Minggu, 11 Oktober 2026

BYD Seagull Generasi Kedua Mulai Dipesan, Dimensi Membesar dan Jarak Tempuh Tembus 420 Km

Muchlis - Minggu, 11 Oktober 2026 00:05 WIB
BYD Seagull Generasi Kedua Mulai Dipesan, Dimensi Membesar dan Jarak Tempuh Tembus 420 Km
BYD Seagull generasi kedua, mobil listrik kompak dengan bodi lebih panjang dan dua pilihan kapasitas baterai.

Topikseru.com - BYD mulai membuka pemesanan awal Seagull generasi kedua di China. Mobil listrik mungil yang di Indonesia dikenal dengan nama BYD Atto 1 itu hadir dengan perubahan dimensi signifikan, pilihan baterai berbeda, serta sejumlah teknologi yang berpotensi memperkuat persaingan di pasar kendaraan listrik.

Salah satu perubahan paling mencolok terletak pada ukuran bodi. BYD Seagull terbaru memiliki panjang 4.205 milimeter, atau bertambah 425 mm dibandingkan generasi pertamanya. Perubahan tersebut membuat model anyar ini tampil lebih besar dan menjadi penantang di segmen mobil listrik kompak, termasuk terhadap Geely EX2.

Mengutip laporan CarNewsChina, konsumen di China sudah dapat melakukan reservasi melalui aplikasi BYD dengan membayar uang muka 2.000 yuan atau sekitar Rp5 juta. Namun, perusahaan belum mengumumkan harga resmi maupun seluruh konfigurasi kendaraan.

Baca Juga:

Skema pemesanan awal tersebut juga belum mengikat konsumen untuk membeli mobil. BYD menyebut uang muka digunakan untuk menunjukkan minat pembelian dan dapat dikembalikan sebelum pesanan dikunci.

BYD Uji Minat Pasar Sebelum Harga Resmi Diumumkan

Pembukaan reservasi sebelum pengumuman harga menjadi salah satu cara produsen otomotif mengukur respons pasar terhadap model baru. Melalui jumlah pemesanan dan minat konsumen, perusahaan dapat memperoleh gambaran awal mengenai potensi permintaan.

Dalam kasus BYD Seagull generasi kedua, konsumen belum terikat pada kontrak pembelian karena harga, pilihan varian, dan konfigurasi final belum diumumkan. Setelah peluncuran resmi, pemesan dapat menyesuaikan kendaraan berdasarkan preferensi masing-masing.

Harga menjadi faktor penting yang akan menentukan posisi mobil listrik ini di pasar China. BYD Seagull generasi kedua diperkirakan dibanderol di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp260 juta, tetapi angka tersebut belum merupakan harga resmi.

Strategi harga yang kompetitif berpotensi menjadi penentu persaingan di segmen kendaraan listrik berukuran kompak. Terlebih, pasar domestik China memiliki persaingan ketat dengan berbagai produsen yang berlomba menawarkan kombinasi harga, jarak tempuh, dan teknologi.

Dimensi Membesar, Kabin dan Bagasi Jadi Perhatian

BYD Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm. Penambahan panjang 425 mm dibandingkan generasi pertama menjadi perubahan utama yang membedakan model terbaru ini.

Dari sisi desain, tampilan eksteriornya terlihat lebih dewasa. Kabin tetap menyediakan lima tempat duduk, sementara bagian kiri layar tengah berfungsi sebagai panel instrumen.

BYD juga menyiapkan ruang penyimpanan di bawah kap depan dengan kapasitas 94 liter. Sementara itu, kapasitas bagasi belakang dapat mencapai 1.380 liter ketika kursi belakang dilipat.

Kombinasi ruang penyimpanan depan dan bagasi belakang tersebut berpotensi meningkatkan kepraktisan penggunaan sehari-hari. Namun, kenyamanan kabin dan kemudahan akses ruang penyimpanan tetap perlu dinilai melalui pengujian langsung.

Untuk tampilan eksterior, BYD Seagull terbaru akan tersedia dalam enam pilihan warna, yakni hijau, oranye, putih, merah muda, biru, dan abu-abu.

Spesifikasi BYD Seagull Terbaru: Motor 95 kW dan Dua Pilihan Baterai

Di sektor penggerak, BYD Seagull generasi kedua menggunakan motor listrik yang ditempatkan pada poros roda belakang dengan daya 95 kW atau sekitar 127 hp.

Konsumen akan mendapatkan dua opsi kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar pengujian CLTC yang digunakan di China, jarak tempuhnya diklaim mencapai 320 - 420 kilometer.

Sementara itu, berdasarkan standar WLTP, jarak tempuh yang disebutkan berada di kisaran 262–344 kilometer. Angka dari kedua standar tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena metode pengujiannya berbeda.

Perbedaan kapasitas baterai memberi pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan mobilitas. Meski demikian, jarak tempuh aktual dapat berubah bergantung pada kecepatan, suhu, penggunaan pendingin kabin, kondisi jalan, dan gaya berkendara.

