Sabtu, 10 Oktober 2026

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sumatera Utara 11 Oktober, Medan hingga Nias Perlu Waspada

Muchlis - Sabtu, 10 Oktober 2026 21:05 WIB
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sumatera Utara 11 Oktober, Medan hingga Nias Perlu Waspada
Ilustrasi - Prakiraan cuaca BMKG untuk Sumatera Utara dengan potensi hujan dan gelombang tinggi pada 11 Oktober 2026.

Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara perlu bersiap menghadapi cuaca basah pada Minggu (11/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak pagi hingga malam hari.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, mengatakan hujan berpeluang terjadi di berbagai daerah dengan intensitas yang berbeda. Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan sedang, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk.

Pada pagi hari, hujan sedang diprakirakan berpotensi terjadi di Nias Utara, Gunungsitoli, dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, sebagian besar daerah lain di Sumatera Utara berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang.

Baca Juga:

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan masih meluas. Wilayah Kepulauan Nias, Pematangsiantar, Padanglawas Utara, Serdang Bedagai, dan Simalungun termasuk daerah yang berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada malam hari. Hujan sedang berpotensi terjadi di Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Pematangsiantar.

Adapun pada dini hari, hujan ringan diprakirakan masih berpotensi terjadi, khususnya di wilayah pantai timur Sumatera Utara.

BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

Selain memprakirakan hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan sedang yang disertai petir dan angin kencang. Potensi tersebut perlu diperhatikan terutama di kawasan pantai timur, pantai barat, dan pegunungan Sumatera Utara.

Cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor. Karena itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir, lereng perbukitan, maupun kawasan dengan sistem drainase yang kurang baik disarankan memantau informasi cuaca terbaru.

Masyarakat juga perlu berhati-hati ketika berkendara saat hujan karena jarak pandang dapat berkurang dan kondisi jalan menjadi licin. Jika terjadi hujan lebat disertai petir atau angin kencang, aktivitas di area terbuka sebaiknya dibatasi.

Berdasarkan prakiraan tersebut, suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 65 - 100 persen. Angin diprakirakan bertiup dari selatan menuju barat dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.

Gelombang Laut 2,5 Meter Mengancam Sejumlah Perairan Sumut

Ancaman cuaca tidak hanya perlu diperhatikan oleh warga di daratan. Sebelumnya, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menyampaikan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 10 - 12 Oktober 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan timur Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Nias.

Potensi gelombang tinggi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Kondisi gelombang dan angin dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Warga dan Nelayan Diminta Pantau Informasi Cuaca

Prakiraan hujan di Sumatera Utara pada 11 Oktober 2026 serta potensi gelombang tinggi hingga 12 Oktober menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.

Warga di daerah rawan banjir dan longsor disarankan mengantisipasi dampak hujan, sedangkan nelayan dan pelaku pelayaran perlu mempertimbangkan kondisi angin serta gelombang sebelum melaut.

Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer, sehingga pemantauan berkala tetap diperlukan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
PSMS Medan vs PSPS Pekanbaru: Misi Kemenangan Keempat Ayam Kinantan
Cuma Punya Waktu Sehari di Medan? Ini Rute Wisata yang Wajib Dicoba
5 Wisata Gratis di Medan, Ini Tempat yang Bisa Dikunjungi Saat Akhir Pekan
17 Siswa SD di Medan Mual dan Muntah Usai Santap MBG, 6 Masih Diobservasi
Pemkot Medan Targetkan 3.000 Nelayan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada 2027
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan: Jadikan Profesi Polri Ladang Ibadah