Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara (Sumut) diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Hujan disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah kawasan dan dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tersebut.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Diana mengatakan potensi hujan sedang yang disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah zona Sumatera Utara.
Baca Juga:
"Waspadai potensi hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pantai timur, pantai barat, pegunungan, lereng timur, lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Putri di Medan, Senin (5/10/2026).
Memasuki siang hingga sore, peluang hujan meningkat. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi secara merata di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas di luar rumah perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika awan hujan mulai terbentuk.
BMKG sendiri dalam prakiraan sepekan periode 2-8 Oktober menyebut Sumatera Utara termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara merata di Sumatera Utara.
Sementara pada dini hari, kondisi secara umum diprakirakan berawan. Namun, beberapa wilayah masih memiliki peluang mengalami hujan ringan.
Wilayah tersebut meliputi Batu Bara, Labuhanbatu, Mandailing Natal, dan Serdang Bedagai.
Dengan pola tersebut, masyarakat perlu memperhatikan prakiraan cuaca sesuai wilayah masing-masing karena kondisi dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya.
Potensi cuaca signifikan dapat muncul di kawasan pantai timur, pantai barat, pegunungan, lereng timur, hingga lereng barat.
Wilayah dengan karakter geografis berbeda dapat mengalami perkembangan awan hujan yang tidak sama.
Karena itu, kewaspadaan tidak hanya diperlukan oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga warga yang tinggal di daerah perbukitan dan kawasan dengan kontur lereng.
Terlebih, hujan yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan aktivitas masyarakat.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena hujan yang terjadi di kawasan hulu atau lereng dapat berdampak ke wilayah yang berada di bawahnya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan rawan longsor, maupun lereng perlu memperhatikan kondisi lingkungan ketika hujan berlangsung cukup lama.
Peringatan dini cuaca BMKG juga bersifat jangka pendek dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer.
Pada 5 Oktober 2026, BMKG mencatat Sumatera Utara termasuk provinsi yang mendapatkan peringatan dini cuaca dalam sistem nowcasting.
Kelembapan udara diprediksi cukup tinggi, yakni sekitar 60 hingga 100 persen.
Sementara angin diperkirakan bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 5-15 kilometer per jam.
Kombinasi kelembapan tinggi dan kondisi atmosfer tertentu dapat mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.
Masyarakat yang hendak bepergian juga dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah tujuan.
Sementara warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berlangsung dengan intensitas meningkat.
Prakiraan cuaca Sumut 6 Oktober 2026 menunjukkan pola yang cukup dinamis, mulai dari kondisi berawan pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore, hingga peluang hujan ringan pada malam hari.
Karena itu, kewaspadaan menjadi penting, terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi.