Jumat, 25 September 2026

Harga Emas Spot Diramalkan Berpeluang Lanjut Menguat Menguji Level Resistance US$ 4.135–US$ 4.202

Mhd Rabbani - Rabu, 05 Agustus 2026 13:34 WIB
Harga Emas Spot Diramalkan Berpeluang Lanjut Menguat Menguji Level Resistance US$ 4.135–US$ 4.202
Harga Emas
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (5/8/2026) harga emas spot berpeluang melanjutkan tren penguatan seiring memuncaknya aksi perburuan aset safe haven. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, Rabu (5/8/2026) pukul 10.57 WIB, harga emas bertengger di level US$ 4.129,47 per ons troi, menguat 1,26% dari sehari sebelumnya. Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren bullish. Momentum kenaikan ini dinilai semakin mendominasi setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi dan membentuk pola teknikal yang mendukung penguatan lanjutan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa grafik emas pada time frame daily menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif melalui kemunculan pola Bullish Pennant. Pola ini umumnya menjadi penanda kelanjutan tren naik pasca-konsolidasi. "Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan beli kembali meningkat dan buyer mulai mengambil alih kendali pasar untuk mendorong harga menuju area resistance yang lebih tinggi," ujar Geraldo dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026). Selain pola Bullish Pennant, sinyal penguatan diperkuat oleh indikator Stochastic yang terus bergerak naik menuju zona overbought. Dari sisi penopang harga, indikator Moving Average (MA) 21 kini berubah fungsi menjadi dynamic support yang menjaga struktur kenaikan harga emas. Berdasarkan kombinasi indikator teknikal tersebut, Geraldo memproyeksikan target kenaikan emas terdekat berada di area resistance US$ 4.135 per ons troi. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan konfirmasi yang kuat, peluang penguatan diperkirakan berlanjut hingga menguji area US$ 4.202 per ons troi. Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika fundamental global. Pada sesi perdagangan Asia, pergerakan emas diprediksi cenderung variatif akibat dua sentimen yang saling bertolak belakang. Sentimen positif datang dari memanasnya tensi geopolitik global, khususnya laporan mengenai menipisnya stok rudal presisi jarak jauh milik AS pasca-eskalasi dengan Iran. Kekhawatiran ini mendorong investor untuk mempertahankan kepemilikan pada aset safe haven sebagai instrumen lindung nilai. Namun, laju kenaikan harga emas masih berpotensi tertahan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Rangkaian data ekonomi AS yang terbilang solid memberikan angin segar bagi greenback, yang secara historis membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Geraldo menyarankan investor untuk tetap mencermati rilis data ekonomi AS lanjutan yang akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Sembari memantau level dynamic support MA 21 sebagai batasan risiko jika terjadi koreksi teknikal jangka pendek.
Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol di Level Rp2.6380.000 per Gram