Sabtu, 26 September 2026

Longsor dan Banjir Lumpuhkan Jalur Padangsidimpuan–Sibolga, Sopir Terjebak 24 Jam

Ameq - Kamis, 27 November 2025 07:05 WIB
Longsor dan Banjir Lumpuhkan Jalur Padangsidimpuan–Sibolga, Sopir Terjebak 24 Jam
longsor
Topikseru.com - Akses utama Jalan Lintas Padangsidimpuan menuju Sibolga lumpuh total setelah kawasan tersebut diterjang longsor dan banjir sejak Selasa malam. Sejumlah pengemudi terpaksa bermalam di dalam kendaraan karena antrean yang tidak bergerak selama berjam-jam. Salah seorang sopir, Rahmat, mengaku sudah lebih dari 24 jam tidak bisa melanjutkan perjalanan. Ia hendak menuju Tanjungbalai, namun terjebak tepat di jalur yang terendam banjir. "Sudah satu malam saya di sini. Tidak ada pergerakan sama sekali. Jalan alternatif pun tidak ada, sementara air justru makin naik," ujar Rahmat, Rabu (26/11/2025). Pengemudi minibus lainnya, Ikbal, mengatakan bahwa antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer. Ia mengaku sudah 12 jam menunggu tanpa kejelasan. "Akses benar-benar tak bisa dilalui. Longsor menutup badan jalan, kami cuma bisa menunggu alat berat bekerja," ungkapnya.

Kasat Lantas: Jalur Medan–Tapanuli Selatan–Sibolga Putus Total

Kasatlantas Polres Tapanuli Selatan, Iptu James Sihombing, membenarkan bahwa jalur utama tersebut masih belum dapat dilalui. Longsor terjadi di beberapa titik, salah satunya di Desa Aek Nabara. "Jalur lintas Padangsidimpuan–Sibolga untuk sementara tidak bisa dilewati. Alat berat masih bekerja membersihkan material longsor," ujarnya. Dia menjelaskan, material longsor di titik pertama, tepatnya kawasan Batang Toru, sudah berhasil dipinggirkan. Namun pembersihan di titik kedua baru dilakukan hari ini dan diperkirakan membutuhkan waktu tambahan.

Delapan Daerah Terdampak Bencana Sejak 22 November

Bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara terjadi sejak 22 hingga 27 November 2025. Berdasarkan data sementara BPBD Sumut, terdapat delapan kabupaten/kota yang terdampak, yaitu:
  • Padangsidimpuan
  • Mandailing Natal
  • Tapanuli Selatan
  • Tapanuli Utara
  • Tapanuli Tengah
  • Sibolga
  • Pakpak Bharat
  • Langkat
Curah hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya longsor, banjir, dan putusnya akses transportasi di sejumlah titik. BPBD Sumut masih terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan.

Sumber
:
Berita Terkait
Wapres Gibran Minta Cicilan Warga Korban Banjir Solok Diringankan
Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Banjir Bandang Solok Resmi Berakhir
Banjir Bandang Arosuka Putuskan Jalur Solok-Padang, Pengendara Dialihkan ke Padang Panjang
Wali Kota Medan Tegaskan P-APBD 2026 Difokuskan untuk Atasi Banjir Hingga Infrastuktur
Banjir Bandang Terjang Arosuka Solok: Kantor Bupati Terendam, Jalur Utama Lumpuh
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai