Topikseru.com - Manchester United kembali terpuruk di Liga Champions 2026-2027. Bertandang ke markas Como 1907 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, Setan Merah dipaksa pulang dengan kekalahan telak 1-4 setelah gagal mengimbangi permainan agresif tuan rumah.
Nico Paz menjadi sosok sentral dalam kemenangan Como. Gelandang serang asal Argentina itu mencetak dua gol pada menit kedua dan ke-57, sekaligus menyumbangkan assist untuk gol Anastios Douvikas pada menit ke-49.
Jacobo Ramon melengkapi pesta gol tim besutan Cesc Fabregas pada menit ke-76. Sementara itu, Manchester United hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada masa injury time babak kedua.
Baca Juga:
Hasil ini memperpanjang rentetan pertandingan tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh laga sejak kemenangan 4-0 atas Sabah FK pada 11 September 2026. Sebaliknya, Como menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di panggung Eropa pada musim debutnya di kompetisi tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras itu baru berjalan dua menit saat Nico Paz menerima operan Lucas Da Cunha di dekat kotak penalti.
Setelah mengontrol bola, pemain Argentina tersebut melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Senne Lammens.
Gol cepat itu langsung mengubah arah pertandingan. Como tampil percaya diri, sedangkan Manchester United kesulitan mengambil kendali permainan.
Kebobolan pada menit-menit awal juga memperpanjang persoalan pertahanan MU. Pada pertandingan sebelumnya melawan Atletico Madrid, gawang mereka juga kemasukan pada fase awal laga. Kini, kelemahan tersebut kembali dimanfaatkan lawan.
Tim asuhan Fabregas kemudian mengendalikan tempo melalui sirkulasi bola yang rapi. Manchester United lebih banyak mengejar pergerakan pemain Como daripada membangun serangan yang terorganisasi.
Mantan pelatih timnas Inggris, Glenn Hoddle, bahkan menggambarkan permainan MU pada babak pertama sebagai situasi ketika para pemainnya terus mengejar bayangan.
Como menutup babak pertama dengan penguasaan bola sebesar 65 persen dan sekitar 400 operan sukses. Manchester United hanya mencatatkan 216 operan sukses.
Perbedaan tersebut menggambarkan kesulitan MU dalam merebut bola dan keluar dari tekanan. Como mampu mempertahankan penguasaan bola, mencari ruang di antara lini, dan memaksa barisan pertahanan tim tamu terus bekerja.
Dari sisi peluang, Como mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, sedangkan Manchester United belum mampu mengarahkan satu tembakan pun ke gawang pada paruh pertama.
Michael Carrick juga menghadapi keterbatasan pilihan pemain. Sebanyak sembilan pemain MU dilaporkan absen karena cedera atau skorsing.
Matthijs de Ligt kembali masuk susunan starter setelah lebih dari delapan bulan, tetapi lini pertahanan tim tamu tetap kesulitan menghadapi pergerakan pemain Como.
Pada menit ke-49, Anastios Douvikas menggandakan keunggulan tuan rumah. Pergerakan diagonal sang penyerang membuat De Ligt kesulitan mengawal ruang, sebelum Douvikas menuntaskan umpan matang Nico Paz.
Gol itu memperlihatkan bagaimana Como memanfaatkan kombinasi umpan cepat dan pergerakan tanpa bola untuk membongkar pertahanan lawan.
Lucas Da Cunha hampir menambah gol berikutnya, tetapi tembakan kaki kirinya masih melebar tipis dari gawang Lammens.
Ancaman tersebut menjadi pertanda bahwa pertahanan MU belum menemukan solusi. Pada menit ke-57, Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Paz merebut bola di sisi kiri pertahanan Manchester United, lalu membawa bola ke depan sebelum melepaskan tembakan melengkung yang kembali menaklukkan Lammens.
Dua gol dan satu assist membuat Paz menjadi pemain paling menentukan dalam kemenangan Como. Ia bukan hanya menyelesaikan peluang, tetapi juga terlibat langsung dalam proses terciptanya gol-gol penting tuan rumah.
Bek Como itu menyambut umpan silang Kaiki Bruno dengan sundulan yang tidak mampu dibendung Lammens. Gol tersebut semakin menegaskan keunggulan tuan rumah dalam memanfaatkan ruang dan peluang di area berbahaya.
Di sisi lain, Manchester United baru mampu mencetak gol pada masa injury time. Joshua Zirkzee lolos dari jebakan offside sebelum menuntaskan umpan silang Amad Diallo.
Gol tersebut hanya menjadi hiburan bagi tim tamu karena tidak mengubah hasil akhir. Como tetap menang 4-1 dan memberikan pukulan telak kepada Manchester United.
Rentetan hasil tersebut membuat perhatian tertuju pada persoalan konsistensi, keseimbangan antarlini, serta kemampuan tim mengatasi tekanan lawan.
Melawan Como, MU kesulitan menguasai bola, gagal menghasilkan tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama, dan kebobolan empat kali sebelum akhirnya mencetak gol hiburan.
Meski absennya sejumlah pemain membatasi pilihan Carrick, penampilan di Stadion Giuseppe Sinigaglia menunjukkan pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan Manchester United.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi momen penting bagi Como di musim debut mereka pada kompetisi tersebut. Di bawah Fabregas, tim Italia itu memperlihatkan organisasi permainan, keberanian menguasai bola, dan ketajaman di depan gawang.
Bagi Manchester United, skor 1-4 bukan hanya soal kehilangan poin. Pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa nama besar tidak cukup untuk mengatasi lawan yang bermain lebih terstruktur dan efektif.