan hanya menyangkut keputusan administratif pemerintah, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan masyarakat yang terdampak <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a>.</p><p>WALHI Sumut pun mendesak pemerintah segera menetapkan <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a> sebagai bencana nasional agar penanganan dan upaya mencegah perluasan dampak dapat dilakukan secara lebih serius.</p><p>[adsense]Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap penderitaan masyarakat dan kerusakan lingkungan akibat <a href="https://www.topikseru.com/tag/karhutla/" target="_self">karhutla</a> yang dinilai tidak seharusnya terus berlanjut.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_f6da5fd746c745feb510662a29200f3d_df238bf4a11d40dcb2f00771c9e6c7cf.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/sumut/57320/pemerintah-belum-tetapkan-karhutla-sebagai-bencana-nasional-ini-alasannya/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mengulik Data Kesehatan Sumut, Penyakit Apa yang Paling Banyak Menyerang Warga?</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 11:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mengulik Data Kesehatan Sumut, Penyakit Apa yang Paling Banyak Menyerang Warga?]]></title>
            <description><![CDATA[Berdasarkan data terbaru yang tersedia pada 2026, dispepsia atau gangguan pencernaan masih menjadi salah satu penyakit dengan kasus tinggi.]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>Topikseru.com -</b> Gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, hingga diabetes menjadi sejumlah masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Sumatera Utara. Data Dinas <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Sumut menunjukkan, jenis penyakit yang mendominasi berbeda-beda, bergantung pada jenis layanan kesehatan dan pemeriksaan yang dilakukan.</p><p>[adsense]Berdasarkan data terbaru yang tersedia pada 2026, <a href="https://www.topikseru.com/tag/dispepsia/" target="_self">dispepsia</a> atau <a href="https://www.topikseru.com/tag/gangguan-pencernaan/" target="_self">gangguan pencernaan</a> masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) rawat jalan. Dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Sumut Tahun 2024, jumlah kasusnya mencapai 428.328 kasus.</p><p>Di posisi berikutnya terdapat acute nasopharyngitis atau infeksi saluran pernapasan atas yang umumnya dikenal sebagai batuk pilek, dengan 349.752 kasus. Sementara itu, acute upper respiratory infection atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya tercatat sebanyak 338.949 kasus.</p><p>[adsense]Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga masuk dalam daftar penyakit terbanyak. Dinas <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Sumut mencatat 281.110 kasus hipertensi esensial di FKTP rawat jalan selama 2024.</p><p>Selain itu, terdapat 256.902 kasus demam yang penyebabnya belum ditentukan serta 226.083 kasus batuk.</p><p>[adsense]<b>Gangguan Pencernaan hingga Diabetes</b></p><p>Data tersebut memperlihatkan bahwa masalah kesehatan yang ditemukan di layanan rawat jalan tidak hanya berkaitan dengan infeksi, tetapi juga <a href="https://www.topikseru.com/tag/gangguan-pencernaan/" target="_self">gangguan pencernaan</a> dan penyakit kronis.</p><p>[adsense]Dispepsia merupakan istilah medis untuk kumpulan gejala pada saluran pencernaan bagian atas, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, dan cepat merasa kenyang. Kondisi ini memiliki berbagai kemungkinan penyebab sehingga perlu diperiksa lebih lanjut jika keluhan berulang.</p><p>Sementara itu, hipertensi perlu mendapat perhatian karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tersebut sejak dini.</p><p>[adsense]Diabetes melitus juga menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan lanjutan. Berdasarkan data FKTP rawat jalan 2024 yang masih menjadi data pelayanan terbaru yang dirujuk, diabetes melitus tipe 2 tercatat sebanyak 95.198 kasus.</p><p><b>Penyakit yang Ditemukan di Rumah Sakit Berbeda</b></p><p>[adsense]Gambaran penyakit di rumah sakit rujukan tidak sepenuhnya sama dengan data puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama.</p><p>Dalam laporan yang sama, penyakit hipertensi tercatat sebanyak 433.662 kasus pada layanan rawat jalan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) selama 2024. Diabetes melitus berada di urutan berikutnya dengan 368.375 kasus.</p><p>[adsense]Adapun pada layanan rawat inap FKRTL, penyakit infeksi usus tercatat sebanyak 125.375 kasus. Influenza dan pneumonia juga masuk dalam daftar penyakit yang banyak ditemukan, dengan 44.828 kasus.</p><p>Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka penyakit perlu dibaca berdasarkan jenis fasilitas dan layanan yang digunakan. Data rawat jalan tidak bisa langsung disamakan dengan data rawat inap karena karakteristik pasien dan pencatatannya berbeda.