Jumat, 16 Oktober 2026

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kualanamu, 3 Rute Domestik Batal dan 4 Delay

Muchlis - Jumat, 16 Oktober 2026 07:05 WIB
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kualanamu, 3 Rute Domestik Batal dan 4 Delay
Foto: Dok.PT Angkasa Pura Aviasi
Sejumlah pesawat terparkit di apron sisi udara di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026).

Topikseru.com, Deli Serdang - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Dampaknya, tiga penerbangan domestik dibatalkan dan empat penerbangan lainnya mengalami keterlambatan pada Kamis (15/10/2026).

Gangguan ini menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga dapat mengurangi jarak pandang yang dibutuhkan dalam operasional penerbangan.

Humas PT Angkasa Pura Aviasi, Zul Andrika, mengatakan tiga penerbangan domestik yang dibatalkan melayani rute Kualanamu - Mandailing Natal, Kualanamu - Takengon, dan Kualanamu - Sibolga.

Baca Juga:

Sementara itu, empat penerbangan mengalami keterlambatan, terdiri dari tiga penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

"Ya, hari ini tiga penerbangan domestik di-cancel. Ada empat penerbangan, di antaranya satu rute Kuala Lumpur mengalami delay," kata Zul di Deli Serdang, Kamis (15/10/2026).

Empat Penerbangan yang Tertunda Kembali Mengudara

Meski sempat mengalami gangguan, seluruh penerbangan yang tertunda dilaporkan telah kembali beroperasi hingga pukul 16.35 WIB.

Zul menjelaskan, keterlambatan terjadi karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat ikut terdampak kondisi kabut asap sejak pagi hari.

Menurut dia, penundaan berlangsung relatif singkat. Namun, kondisi tersebut tetap memengaruhi jadwal perjalanan sejumlah penumpang yang menggunakan layanan penerbangan domestik maupun internasional.

"Semua penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap sejak pagi hingga pukul 16.35 WIB sudah diterbangkan kembali," ujarnya.

Pihak pengelola bandara mencatat tiga pembatalan dan empat keterlambatan dalam laporan tersebut. Meski penerbangan yang tertunda sudah kembali terbang, informasi itu tidak berarti seluruh jadwal penerbangan berikutnya terbebas dari potensi gangguan.

Penumpang tetap perlu memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Jarak Pandang di Sumut Turun hingga 1 Kilometer

Gangguan penerbangan di Kualanamu terjadi di tengah kondisi kabut asap yang dilaporkan melanda berbagai wilayah Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan pengamatan di Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada pukul 10.00 WIB menunjukkan jarak pandang berada pada kisaran 1 hingga 4 kilometer.

Kondisi tersebut menandakan adanya penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah yang dipantau.

Hendro juga menyampaikan bahwa pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10/2026) tidak mendeteksi titik panas atau hotspot di Sumatera Utara. Meski demikian, kabut asap tetap teramati di wilayah provinsi tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak ditemukannya titik panas dalam pemantauan pada waktu tertentu tidak otomatis berarti udara bebas dari kabut asap.

Asal dan pergerakan asap memerlukan analisis lebih lanjut berdasarkan data meteorologi serta pemantauan lingkungan.

Kualitas Udara PM2.5 Perlu Diwaspadai

Selain menurunkan jarak pandang, kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat.

Menurut Hendro, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 di wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat terhirup ketika seseorang bernapas. Paparan partikel ini menjadi perhatian terutama ketika konsentrasinya meningkat dan masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar mengurangi aktivitas luar ruangan saat udara berkabut atau jarak pandang menurun.

Jika kegiatan di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan menggunakan masker.

"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," kata Hendro.

Penumpang Diminta Memantau Jadwal Penerbangan

Gangguan di Bandara Kualanamu memperlihatkan bagaimana kondisi atmosfer dapat memengaruhi perjalanan udara dan aktivitas masyarakat.

Bagi penumpang, pembatalan atau perubahan jadwal dapat berdampak pada agenda perjalanan, termasuk perjalanan bisnis, kunjungan keluarga, dan penerbangan lanjutan.

Karena itu, calon penumpang disarankan memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat.

Penumpang yang penerbangannya dibatalkan juga perlu menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi mengenai pilihan penjadwalan ulang atau ketentuan pengembalian dana yang berlaku.

Sementara itu, perkembangan kabut asap di Sumatera Utara perlu terus dipantau, terutama apabila jarak pandang kembali menurun.

Kondisi cuaca dan kualitas udara dapat berubah, sehingga informasi operasional penerbangan terbaru tetap menjadi acuan bagi masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Internasional Kualanamu.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Sumut Diterpa Kabut Asap, Gubsu Bobby Berlakukan Sekolah Daring
Bobby Nasution Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kabut Asap di Sumut, Danau Toba Jadi Sasaran Awal
Malaysia Tak Ingin Kabut Asap Picu Ketegangan dengan Indonesia, ASEAN Jadi Jalur Utama
Kopi Sinaok dan Keripik UMKM Dairi Tampil di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas
Kabut Asap dan Tragedi Garuda GA 152, Mengenang Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan di Indonesia
Lagi, Kabut Asap Tunda 9 Penerbangan di Bandara Kualanamu