Jumat, 25 September 2026

Harga Emas Spot Melanjutkan Reli Bertahan di Level Tertinggi dalam tTujuh Pekan

Mhd Rabbani - Jumat, 07 Agustus 2026 08:32 WIB
Harga Emas Spot Melanjutkan Reli Bertahan di Level Tertinggi dalam tTujuh Pekan
Harga Emas Spot
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (6/8/2026) harga emas spot melanjutkan reli untuk hari keempat berturut-turut dan bertahan di level tertinggi dalam tujuh pekan. Pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) mendorong investor kembali memburu aset safe haven, sementara pasar menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi penentu arah pergerakan emas berikutnya. Harga emas spot naik 0,4% ke US$ 4.261,98 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 18 Juni. Kontrak emas berjangka AS juga menguat 0,4% menjadi US$ 4.322,70 per ons troi. Penguatan ini melanjutkan lonjakan lebih dari 4% pada perdagangan sehari sebelumnya, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak Februari. "Arah suku bunga The Fed tetap menjadi penentu utama pergerakan harga emas." Sentimen positif datang setelah pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang bank sentral AS menaikkan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 57%, dari 65% pada pekan lalu. Penurunan ekspektasi tersebut meningkatkan daya tarik emas. Pasalnya, ketika prospek suku bunga lebih rendah, biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas ikut menurun. Meski demikian, reli emas masih akan diuji oleh laporan non-farm payrolls atau data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat (7/8). Data tersebut diperkirakan menjadi acuan utama bagi The Fed dalam menentukan langkah kebijakan moneternya. Apabila pasar tenaga kerja menunjukkan perlambatan yang lebih dalam dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga diperkirakan semakin mengecil sehingga membuka ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan. Sebaliknya, data yang lebih solid berpotensi memicu aksi ambil untung karena memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Di luar faktor suku bunga, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak naik di tengah kehati-hatian pasar menunggu hasil pembicaraan Iran dan Oman. Iran dilaporkan memperingatkan negara-negara Teluk bahwa fasilitas energi dan infrastruktur penting mereka berisiko menjadi sasaran apabila serangan AS terhadap Iran terus berlanjut dan tidak diselesaikan melalui jalur diplomasi. Namun, harapan terhadap meredanya konflik dan terbukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global melalui penurunan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi memberi ruang bagi The Fed dan bank sentral lainnya untuk menjalankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif, yang pada akhirnya tetap mendukung prospek harga emas. Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot turun 0,9% menjadi US$ 61,53 per ons troi. Platinum relatif stabil di US$ 1.734,49 per ons troi, sedangkan paladium naik 1,2% menjadi US$ 1.380,33 per ons troi.
Sumber
:
Berita Terkait
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Harga Emas Spot Kembali Menguat dan Mencapai Level Tertinggi dalam Sepekan
The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Tokocrypto Peringatkan Risiko Pasar Kripto