Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (16/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 66,23 poin atau 1,10% ke 6.108,20.
Ada sebanyak 372 saham naik, 238 saham turun dan 185 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,94%, sektor barang baku naik 1,57% dan sektor properti yang naik 1,31%.
Dengan total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 29,90 miliar saham dengan total nilai Rp 13,04 triliun.
Top gainers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) (10,27%)
2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (6,81%)
3. PT Astra International Tbk (ASII) (5,15%)
Top losers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (-3,61%)
2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (-2,46%)
3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (-2,21%)
Analis Pasar: Pergerakan IHSG akan Dipengaruhi Rilis Data Ekonomi dari China
Pada perdagangan Rabu (15/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
Di mana IHSG naik 0,04% ke level 6.041,97. Meski menguat, pergerakan indeks masih cenderung volatil, seiring tekanan dari sektor finansial dan energi.
Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, kondisi pasar saat ini masih dibayangi oleh sejumlah sentimen eksternal.
“IHSG masih didominasi tekanan jual dan pergerakannya cenderung volatil, tertekan oleh sektor finansial dan energi,” kata Herditya.
Prospektif untuk Dikoleksi Ia menambahkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga cenderung melemah tipis, sehingga turut membatasi ruang penguatan indeks.
Selain itu, pelaku pasar masih mencermati kenaikan harga minyak dunia serta arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
“Investor masih mencermati pergerakan harga minyak dunia yang menguat dan juga pidato The Fed mengenai arah kebijakannya,” jelasnya.
Untuk perdagangan Kamis (16/7/2026), Herditya memperkirakan, IHSG berpotensi mengalami koreksi. “Untuk besok, kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support di 6.020 dan resistance di 6.057,” ungkapnya.
Menurutnya, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi dari China, termasuk data industri dan produk domestik bruto (PDB).
Untuk strategi perdagangan, investor dapat mencermati sejumlah saham. Di antaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada kisaran Rp 2.990-Rp 3.120.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di rentang Rp 162-Rp 180, serta PT Timah Tbk (TINS) pada kisaran Rp 3.650-Rp 3.900 per saham.
Berita Terkait