Spesifikasi BYD Seagull Generasi Kedua

  • Panjang 4.205 mm
  • Lebar 1.810 mm
  • Tinggi 1.570 mm
  • Jarak sumbu roda 2.650 mm
  • Motor listrik 95 kW atau sekitar 127 hp
  • Posisi penggerak - Roda belakang
  • Pilihan baterai - 30 kWh dan 39,2 kWh
  • Jarak tempuh CLTC - 320–420 km
  • Jarak tempuh WLTP - 262–344 km
  • Kapasitas penyimpanan depan 94 liter
  • Kapasitas bagasi belakang - Hingga 1.380 liter saat kursi belakang dilipat

Pengisian Daya Sembilan Menit Masih Perlu Dikonfirmasi

Salah satu teknologi yang diperkirakan hadir pada BYD Seagull terbaru adalah sistem pengisian daya cepat atau flash charging. Teknologi tersebut diklaim memungkinkan pengisian baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit.

Jika diterapkan pada kendaraan produksi dengan spesifikasi yang sesuai, kemampuan tersebut berpotensi memangkas waktu pengisian dan meningkatkan kepraktisan mobil listrik untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

Namun, kemampuan pengisian tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pengumuman spesifikasi resmi. Kecepatan pengisian sesungguhnya juga dapat dipengaruhi kapasitas stasiun pengisian, suhu baterai, dan kondisi pengisian.

BYD Seagull generasi kedua juga disebut berpotensi menawarkan opsi LiDAR yang dipasang di atap. Perangkat tersebut dikaitkan dengan sistem bantuan pengemudi canggih DiPilot 300, yang dikenal sebagai God's Eye B.

Kehadiran LiDAR dapat mendukung kemampuan sistem untuk mendeteksi lingkungan sekitar kendaraan. Kendati demikian, ketersediaan fitur ini pada setiap varian, fungsi yang didukung, serta batas operasionalnya masih perlu menunggu konfirmasi resmi BYD.

Persaingan Mobil Listrik China Makin Ketat

BYD Seagull generasi kedua memasuki pasar ketika produsen mobil listrik di China terus bersaing dalam menawarkan kendaraan dengan harga kompetitif dan fitur yang semakin lengkap.

Geely EX2 disebut sebagai salah satu pesaing yang perlu diperhitungkan. Persaingan di segmen ini tidak hanya bergantung pada dimensi kendaraan, tetapi juga harga jual, efisiensi baterai, kecepatan pengisian, teknologi keselamatan, dan jaringan layanan purnajual.

Dengan bodi lebih panjang, dua pilihan baterai, serta potensi teknologi pengisian cepat dan bantuan pengemudi, BYD Seagull terbaru berupaya memperluas daya tariknya di pasar domestik China.

Meski begitu, dampak perubahan tersebut terhadap penjualan baru dapat dinilai setelah harga resmi, varian, dan spesifikasi final diumumkan. Harga yang kompetitif akan menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan daya saingnya di tengah ketatnya pasar mobil listrik China.

Apakah BYD Seagull Generasi Kedua Akan Masuk Indonesia?

Di Indonesia, BYD Seagull generasi pertama dikenal dengan nama BYD Atto 1. Kemunculan generasi kedua di China pun membuka pertanyaan mengenai kemungkinan model terbaru tersebut menyusul ke pasar domestik.

Hingga informasi dalam laporan ini, belum ada kepastian mengenai jadwal maupun rencana pemasaran BYD Seagull generasi kedua di Indonesia.

Karena itu, konsumen Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi dari BYD mengenai kemungkinan kehadiran model tersebut, termasuk nama yang akan digunakan, spesifikasi yang ditawarkan, dan harga jualnya.

Jika nantinya dipasarkan di Indonesia, perubahan dimensi, pilihan baterai, serta fitur tambahan akan menjadi sejumlah aspek yang layak diperhatikan.

Namun, keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan spesifikasi versi Indonesia karena fitur dan konfigurasi suatu model dapat berbeda antarnegara.

Untuk saat ini, pembukaan reservasi BYD Seagull generasi kedua di China menjadi tahap awal untuk mengukur minat konsumen sebelum peluncuran resmi. Harga, konfigurasi final, dan kepastian masuk ke Indonesia masih menjadi informasi yang ditunggu pasar.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diluncurkan Prabowo
MG ZS Hybrid+ Masuk Medan, Harga Mulai Rp 315 Juta Bidik Konsumen yang Belum Siap Pindah ke EV
Purbaya Pilih Xpeng X9 untuk Kurangi BBM, Ini Harga Mobil Listriknya
REEV Bakal Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Apa Bedanya dengan Hybrid?
Jaecoo J5 Pimpin Penjualan Mobil Listrik Indonesia 2026
Toyota Masih Memimpin, BYD Tembus Lima Besar: Data Gaikindo Ungkap Peta Penjualan Mobil Indonesia Semester I 2026