Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara perlu bersiap menghadapi cuaca basah pada Minggu (11/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak pagi hingga malam hari.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, mengatakan hujan berpeluang terjadi di berbagai daerah dengan intensitas yang berbeda. Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan sedang, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk.
Pada pagi hari, hujan sedang diprakirakan berpotensi terjadi di Nias Utara, Gunungsitoli, dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, sebagian besar daerah lain di Sumatera Utara berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang.
Baca Juga:
Memasuki siang hingga sore, potensi hujan masih meluas. Wilayah Kepulauan Nias, Pematangsiantar, Padanglawas Utara, Serdang Bedagai, dan Simalungun termasuk daerah yang berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada malam hari. Hujan sedang berpotensi terjadi di Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Pematangsiantar.
Adapun pada dini hari, hujan ringan diprakirakan masih berpotensi terjadi, khususnya di wilayah pantai timur Sumatera Utara.
Cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor. Karena itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir, lereng perbukitan, maupun kawasan dengan sistem drainase yang kurang baik disarankan memantau informasi cuaca terbaru.
Masyarakat juga perlu berhati-hati ketika berkendara saat hujan karena jarak pandang dapat berkurang dan kondisi jalan menjadi licin. Jika terjadi hujan lebat disertai petir atau angin kencang, aktivitas di area terbuka sebaiknya dibatasi.
Berdasarkan prakiraan tersebut, suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 65 - 100 persen. Angin diprakirakan bertiup dari selatan menuju barat dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan timur Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Nias.
Potensi gelombang tinggi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Kondisi gelombang dan angin dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Warga di daerah rawan banjir dan longsor disarankan mengantisipasi dampak hujan, sedangkan nelayan dan pelaku pelayaran perlu mempertimbangkan kondisi angin serta gelombang sebelum melaut.
Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer, sehingga pemantauan berkala tetap diperlukan.