</p><p>[adsense]<b>Temuan Cek <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Gratis yang Dilaporkan pada 2026</b></p><p>Selain data pelayanan kesehatan, pemeriksaan melalui program Cek <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Gratis (CKG) memberikan gambaran lain mengenai masalah kesehatan masyarakat.</p><p>[adsense]Dalam pemberitaan pada 5 Maret 2026 yang mengutip Dinas <a href="https://www.topikseru.com/tag/kesehatan/" target="_self">Kesehatan</a> Sumut, hasil pemeriksaan CKG selama setahun mencatat hepatitis pada 264.209 orang dan masalah kesehatan jiwa pada 250.972 orang. Temuan lain meliputi masalah lingkar perut pada 244.176 orang serta karies gigi pada 174.514 orang.</p><p>Angka tersebut merupakan hasil temuan dalam pemeriksaan CKG, bukan jumlah seluruh penduduk Sumatera Utara yang menderita penyakit tersebut. Hasil skrining juga tidak selalu sama dengan jumlah diagnosis penyakit yang tercatat di fasilitas kesehatan.</p><p>[adsense]Karena itu, data penyakit terbanyak di Sumatera Utara pada 2026 perlu dilihat berdasarkan sumber, periode, dan metode pencatatannya. Data pelayanan kesehatan yang tersedia masih merujuk pada laporan 2024, sedangkan data CKG yang diberitakan pada 2026 merupakan hasil skrining. Dengan membaca data secara tepat, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian tanpa menyimpulkan bahwa satu penyakit pasti paling banyak diderita seluruh warga Sumut.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/42a0e188f5033bc65bf8d78622277c4e_c2fbd1aca8ba4e498e5b06aae9677686_f198bfbd5132428b8ef082779e143a4f.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/lifestyle/57319/mengulik-data-kesehatan-sumut-penyakit-apa-yang-paling-banyak-menyerang-warga/</link>
            <author><![CDATA[Rizky Aisyah]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemenhut: Penanganan Kebakaran Hutan Harus Sentuh Pihak yang Bertanggung Jawab</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 10:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemenhut: Penanganan Kebakaran Hutan Harus Sentuh Pihak yang Bertanggung Jawab]]></title>
            <description><![CDATA[Penanganan kebakaran hutan harus menyentuh sampai pada pihak yang bertanggung jawab. Hal itu ditegaskan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Jakarta &ndash;</b> Penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> harus menyentuh sampai pada pihak yang bertanggung jawab. Hal itu ditegaskan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).</p><p>[adsense]Menurut Kemenhut, penegakan hukum melalui multi instrumen, baik secara <a href="https://www.topikseru.com/tag/administratif/" target="_self">administratif</a> maupun <a href="https://www.topikseru.com/tag/pidana/" target="_self">pidana</a>, terhadap kasus <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> dan lahan (karhutla) terus berjalan seiring dengan upaya pemadaman dan penanganan karhutla. </p><p>&quot;Penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> harus menyentuh sampai pada pihak yang bertanggung jawab. Beriringan dengan giat pemadaman karhutla yang terus dilakukan saat ini, telah ditemukan dugaan pelanggaran perizinan,&quot; kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut Dwi Januanto Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).</p><p>[adsense]Temuan dan alat bukti pun terus dikembangkan guna mengejar penerima manfaat (beneficial owner) atas peristiwa <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> di areal konsesi.</p><p>&quot;Tidak menutup kemungkinan, selain penerapan sanksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/administratif/" target="_self">administratif</a> maupun proses <a href="https://www.topikseru.com/tag/pidana/" target="_self">pidana</a> yang diterapkan, ditempuh pula upaya penuntutan ganti kerugian atas kerusakan hutan apabila dalam hasil pemeriksaan terdapat dasar pertanggungjawaban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,&quot; kata dia.</p><p>[adsense]Januanto juga menambahkan bahwa isu <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> dan lahan menjadi perhatian banyak negara, terutama terkait asap lintas batas (transboundary haze).</p><p>Indonesia telah menandatangani ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) pada 2002 dan meratifikasinya melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014 tentang Pengesahan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas).</p><p>[adsense]Pemerintah terus memperkuat komitmen terhadap AATHP melalui peningkatan penanganan dan penanggulangan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak karhutla, serta penegakan hukum.</p><p>Selain perjanjian regional AATHP, penguatan kebijakan domestik dari negara anggota ASEAN dalam penanganan asap lintas batas juga menjadi menjadi faktor pendorong bagi upaya penanggulangan dampak <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a>. </p><p>[adsense]&quot;Semangat penguatan peraturan otoritas seperti itu tentunya wujud kebersamaan ASEAN dalam penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/kebakaran-hutan/" target="_self">kebakaran hutan</a> dan lahan pada umumnya,&quot; ujar dia.</p><p>Dalam perspektif penegakan hukum, penguatan kebijakan tersebut sejalan dengan giat penegakan hukum secara multidoor (pengenaan sanksi administrasi, <a href="https://www.topikseru.com/tag/pidana/" target="_self">pidana</a> dan potensi gugatan kerugian ekosistem hutan) yang dilaksanakan oleh Ditjen Gakkum Kehutanan.</p><p>[adsense]Selain itu, Januanto memastikan Kemenhut terus melakukan pemadaman dan penanganan dampak asap, sekaligus mengawasi pelaksanaan sanksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/administratif/" target="_self">administratif</a>, terutama pemenuhan kewajiban pemulihan ekosistem oleh pemegang izin.</p><p>Pada saat yang sama, penyelidikan dan penyidikan perkara <a href="https://www.topikseru.com/tag/pidana/" target="_self">pidana</a> terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.</p><p>[adsense]&quot;Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mengendalikan kebakaran dan dampak asap, memperkuat kepatuhan, memastikan pemulihan kawasan terdampak, serta mencegah karhutla terus berulang,&quot; katanya. </p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/903ce9225fca3e988c2af215d4e544d3_3a54a2c54e02c524688641a517b5fefb.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/nasional/57318/kemenhut-penanganan-kebakaran-hutan-harus-sentuh-pihak-yang-bertanggung-jawab/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KAI Perkuat Layanan Kereta Api Sumut dengan Tiga Lokomotif Tambahan</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KAI Perkuat Layanan Kereta Api Sumut dengan Tiga Lokomotif Tambahan]]></title>
            <description><![CDATA[PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat operasional kereta api di wilayah Sumatera Utara melalui kedatangan tiga unit lokomotif ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Medan &ndash;</b> <a href="https://www.topikseru.com/tag/pt-kereta-api-indonesia/" target="_self">PT Kereta Api Indonesia</a> (Persero) memperkuat operasional kereta api di wilayah Sumatera Utara melalui kedatangan tiga unit <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> tipe CC201 yang dikirim dari Sumatera Selatan. Penambahan sarana ini ditujukan untuk mendukung kelancaran operasional sekaligus menjaga keandalan layanan <a href="https://www.topikseru.com/tag/transportasi/" target="_self">transportasi</a> rel bagi masyarakat.</p>[adsense]<p>Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan tiga <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> bernomor seri CC2018335, CC2018341, dan CC2018355 tersebut dikirimkan melalui Pelabuhan Panjang di Lampung pada Senin (5/10). Kemudian ketiga armada itu tiba di Pelabuhan Belawan pada Senin (19/10/2026) dan nantinya akan memperkuat armada perkeretaapian di wilayah Sumut.</p><p>"Penambahan tiga <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional kereta api di Sumatera Utara. Keandalan sarana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara terencana dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," ujar Anwar. </p>[adsense]<p>Selesai dibongkar di Pelabuhan Belawan, seluruh armada dikirim ke Medan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh di Balai Yasa Pulubrayan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan setiap unit berada dalam kondisi teknis yang prima sebelum resmi dioperasikan melayani perjalanan kereta api.</p><p>Dengan tibanya tiga unit ini, KAI Divre I Sumut mencatat total kedatangan tujuh <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> dari Sumatera Selatan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, empat <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> CC201 telah lebih dulu diterima pada 20 Maret 2026. Secara keseluruhan, KAI Divre I Sumut kini mengoperasikan 33 <a href="https://www.topikseru.com/tag/lokomotif/" target="_self">lokomotif</a> dari berbagai tipe untuk mendukung layanan operasional.</p>[adsense]<p>Penguatan armada ini sejalan dengan tren positif angkutan kereta api di Sumatera Utara sepanjang Januari hingga September 2026. Di sektor angkutan penumpang, KAI Divre I Sumut telah melayani sebanyak 2.061.785 pelanggan. Sementara di sektor logistik dan barang, volume distribusi tercatat mencapai 625.886 ton pada periode yang sama.</p><p>Melalui penambahan sarana ini, KAI Divre I Sumatera Utara berharap dapat mempermudah dan memaksimalkan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar pengiriman komoditas andalan guna menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.</p>[adsense]<p>"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan bagi masyarakat. Kehadiran armada tambahan ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga melalui mobilitas yang makin lancar, ketersediaan sarana yang andal, serta kemudahan aksesibilitas antarwilayah di Sumatera Utara," pungkas Anwar.</p><p></p>[adsense]]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/903ce9225fca3e988c2af215d4e544d3_kai-ok-1.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/bisnis/57317/kai-perkuat-layanan-kereta-api-sumut-dengan-tiga-lokomotif-tambahan/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sarang Narkoba Gang Nasional Digerebek, Pengedar Diringkus dan Barak Dihancurkan</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sarang Narkoba Gang Nasional Digerebek, Pengedar Diringkus dan Barak Dihancurkan]]></title>
            <description><![CDATA[Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan bersama tim gabungan Ditresnarkoba Polda Sumut, BNN, dan TNI, Senin (19/10/2026) siang, menggerebek]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Medan &ndash;</b> Satuan Reserse Narkoba <a href="https://www.topikseru.com/tag/polrestabes-medan/" target="_self">Polrestabes Medan</a> bersama tim gabungan Ditresnarkoba Polda Sumut, BNN, dan TNI, Senin (19/10/2026) siang, menggerebek sarang narkoba di <a href="https://www.topikseru.com/tag/jalan-brigjen-katamso/" target="_self">Jalan Brigjen Katamso</a> <a href="https://www.topikseru.com/tag/gang-nasional/" target="_self">Gang Nasional</a>, Kecamatan Medan Maimun. </p><p>[adsense]Dalam penggerebekan ini, petugas meringkus seorang pengedar narkoba, dan menyita beragam barang bukti narkotika.</p><p>Penggerebekan dipimpin Kasatresnarkoba <a href="https://www.topikseru.com/tag/polrestabes-medan/" target="_self">Polrestabes Medan</a>, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, dilakukan guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat.</p><p>[adsense]Tim gabungan melakukan penyelidikan dan mendapati adanya aktivitas terlarang seorang pria berinisial MR (27), warga Jalan Sei Mati Gang Bunga, Kecamatan Medan Maimun, berperan aktif menjual narkoba di lokasi penggerebekan.</p><p>&quot;Pelaku ini merupakan penjual utama di gang ini. Dari tangan yang bersangkutan kami sita 2 paket sabu siap edar, hampir 1 ons ganja kering, timbangan elektrik, dan sejumlah uang,&quot; jelas Rafli.</p><p>[adsense]Rafli menambahkan, di lokasi penggerebekan pihaknya menemukan dua barak narkoba, yang kemudian dihancurkan dan dibakar agar praktik serupa tidak terulang.</p><p>&quot;Dua barak narkoba yang ditemukan kami hancurkan dan kami bakar. Ini komitmen kami bersama tim gabungan untuk menjadikan tempat ini bersih dari peredaran narkoba,&quot; ujar Rafli. </p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/cfecdb276f634854f3ef915e2e980c31_polrestabes-medan-20261019-at-212310.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/hukum-kriminal/57316/sarang-narkoba-gang-nasional-digerebek-pengedar-diringkus-dan-barak-dihancurkan/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolda Sumut Pimpin Sertijab Wakapolda Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolda Sumut Pimpin Sertijab Wakapolda Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Medan &ndash;</b> Kapolda Sumatera Utara <a href="https://www.topikseru.com/tag/irjen-pol--sonny-irawan/" target="_self">Irjen Pol. Sonny Irawan</a> memimpin upacara serah terima jabatan (<a href="https://www.topikseru.com/tag/sertijab/" target="_self">sertijab</a>) Wakapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang di Aula <a href="https://www.topikseru.com/tag/tribrata/" target="_self">Tribrata</a> Polda Sumut, Senin (19/10/2026).  </p><p>[adsense]Sertijab ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier, penyegaran kepemimpinan, serta peningkatan kinerja organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.</p><p>Dalam mutasi tersebut, jabatan Wakapolda Sumut diserahterimakan dari Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak kepada Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.</p><p>[adsense]Sementara itu, Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Seiring dengan penugasan tersebut, Naek Pamen Simanjuntak diproyeksikan naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dari bintang satu menjadi bintang dua.</p><p>Pergantian jabatan juga berlangsung pada posisi Kapolresta Deli Serdang. Kombes Pol. Hendria Lesmana selanjutnya mengemban tugas sebagai Dirbinmas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sedangkan jabatan Kapolresta Deli Serdang dipercayakan kepada Kombes Pol. Muhammad, yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasum Polri.</p><p>[adsense]Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme personel.</p><p>&quot;Mutasi dan serah terima jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Selain sebagai bagian dari pembinaan karier, langkah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,&quot; ujar Ferry.