Senin, 28 September 2026

IHSG Berhasil Rebound dan Tampil Perkasa di Level 6.162,186 Siang Ini

Mhd Rabbani - Rabu, 29 Juli 2026 11:25 WIB
IHSG Berhasil Rebound dan Tampil Perkasa di Level 6.162,186 Siang Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan hari ini. Rabu (29/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan tampil perkasa IHSG menguat 31,598 poin atau 0,52% ke 6.162,186. Penguatan IHSG ini disokong seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Kesehatan yang melonjak 1,9%. Diikuti, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Transportasi dan Logistik serta IDX Sektor Perindustrian. Selanjutnya ada IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Teknologi, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Infrastruktur. Berikutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer dan IDX Sektor Keuangan. Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 2,48% PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 2,24% PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 2% Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,75% PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 0,48% PT Indosat Tbk (ISAT) turun 0,26%.

IHSG Masih Bergerak Terbatas dengan support di kisaran 6.100-6.040 dan Resistance di 6.200-6.268.

Pada perdagangan Selasa (28/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meningkatnya tekanan dari sentimen eksternal dan domestik. IHSG terkoreksi 0,89% ke level 6.130,59, dipicu aksi jual pada saham-saham perbankan dan properti. Pelemahan ini juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang berada di zona merah serta depresiasi nilai tukar rupiah yang kembali mendekati Rp18.100 per dolar AS. Dari sisi global, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Sementara dari domestik, sentimen masih dibayangi ketidakpastian pasca pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pelemahan rupiah, serta masih terbatasnya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, pergerakan IHSG masih akan cenderung terbatas dengan kecenderungan melemah. “Kami memproyeksikan IHSG masih bergerak terbatas dengan bisa melemah, dengan support di kisaran 6.100-6.040 dan resistance di 6.200-6.268," "Secara teknikal, area support tersebut menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang rebound jangka pendek,” jelasnya. Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang secara konsensus diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Namun demikian, fokus utama pasar akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga ke depan atau forward guidance. “Selain itu, pergerakan rupiah yang masih berada di sekitar Rp18.100 per dolar AS juga akan menjadi perhatian utama karena berpotensi memengaruhi arus modal asing dan sentimen investor,” imbuhnya. Untuk strategi perdagangan, Reza merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati. Direkomendasikan buy pada kisaran Rp123-Rp126 dengan target harga Rp134-Rp141 dan stop loss di bawah Rp120 per saham. Selanjutnya, BACH dapat dibeli pada rentang Rp570-Rp590 dengan target Rp600-Rp620 serta stop loss di bawah Rp560 per saham. IHSG Berpeluang Rebound Sementara itu, Direkomendasikan buy di kisaran Rp1.730-Rp1.750 dengan target harga Rp1.780-Rp1.820 dan stop loss di bawah Rp1.725 per saham.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290