Topikseru.com, Tapanuli Selatan - Jalur Lintas Tengah Sumatera yang menghubungkan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dengan Medan melalui Tarutung terganggu akibat kerusakan badan jalan di wilayah Kecamatan Sipirok, Sumatera Utara, Minggu (18/10/2026) malam.
Kerusakan dilaporkan terjadi di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, serta di Kampung Purba Tua. Kondisi tersebut menghambat akses transportasi pada jalur yang menjadi penghubung antardaerah di Sumatera Utara.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Selatan Iptu James Sihombing mengatakan, badan jalan amblas di Dusun Aek Sulum, tepatnya di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Kerusakan itu membuat jalan untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih.
Baca Juga:
"Untuk sementara, pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif hingga kondisi jalan dinyatakan aman dilalui," ujar James kepada Antara.
Peristiwa jalan amblas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB atau setelahnya. Satu unit truk juga dilaporkan mengalami kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kondisi jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Menurut Sahruddin, badan jalan yang longsor di Kampung Purba Tua memiliki panjang sekitar lima meter.
Kerusakan di dua lokasi tersebut menambah persoalan akses transportasi di kawasan Tapanuli Selatan.
Jalur Sipirok - Tarutung - Medan merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah dan mengangkut barang.
Terhambatnya jalur tersebut berpotensi membuat perjalanan lebih sulit, terutama bagi pengendara kendaraan besar yang tidak dapat melewati titik jalan amblas di Aek Sulum.
Meski demikian, kondisi setiap titik kerusakan perlu dibedakan. Informasi mengenai kendaraan roda empat ke atas yang tidak dapat melintas secara khusus disampaikan terkait badan jalan amblas di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada.
Sahruddin menjelaskan, proses pengerjaan masih menunggu pemindahan tiang listrik oleh pihak PT PLN yang menghalangi akses alat berat.
Kondisi ini membuat proses perbaikan belum dapat dimulai di lokasi tersebut. Belum ada kepastian mengenai waktu alat berat bisa masuk ataupun kapan jalur kembali dapat dilalui secara normal.
Pemindahan tiang listrik menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan agar peralatan dapat menjangkau titik longsor. Setelah akses terbuka, kondisi kerusakan dan kebutuhan penanganan di lapangan perlu dipastikan oleh petugas terkait.
Pengguna jalan juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan berintensitas tinggi dilaporkan terjadi di wilayah Sipirok.
Kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian, terutama ketika melintasi kawasan yang mengalami kerusakan badan jalan atau berpotensi terdampak longsor.
Pengendara kendaraan besar sebaiknya tidak memaksakan diri melewati bagian jalan yang telah dinyatakan tidak dapat dilalui. Masyarakat juga perlu memantau informasi terbaru dari petugas mengenai kondisi jalur dan perkembangan penanganan.
Hingga Minggu malam, informasi yang tersedia belum memastikan kapan seluruh titik kerusakan dapat ditangani dan akses kembali normal.
Jika penanganan membutuhkan waktu, pengguna jalan perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan rute dan tambahan waktu perjalanan.
Dampak lebih lanjut terhadap arus kendaraan maupun distribusi logistik masih bergantung pada durasi penutupan dan kondisi jalur alternatif.
Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan pengguna jalan, membuka akses bagi petugas dan alat berat, serta menangani kerusakan sebelum jalur kembali digunakan secara normal.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Sipirok diimbau tidak hanya mengandalkan informasi lama mengenai kondisi jalan. Pastikan kembali jalur yang akan dilalui kepada petugas atau sumber informasi resmi sebelum memulai perjalanan.
Kerusakan jalan di Desa Marsada dan longsor di Kampung Purba Tua menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat hujan deras melanda kawasan tersebut. Kepastian mengenai waktu pemulihan jalur masih menunggu perkembangan penanganan di lapangan.