Kamis, 15 Oktober 2026

Kabut Asap Mengancam, Bagaimana Kondisi Udara Medan dan Sumut Hari Ini?

Rizky Aisyah - Rabu, 14 Oktober 2026 13:55 WIB
Kabut Asap Mengancam, Bagaimana Kondisi Udara Medan dan Sumut Hari Ini?
Kabut asap menyelimuti Kota Medan pada Rabu (14/10/2026). BMKG mendeteksi sebaran asap di seluruh wilayah Sumatera Utara, disertai penurunan jarak pandang dan kualitas udara kategori sedang hingga tidak sehat di sejumlah lokasi.

Topikseru.com -Kabut asap menyelimuti wilayah Sumatera Utara pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kondisi ini berdampak pada kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara berkabut atau kualitas udara memburuk.

Berdasarkan informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pada pukul 08.00 WIB.

Asap tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Meski demikian, BMKG melaporkan tidak terdapat sebaran titik panas di wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan pada 13 Oktober 2026.

Baca Juga:

Kualitas Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara di Kota Medan turut menjadi perhatian. Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, salah satu titik pemantauan di Medan mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 136.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, titik pemantauan lainnya mencatat ISPU 83 atau berada dalam kategori sedang.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dapat berbeda antarlokasi. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi pemantauan sesuai wilayah tempat tinggal atau aktivitasnya.

Data tersebut juga merupakan hasil pengukuran pada waktu tertentu. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti pergerakan asap, cuaca, dan faktor lingkungan lainnya.

Jarak Pandang di Sumut Turun hingga 1 Kilometer

Selain memengaruhi kualitas udara, sebaran asap juga berdampak pada jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 14 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, jarak pandang dilaporkan menurun hingga berkisar 1–4 kilometer.

BMKG juga menyebut konsentrasi PM2.5 di Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat. PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan partikel tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Apa yang Perlu Dilakukan Warga?

Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Warga juga sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG serta instansi pemantau kualitas udara.

Jika muncul keluhan seperti sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi mata, segera menjauh dari paparan asap dan cari pertolongan medis bila diperlukan.

Kondisi kabut asap di Sumatera Utara perlu terus dipantau karena sebarannya dapat berubah. Masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan jarak pandang, tetapi juga informasi kualitas udara di lokasi masing-masing.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pemkot Medan Kejar Target Bedah 898 Rumah pada 2026
Terekam CCTV Curi 5 HP, Asiong Ditangkap Polsek Medan Sunggal
Penyidik Polda Sumut akan Diperiksa Wassidik, Hak Dhody Thahir Dipenuhi
PN Medan Kabulkan Praperadilan Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir, Hakim Perintahkan Polda Keluarkan dari Tahanan
Stunting di Sumut Masih Jadi Sorotan, Ini Data Terakhir 2026 dan Kondisi di Kota Medan
558 Ribu Kasus ISPA di Sumut hingga Agustus 2026, Medan Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak