Topikseru.com, Jakarta - Mobil Maung Garuda buatan PT Pindad mulai masuk ke jajaran kendaraan dinas Kabinet Merah Putih. Namun, distribusinya ternyata belum berhenti pada sejumlah menteri koordinator dan pimpinan lembaga.
Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan seluruh menteri dan wakil menteri nantinya akan mendapatkan kendaraan dinas Maung Garuda.
Distribusi kendaraan tersebut disebut akan dilakukan secara serentak. Bahkan, penerimanya berpotensi lebih luas dari sekadar menteri dan wakil menteri.
Baca Juga:
Sigit menyampaikan hal tersebut saat ditemui di sela Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Spesifikasinya beda dong (dengan presiden), cukup banyak. Tapi nanti mungkin tunggu 20 Oktober ya, nanti akan ada kejutan," kata Sigit.
Ketika ditanya mengenai siapa saja yang akan memperoleh kendaraan tersebut, Sigit memastikan jajaran menteri dan wakil menteri masuk dalam daftar penerima.
"Bahkan lebih dari itu nanti," ujarnya.
Per 5 Oktober 2026, sejumlah menteri koordinator dan pimpinan lembaga terlihat menggunakan mobil produksi PT Pindad tersebut.
Salah satunya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menggunakan Maung Garuda berwarna putih dengan pelat RI 24 saat menuju Istana Kepresidenan.
Airlangga mengatakan dirinya baru menerima kendaraan tersebut pada akhir pekan dan langsung menggunakannya untuk kegiatan kedinasan pada Senin (5/10/2026).
Untuk tahap awal, distribusi memang belum dilakukan kepada seluruh anggota kabinet.
Airlangga menyebut penggunaan Maung saat itu masih terbatas pada sebagian pejabat, terutama menteri koordinator dan kepala lembaga. Jumlah unit yang tersedia pada tahap awal diperkirakan sekitar 18 kendaraan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengadaan dan distribusi kendaraan dinas berjalan secara bertahap.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mendorong penggunaan kendaraan buatan dalam negeri untuk jajaran pemerintahannya.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Oktober 2025, Prabowo menyampaikan arahan agar para pejabat pemerintah menggunakan Maung untuk kendaraan dinas.
Arahan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar penggunaan Maung oleh jajaran kabinet dan kepala lembaga.
Sejumlah pejabat mulai terlihat menggunakan kendaraan tersebut pada awal Oktober 2026, sementara pengiriman unit lainnya masih dilakukan secara bertahap.
Mobil tersebut diproduksi PT Pindad, perusahaan pelat merah yang selama ini dikenal sebagai produsen kendaraan dan peralatan pertahanan.
Karena itu, penggunaan Maung oleh pejabat negara memiliki dimensi lain selain fungsi sebagai kendaraan operasional.
Kendaraan produksi dalam negeri tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan industri nasional kepada publik.
Sejumlah pejabat yang sudah menggunakannya juga menyoroti fitur kenyamanan dan teknologi di dalam kendaraan.
Airlangga, misalnya, mengatakan kursi Maung dapat diatur sesuai kebutuhan dan interiornya dilengkapi fitur seperti touchscreen dan Bluetooth.
Sigit mengatakan spesifikasi kendaraan untuk para pejabat berbeda dengan unit yang digunakan Presiden.
Salah satu perbedaan yang terlihat adalah kelengkapan kendaraan. Unit Maung untuk menteri disebut tidak langsung dilengkapi sunroof seperti kendaraan kepresidenan.
Dengan demikian, meski tampilan kendaraan dinas menteri memiliki kemiripan dengan Maung MV3 Garuda Limousine, terdapat penyesuaian spesifikasi berdasarkan peruntukannya.
Tanggal tersebut disebutnya akan menjadi momentum munculnya "kejutan" terkait kendaraan dinas tersebut.
Pernyataan itu sekaligus membuka kemungkinan bahwa daftar penerima Maung Garuda tidak hanya mencakup menteri dan wakil menteri.
Sigit bahkan mengatakan penerimanya bisa lebih banyak dari dua kelompok tersebut.
Namun, ia belum membeberkan secara rinci siapa saja pejabat yang dimaksud maupun berapa jumlah unit yang akan didistribusikan.
Pada 5 Oktober, penggunaan Maung Garuda baru terlihat pada sebagian menteri koordinator dan kepala lembaga, dengan jumlah awal sekitar 18 unit.
Kini, pemerintah melalui pernyataan Sigit menyebut kendaraan tersebut akan diberikan kepada seluruh menteri dan wakil menteri.
Artinya, distribusi Maung Garuda tidak lagi sekadar tahap awal bagi pejabat tertentu, tetapi diarahkan menjadi kendaraan operasional yang digunakan lebih luas oleh jajaran pemerintahan.
Meski demikian, rincian jumlah unit, jadwal pengiriman, serta daftar pejabat di luar menteri dan wakil menteri masih menunggu pengumuman berikutnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, Maung Garuda akan semakin identik dengan kendaraan dinas Kabinet Merah Putih sekaligus menjadi salah satu produk industri dalam negeri yang paling banyak terlihat dalam aktivitas pemerintahan.