Topikseru.com - Gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, hingga diabetes menjadi sejumlah masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Sumatera Utara. Data Dinas Kesehatan Sumut menunjukkan, jenis penyakit yang mendominasi berbeda-beda, bergantung pada jenis layanan kesehatan dan pemeriksaan yang dilakukan.
Berdasarkan data terbaru yang tersedia pada 2026, dispepsia atau gangguan pencernaan masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) rawat jalan. Dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Kesehatan Sumut Tahun 2024, jumlah kasusnya mencapai 428.328 kasus.
Di posisi berikutnya terdapat acute nasopharyngitis atau infeksi saluran pernapasan atas yang umumnya dikenal sebagai batuk pilek, dengan 349.752 kasus. Sementara itu, acute upper respiratory infection atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya tercatat sebanyak 338.949 kasus.
Baca Juga:
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga masuk dalam daftar penyakit terbanyak. Dinas Kesehatan Sumut mencatat 281.110 kasus hipertensi esensial di FKTP rawat jalan selama 2024.
Selain itu, terdapat 256.902 kasus demam yang penyebabnya belum ditentukan serta 226.083 kasus batuk.
Gangguan Pencernaan hingga Diabetes
Data tersebut memperlihatkan bahwa masalah kesehatan yang ditemukan di layanan rawat jalan tidak hanya berkaitan dengan infeksi, tetapi juga gangguan pencernaan dan penyakit kronis.
Dispepsia merupakan istilah medis untuk kumpulan gejala pada saluran pencernaan bagian atas, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, dan cepat merasa kenyang. Kondisi ini memiliki berbagai kemungkinan penyebab sehingga perlu diperiksa lebih lanjut jika keluhan berulang.
Sementara itu, hipertensi perlu mendapat perhatian karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tersebut sejak dini.
Diabetes melitus juga menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan lanjutan. Berdasarkan data FKTP rawat jalan 2024 yang masih menjadi data pelayanan terbaru yang dirujuk, diabetes melitus tipe 2 tercatat sebanyak 95.198 kasus.
Penyakit yang Ditemukan di Rumah Sakit Berbeda
Gambaran penyakit di rumah sakit rujukan tidak sepenuhnya sama dengan data puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Dalam laporan yang sama, penyakit hipertensi tercatat sebanyak 433.662 kasus pada layanan rawat jalan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) selama 2024. Diabetes melitus berada di urutan berikutnya dengan 368.375 kasus.
Adapun pada layanan rawat inap FKRTL, penyakit infeksi usus tercatat sebanyak 125.375 kasus. Influenza dan pneumonia juga masuk dalam daftar penyakit yang banyak ditemukan, dengan 44.828 kasus.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka penyakit perlu dibaca berdasarkan jenis fasilitas dan layanan yang digunakan. Data rawat jalan tidak bisa langsung disamakan dengan data rawat inap karena karakteristik pasien dan pencatatannya berbeda.
Temuan Cek Kesehatan Gratis yang Dilaporkan pada 2026
Selain data pelayanan kesehatan, pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memberikan gambaran lain mengenai masalah kesehatan masyarakat.
Dalam pemberitaan pada 5 Maret 2026 yang mengutip Dinas Kesehatan Sumut, hasil pemeriksaan CKG selama setahun mencatat hepatitis pada 264.209 orang dan masalah kesehatan jiwa pada 250.972 orang. Temuan lain meliputi masalah lingkar perut pada 244.176 orang serta karies gigi pada 174.514 orang.
Angka tersebut merupakan hasil temuan dalam pemeriksaan CKG, bukan jumlah seluruh penduduk Sumatera Utara yang menderita penyakit tersebut. Hasil skrining juga tidak selalu sama dengan jumlah diagnosis penyakit yang tercatat di fasilitas kesehatan.
Karena itu, data penyakit terbanyak di Sumatera Utara pada 2026 perlu dilihat berdasarkan sumber, periode, dan metode pencatatannya. Data pelayanan kesehatan yang tersedia masih merujuk pada laporan 2024, sedangkan data CKG yang diberitakan pada 2026 merupakan hasil skrining. Dengan membaca data secara tepat, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian tanpa menyimpulkan bahwa satu penyakit pasti paling banyak diderita seluruh warga Sumut.