Senin, 28 September 2026

Wasit Ahmed Al Kaf Tuai Kontroversi, PSSI: Kami Kirim Surat Protes ke FIFA

Muchlis - Jumat, 11 Oktober 2024 17:07 WIB
Wasit Ahmed Al Kaf Tuai Kontroversi, PSSI: Kami Kirim Surat Protes ke FIFA
PSSI
TOPIKSERU.COM, JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merespons kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf yang banyak menilai sebagai kontroversial saat memimpin laga Indonesia vs Bahrain pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis malam. Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga dalam pernyataan tertulis mengatakan PSSI akan melayangkan surat protes ke FIFA atas kepemimpinan wasit Ahmed. "PSSI akan mengirim surat protes," kata Arya Sinulingga dalam keterangan tertulis melalaui pesan singkat, Jumat (11/10). Arya menyebut salah satu hal janggal pada laga tersebut adalah saat sang wasit tidak meniup peluit panjang ketika waktu tambahan telah habis. Wasit Ahmed Al Kaf bahkan membiarkan pertandingan terus bergulir hingga sembilan menit saat Bahrain mencetak gol. "Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol," ujar Arya Sinulingga. Laga antara Indonesia melawan Bahrain pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, berakhir dengan skor 2-2. Tim Garuda sempat unggul 2-1 sebelum gol Mohamed Marhoon pada menit ke-99 membawa Bahrain menyamakan kedudukan. Wasit Ahmed memberikan tambahan waktu enam menit, tetapi pertandingan justru berjalan sampai menit ke-99.

Sumber
:
Berita Terkait
Erick Thohir Pasang Garis Tegas Jelang Persija vs Persib: Rivalitas Boleh Panas, Keselamatan Tak Bisa Ditawar
Ricuh Komitmen Bayar Hotel Peserta AFF U19, HMI Bela Sikap Pemko Medan
PSSI Ambil Alih Biaya Hotel Peserta Piala AFF U-19 2026, Polemik Akomodasi di Sumut Berakhir?
Polemik Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan: Peserta Dikabarkan Check Out, Pemkot Bantah Ingkar Komitmen
Akomodasi ASEAN Boys Championship 2026 Diduga Bermasalah, Sejumlah Tim Tinggalkan Hotel di Medan
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile, Jadi Negara ASEAN Pertama