Senin, 12 Oktober 2026

Gunung Semeru Erupsi 25 Kali Senin Pagi, Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Agus Supratman - Senin, 12 Oktober 2026 11:22 WIB
Gunung Semeru Erupsi 25 Kali Senin Pagi, Tinggi Letusan Capai 900 Meter
Sumber: PVMBG
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, berdasarkan laporan pengamatan 12 Oktober 2026.

Topikseru.com, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan laporan pengamatan Senin, 12 Oktober 2026, periode pukul 00.00–06.00 WIB.

Dalam rentang enam jam tersebut, petugas mencatat 25 kali gempa letusan atau erupsi, disertai gempa guguran, hembusan, harmonik, dan tektonik jauh.

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak pada Senin pagi.

Baca Juga:

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik," tuturnya.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Senin yakni pukul 01.45 WIB dengan visual letusan tidak teramati, kemudian pukul 04.39 WIB, dan 06.19 WIB, dengan masing-masing letusan setinggi 900 meter di atas puncak.

Sigit menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Sigit mengimbau masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. "Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Zona Bahaya yang Harus Dihindari

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.

Di luar zona tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh minimal 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena perluasan awan panas dan aliran lahar berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung juga harus dihindari karena kawasan tersebut rawan terhadap lontaran batu pijar.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.

Warga dan pengunjung di sekitar kawasan gunung diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak memasuki zona berbahaya selama aktivitas vulkanik berlangsung.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Semeru Erupsi 6 Kali dalam Semalam, Letusan Tertinggi Capai 800 Meter
Gunung Ibu Kembali Erupsi, Kolom Abu 400 Meter Meluas hingga Halmahera Utara
Ruang Udara Aman, Penerbangan Kualanamu ke Jakarta dan Bandung Kembali Beroperasi
8 Tips Membersihkan Abu Vulkanik yang Benar Menurut BNPB dan Kemenkes
Cara Mencegah Bayi Terpapar Abu Vulkanik Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau
Cara Benar dan Panduan Lengkap Full Refund Tiket Pesawat Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau