Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat pada Jumat (9/10/2026). Sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan deras sejak pagi hingga dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas berbeda berpotensi terjadi hampir sepanjang hari. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan dapat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Martha Manurung, mengatakan kondisi cuaca Sumatera Utara pada Jumat berpotensi berubah sepanjang hari.
Baca Juga:
"BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada potensi terjadinya hujan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang," kata Martha di Medan, Kamis (9/10/2026).
Beberapa wilayah berpotensi menerima hujan dengan intensitas sedang, terutama Mandailing Natal, Nias, dan Humbang Hasundutan serta daerah di sekitarnya.
Kondisi ini membuat masyarakat yang beraktivitas sejak pagi perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama mereka yang berada di wilayah rawan genangan maupun longsor.
Potensi hujan meningkat pada siang hingga sore hari.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Sumatera Utara dapat mengalami hujan ringan hingga lebat. Salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian adalah Samosir.
Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di Samosir dan kawasan sekitarnya.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan karakter geografis berupa perbukitan, lereng, maupun kawasan yang memiliki potensi longsor.
Sebagian besar wilayah Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Simalungun, Pematangsiantar, Labuhanbatu Selatan, dan Samosir.
Masyarakat yang melakukan perjalanan pada malam hari diimbau memperhatikan kondisi jalan dan jarak pandang, terutama apabila hujan turun cukup deras.
Potensi hujan berlanjut hingga Jumat dini hari.
BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah. Intensitas sedang berpotensi terjadi di Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias Utara, Humbang Hasundutan, dan Gunungsitoli serta daerah sekitarnya.
Dengan pola tersebut, hujan di Sumatera Utara diperkirakan dapat terjadi dalam beberapa periode sepanjang Jumat.
Kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni 65 hingga 100 persen.
Sementara angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan sekitar 5-20 kilometer per jam.
Kondisi atmosfer yang lembap turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perkembangan cuaca harian di Sumatera Utara.
Di tengah potensi hujan, pemantauan citra satelit juga menunjukkan adanya lima titik panas atau hotspot di Sumatera Utara.
Titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni Deli Serdang, Medan, Labuhanbatu Selatan, dan Padang Lawas.
Keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti seluruh titik tersebut merupakan kebakaran hutan dan lahan. Data satelit perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian mencakup pantai timur, pantai barat, kawasan pegunungan, lereng barat, hingga lereng timur Sumatera Utara.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Banjir dan longsor menjadi dua ancaman yang perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan lingkungan yang rentan.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG serta menghindari aktivitas di lokasi yang berisiko ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi.
Dengan potensi hujan yang berlangsung dari pagi hingga dini hari, cuaca Sumatera Utara pada Jumat 9 Oktober 2026 perlu menjadi perhatian. Warga diminta tetap waspada, terutama mereka yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rawan banjir dan longsor.