</p><p>[adsense]Ia menambahkan, Kapolda Sumut <a href="https://www.topikseru.com/tag/irjen-pol--sonny-irawan/" target="_self">Irjen Pol. Sonny Irawan</a> mengharapkan pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, melanjutkan program kerja yang telah berjalan, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.</p><p>Menurut Ferry, jabatan Wakapolda memiliki peran strategis dalam membantu Kapolda mengoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian di wilayah Sumatera Utara. Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang diharapkan mampu memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), meningkatkan pelayanan publik, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.</p><p>[adsense]&quot;Kapolda Sumut menekankan pentingnya soliditas, integritas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Kami berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta konsisten memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang terbaik,&quot; katanya.</p><p>Ferry juga mengajak seluruh personel Polda Sumut untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.</p><p>[adsense]Melalui <a href="https://www.topikseru.com/tag/sertijab/" target="_self">sertijab</a> ini, Polda Sumut diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Utara.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/f7e6c85504ce6e82442c770f7c8606f0_kapolda-1-ok.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/sumut/57315/kapolda-sumut-pimpin-sertijab-wakapolda-brigjen-pol-fadillah-zulkarnaen/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Evaluasi P-APBD 2026, Pemprov dan DPRD Sumut Sebut Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Evaluasi P-APBD 2026, Pemprov dan DPRD Sumut Sebut Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun]]></title>
            <description><![CDATA[Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama DPRD Sumut menuntaskan pembahasan tindak lanjut hasil evaluasi Kemendagri]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Medan &ndash;</b> Pemerintah Provinsi (<a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a>) Sumatera Utara (Sumut) bersama <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut menuntaskan pembahasan tindak lanjut hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (<a href="https://www.topikseru.com/tag/p-apbd/" target="_self">P-APBD</a>) Tahun Anggaran 2026. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan rancangan peraturan daerah (Ranperda) dan rancangan peraturan gubernur (Ranpergub) sebelum ditetapkan sesuai ketentuan.</p><p>[adsense]Pembahasan berlangsung dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut Ihwan Ritonga di Ruang Rapat <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut, Senin (19/10/2026). Rapat diawali dengan penyampaian tindak lanjut hasil evaluasi Mendagri terhadap Ranperda tentang <a href="https://www.topikseru.com/tag/p-apbd/" target="_self">P-APBD</a> 2026 dan Ranpergub tentang Penjabaran <a href="https://www.topikseru.com/tag/p-apbd/" target="_self">P-APBD</a> 2026 oleh Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumut, Timur Tumanggor.</p><p>Timur yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut menjabarkan sejumlah struktur perubahan APBD 2026, mulai dari pendapatan daerah, belanja daerah, rekapitulasi pagu organisasi perangkat daerah (OPD), hingga alokasi anggaran untuk program nasional.</p><p>[adsense]"<a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut telah mengupayakan ketepatan setiap tahapan, dari perubahan RKPD hingga Ranpergub. Sesuai dengan pasal 6 Permendagri 9/2021," ucapnya.</p><p>Timur menjelaskan, berdasarkan penyesuaian hasil evaluasi rancangan <a href="https://www.topikseru.com/tag/p-apbd/" target="_self">P-APBD</a> 2026, pendapatan daerah menjadi Rp12,955 triliun, meningkat Rp1,29 triliun dibandingkan APBD 2026 sebesar Rp11,664 triliun. Kenaikan tersebut sebagian besar bersumber dari transfer pemerintah pusat.</p><p>[adsense]Sementara itu, belanja daerah mengalami kenaikan Rp1,658 triliun, dari sebelumnya Rp11,678 triliun menjadi Rp13,337 triliun setelah penyesuaian hasil evaluasi.</p><p>"Hasil evaluasi menjadi dasar penyempurnaan Ranperda dan Ranpergub. Kedua rancangan disempurnakan sesuai hasil evaluasi dan ditetapkan sesuai ketentuan," ucapnya.</p><p>[adsense]Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua Fraksi PAN <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut Yahdi Khoir Harahap menyampaikan, secara umum hasil evaluasi Kemendagri tidak membawa perubahan signifikan terhadap rancangan <a href="https://www.topikseru.com/tag/p-apbd/" target="_self">P-APBD</a> 2026. Pihaknya bersyukur karena rancangan anggaran tersebut tidak mendapat banyak koreksi dari pemerintah pusat.</p><p>Meski demikian, Yahdi memberikan sejumlah masukan kepada <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut, terutama terkait transfer dana ke kas daerah. Ia menyarankan agar <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut terus membangun komunikasi dan melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat, mengingat masih banyak kebutuhan pemulihan pascabencana alam yang harus ditangani.</p><p>[adsense]Selain itu, Yahdi mendorong <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut mencari alternatif sumber pembiayaan, salah satunya melalui skema pinjaman daerah. Ia juga menyarankan agar <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut segera menyurati dan melakukan pendekatan kepada PT Inalum terkait kemungkinan pemutihan utang <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut.</p><p>"<a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut tetap melakukan pendekatan ke pemerintah pusat karena dampak bencana juga belum usai. Lobi ke Inalum agar hutang bisa diputihkan," ucapnya.</p><p>[adsense]Senada dengan itu, Ketua Fraksi Gerindra <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut Benny Sihotang mendorong <a href="https://www.topikseru.com/tag/pemprov/" target="_self">Pemprov</a> Sumut melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.</p><p>Menurutnya, sejumlah alternatif dapat dijajaki, antara lain pinjaman daerah, penerbitan obligasi, serta kerja sama pembiayaan dengan Bank Sumut dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia menekankan agar pembiayaan alternatif tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur.</p><p>[adsense]"Kita tidak bisa lagi berharap dari APBD murni. Maka harus dicari pembiayaan lainnya. Saran kami, pinjaman itu nantinya dikhususkan untuk infrastruktur saja," pungkasnya.</p><p>Rapat tersebut turut dihadiri seluruh pimpinan OPD, pimpinan BUMD, serta para ketua fraksi <a href="https://www.topikseru.com/tag/dprd/" target="_self">DPRD</a> Sumut.  </p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/f2217062e9a397a1dca429e7d70bc6ca_sumut-ok.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/sumut/57314/evaluasi-papbd-2026-pemprov-dan-dprd-sumut-sebut-pendapatan-daerah-naik-rp129-triliun/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Banjir Hingga Parkir Dibahas Wali Kota Medan dan DPRD</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Banjir Hingga Parkir Dibahas Wali Kota Medan dan DPRD]]></title>
            <description><![CDATA[Penanganan banjir, pencemaran lingkungan, penertiban parkir, keberlanjutan transportasi massal hingga kesiapan menghadapi kebakaran gedung ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Medan &ndash;</b> Penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/banjir/" target="_self">banjir</a>, pencemaran lingkungan, penertiban <a href="https://www.topikseru.com/tag/parkir/" target="_self">parkir</a>, keberlanjutan transportasi massal hingga kesiapan menghadapi kebakaran gedung bertingkat serta pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (<a href="https://www.topikseru.com/tag/pbg/" target="_self">PBG</a>) menjadi fokus kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kota Medan ke Balai Kota Medan, Senin (19/10/26).</p><p>[adsense]Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, didampingi Wakil Ketua Muhammad Afri Rizki Lubis dan Sekretaris Dame Duma Sari Hutagalung serta anggota komisi IV lainnya. </p><p>Pertemuan tersebut membahas pengawasan pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup, perumahan dan kawasan permukiman, tata ruang, <a href="https://www.topikseru.com/tag/pbg/" target="_self">PBG</a>, transportasi, serta mitigasi kebakaran.</p><p>[adsense]Rico Waas menegaskan, koordinasi eksekutif dan legislatif diperlukan untuk mengevaluasi program pembangunan sekaligus memastikan kebijakan menjawab kebutuhan masyarakat.</p><p>Dalam bidang infrastruktur, Rico Waas meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) memaparkan progres penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/banjir/" target="_self">banjir</a> dan drainase pada 2026 serta prioritas 2027. </p><p>[adsense]"Penanganan harus difokuskan pada titik genangan dengan dampak paling tinggi, termasuk Jalan Letda Sujono yang telah dianggarkan untuk diperbaiki", kata Rico Waas. </p><p>Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul sependapat, penanganan <a href="https://www.topikseru.com/tag/banjir/" target="_self">banjir</a> perlu diprioritaskan melalui pemetaan titik genangan dan pemilihan solusi yang tepat, seperti sumur resapan maupun pompa. "Kami menyoroti genangan di Jalan Letda Sujono yang telah berlangsung lama dan berharap penanganannya lebih efektif serta berkelanjutan," jelasnya.</p><p>[adsense]Di bidang lingkungan hidup, Rico Waas meminta Dinas Lingkungan Hidup memperketat pengawasan pencemaran dan limbah perusahaan serta menindak pelanggaran sesuai aturan. Paul turut menekankan penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), perkembangan pengelolaan sampah, serta ketersediaan dan akses tempat pemakaman umum (TPU) bagi warga.</p><p>Terkait Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Rico menyampaikan, proyek masih dalam tahap persiapan dan perancangan, dengan groundbreaking ditargetkan akhir 2026 atau awal 2027 serta operasional pada 2028.</p><p>[adsense]Persoalan <a href="https://www.topikseru.com/tag/parkir/" target="_self">parkir</a> juga menjadi perhatian. Rico Waas meminta Dinas Perhubungan menindak tegas pungutan yang melebihi tarif resmi, terutama di kawasan Lapangan Merdeka dan Kesawan.</p><p>"Saya mencontohkan tarif sepeda motor yang seharusnya Rp2.000 tetapi dipungut Rp5.000, serta mobil yang seharusnya Rp3.000 menjadi Rp10.000. ini perlu tindakan tegas," ujar Rico Waas. </p><p>[adsense]Terkait <a href="https://www.topikseru.com/tag/parkir/" target="_self">parkir</a>, Paul mendorong penyusunan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pengelolaan <a href="https://www.topikseru.com/tag/parkir/" target="_self">parkir</a>, termasuk pengaturan <a href="https://www.topikseru.com/tag/parkir/" target="_self">parkir</a> malam hari sesuai ketentuan, agar pengawasan lebih jelas dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dapat dioptimalkan.</p><p>Mengenai Bus Rapid Transit (BRT), Rico Waas mengatakan Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas skema pembiayaan dan pembagian tanggung jawab agar tidak membebani fiskal kota. </p><p>[adsense]"Kami meminta pembagian biaya yang lebih proporsional antara pemerintah kota, provinsi, dan daerah terkait, serta evaluasi kontrak dan regulasi program tersebut", ujarnya.</p><p>Keduanya turut membahas usulan penggratisan ongkos transportasi umum bagi pelajar. Rico Waas menyatakan gagasan itu perlu dikaji dengan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.</p><p>[adsense]Kesiapan menghadapi kebakaran gedung bertingkat menjadi perhatian berikutnya. Rico Waas menyebut sekitar 161 bangunan di Medan memiliki ketinggian lebih dari empat lantai, sementara jangkauan armada tangga pemadam kebakaran yang tersedia masih terbatas.</p><p>Ia meminta kajian pengadaan mobil tangga hidrolik, termasuk pemeriksaan spesifikasi dan perbandingan harga dengan armada milik Jakarta, Surabaya, dan Bekasi. Perkiraan harga yang mencapai puluhan miliar rupiah per unit harus diverifikasi agar pengadaan sesuai kebutuhan dan anggaran.</p><p>[adsense]Paul Simanjuntak mendukung penguatan armada, penambahan unit pelaksana teknis (UPT), serta pemenuhan personel dan fasilitas pemadam kebakaran untuk mempercepat waktu respons dan meningkatkan keselamatan warga.</p><p>Di bidang perumahan dan kawasan permukiman, Paul juga menyoroti persoalan <a href="https://www.topikseru.com/tag/pbg/" target="_self">PBG</a> dan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) publik dengan target 20 persen. Ia mendorong kajian pembelian lahan untuk taman, ruang rekreasi, dan fasilitas sosial, sekaligus memberikan kejelasan bagi warga yang tanahnya masuk dalam peruntukan RTH tetapi belum dapat dimanfaatkan.</p><p>[adsense]Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menilai perlunya percepatan perbaikan aturan terkait <a href="https://www.topikseru.com/tag/pbg/" target="_self">PBG</a> agar proses pengurusannya tidak menyulitkan masyarakat. Menurutnya, diperlukan kesamaan persepsi antarpihak untuk memperjelas perbedaan antara retribusi resmi yang dibayarkan kepada pemerintah dan biaya jasa konsultan pribadi. Kejelasan ini penting untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus menghindari praktik pengarahan kepada konsultan tertentu yang berpotensi merugikan pemohon.</p><p>Melalui pertemuan tersebut, Rico Waas dan Paul Simanjuntak menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan agar pembangunan tepat sasaran, anggaran digunakan secara efektif, dan persoalan perkotaan ditangani berdasarkan kebutuhan masyarakat.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/f2217062e9a397a1dca429e7d70bc6ca_medan-1-ok.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/medan/57313/banjir-hingga-parkir-dibahas-wali-kota-medan-dan-dprd/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Ditemukan Meninggal Dunia Oleh Tim SAR</guid>
            <pubDate>Tue, 20 Oct 2026 08:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Remaja Perempuan Hanyut di Sungai Ular Ditemukan Meninggal Dunia Oleh Tim SAR]]></title>
