Senin, 28 September 2026

IHSG Dibuka Menguat 29,47 Poin Berdiri di Level di Level 6.119,34 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 30 Juli 2026 09:45 WIB
IHSG Dibuka Menguat 29,47 Poin Berdiri di Level di Level 6.119,34 Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakart - Pada awal perdagangan Kamis (30/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat IHSG menguat 29,47 poin atau 0,47% ke 6.119,34. Ada sebanyak 291 saham naik, 111 saham turun dan 220 saham stagnan. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang naik 1,12%. Sektor barang konsumen siklikal yang naik 0,94% dan sektor energi yang naik 0,94%. Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor properti yang turun 0,30%, Sektor perindustrian turun 0,20% dan sektor teknologi yang turun 0,02%. Berikut Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,54 miliar saham dengan total nilai Rp 550,12 miliar. Top gainers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (3,24%) 2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (3,06%) 3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (2,80%) Top losers LQ45 pagi ini adalah: 1. PT United Tractors Tbk (UNTR) (-2,86%) 2. PT Astra International Tbk (ASII) (-0,81%) 3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-0,71%) Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Lanjutkan Pelemahannya dengan Support di Level 6.005 dan Resistance di 6.134 Pada perdagangan Rabu (29/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah di pasar spot. Di mana, pelemahan indeks dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak dunia, hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup terkoreksi 0,64% atau turun 39,20 poin ke level 6.091,39. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pasar saham Indonesia sepanjang pekan ini masih menghadapi tekanan arus dana asing yang keluar dari pasar reguler. “Selama sepekan ini kami perkirakan outflow di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor,” katanya. Menurut Herditya, faktor pertama yang membebani pasar adalah sikap investor yang masih menunggu hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting pada 29 Juli waktu setempat. Pasar memperkirakan bank sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Harga minyak Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) kembali bergerak ke kisaran US$80 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan Iran terhadap militer Amerika Serikat yang mengakhiri gencatan senjata sementara. Di sisi domestik, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menambah tekanan terhadap pasar saham. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp18.107 per dolar AS, mencerminkan meningkatnya tekanan di pasar keuangan. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren pelemahannya. “IHSG masih rawan melanjutkan pelemahannya dengan level support di 6.005 dan resistance di 6.134,” ujar Herditya. Ia menambahkan, pelaku pasar akan terus mencermati sejumlah sentimen utama, terutama hasil rapat FOMC yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan. Di saat yang sama, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi memengaruhi pergerakan harga komoditas global serta arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati investor untuk perdagangan berikutnya, yaitu: -ESSA pada kisaran Rp670–Rp695 per saham. -INDF pada rentang Rp7.100–Rp7.300 per saham. -MDKA pada kisaran Rp2.820–Rp3.130 per saham.  

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290