            <description><![CDATA[Tim SAR Gabungan dibawah koordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan akhirnya berhasil menemukan seorang remaja perempuan ]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><b>Topikseru.com</b><b>, Deli Serdang &ndash;</b> <a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan dibawah koordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan akhirnya berhasil menemukan seorang <a href="https://www.topikseru.com/tag/remaja/" target="_self">remaja</a> perempuan yang dilaporkan hanyut di <a href="https://www.topikseru.com/tag/sungai-ular/" target="_self">Sungai Ular</a>, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga (H.3), Senin (19/10/2026).</p><p>[adsense]Korban bernama Yesi (17) warga Dusun III Desa Denai Kuala, ditemukan pagi tadi pada pukul 08.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD). Korban ditemukan dalam posisi mengapung di pinggir sungai, sekitar 3,4 kilometer ke arah utara dari lokasi kejadian (LKP).</p><p>Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh <a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. </p><p>[adsense]Berdasarkan informasi yang diterima, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya sedang mandi di <a href="https://www.topikseru.com/tag/sungai-ular/" target="_self">Sungai Ular</a>, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Saat beraktivitas di sungai tersebut, korban dilaporkan hanyut terseret arus sungai.</p><p>Teman-teman korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa untuk meminta pertolongan. Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan. </p><p>[adsense]Selanjutnya, Kepala Desa Denai Kuala, Wardi, menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.</p><p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan 6 personel Tim Rescue beserta peralatan SAR menuju lokasi kejadian pada Sabtu (17/10/2026). </p><p>[adsense]Tim kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian, BPBD Deli Serdang, dan pemerintah setempat, dilanjutkan dengan asesmen awal serta briefing bersama potensi SAR yang terlibat.</p><p>Dalam pelaksanaan pencarian, <a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan membagi unsur pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian menggunakan Aqua Eye serta penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet sejauh kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai. Sementara itu, SRU 2 melaksanakan pencarian melalui penyisiran darat dari lokasi kejadian sejauh kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir sungai.</p><p>[adsense]Pada hari ketiga pencarian, Senin (19/10/2026), <a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan melanjutkan pencarian pada pukul 07.30 WIB sesuai dengan rencana operasi SAR yang telah ditetapkan hingga akhirnya korban ditemukan Pada pukul 08.20 WIB.</p><p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC)  menyampaikan, pelaksanaan pencarian dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR yang terlibat.</p><p>[adsense]</p><p>&quot;<a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan telah melaksanakan upaya pencarian sesuai dengan rencana operasi, baik melalui penyisiran permukaan air maupun pencarian di sepanjang tepian sungai. Pada hari ketiga, korban akhirnya berhasil ditemukan.&quot;</p><p>[adsense]Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa korban berhasil ditemukan pada pukul 08.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p><p>&quot;Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat, masyarakat, serta keluarga korban yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.&quot;</p><p>[adsense]Hery juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan lainnya. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan potensi bahaya, terutama kondisi arus dan kedalaman sungai, serta memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan orang dewasa saat berada di area perairan.</p><p>&quot;Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain atau beraktivitas di sekitar sungai. Hindari berenang atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, serta jangan memaksakan diri beraktivitas apabila kondisi arus dan lingkungan tidak aman. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, segera hubungi layanan darurat 115 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas SAR.&quot;</p><p>[adsense]Dalam pelaksanaan operasi, <a href="https://www.topikseru.com/tag/tim-sar/" target="_self">Tim SAR</a> Gabungan menggunakan sejumlah peralatan SAR, antara lain Rescue Car Double Cabin, perahu karet, peralatan water rescue, Aqua Eye, peralatan komunikasi, APD personal, lampu penerangan (headlamp), serta kantong mayat.</p><p>Dengan ditemukannya korban dan selesainya proses evakuasi, Operasi SAR H.3 kondisi membahayakan manusia (KMM) satu orang tenggelam di <a href="https://www.topikseru.com/tag/sungai-ular/" target="_self">Sungai Ular</a> diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.</p><p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://topikseru.com/cdn/https://www.topikseru.com/cdn/uploads/images/2026/10/3988c7f88ebcb58c6ce932b957b6f332_sar-1.webp" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.topikseru.com/sumut/57312/remaja-perempuan-hanyut-di-sungai-ular-ditemukan-meninggal-dunia-oleh-tim-sar/</link>
            <author><![CDATA[Agussupratman]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>