Selasa, 20 Oktober 2026

Cuaca Ekstrem di Sumut Rusak 7 Rumah di 3 Kabupaten

Muchlis - Senin, 19 Oktober 2026 06:05 WIB
Cuaca Ekstrem di Sumut Rusak 7 Rumah di 3 Kabupaten
Foto: Pusdalops Sumut
Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Topikseru.com, Medan - Cuaca ekstrem yang disertai hujan berintensitas tinggi dan angin kencang melanda tiga daerah di Sumatera Utara (Sumut), yakni Kabupaten Nias Selatan, Asahan, dan Batu Bara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Berdasarkan pendataan BPBD Sumut, dampak cuaca ekstrem terjadi pada 16–17 Oktober 2026. Rinciannya, satu rumah rusak di Nias Selatan, empat rumah di Asahan, dan dua rumah di Batu Bara.

Meski menyebabkan kerusakan bangunan, laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) mencatat tidak ada pengungsi, korban luka, maupun korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.

Baca Juga:

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait telah melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Nias Selatan, Asahan, dan Batu Bara Terdampak

Sri menjelaskan, kejadian di Kabupaten Nias Selatan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) malam. Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, dan mengakibatkan satu rumah rusak.

Sementara itu, cuaca ekstrem di Kabupaten Asahan dilaporkan terjadi pada Jumat (16/10/2026). Dampaknya tercatat di empat kelurahan di Kecamatan Kota Kisaran Timur, dengan total empat rumah mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Batu Bara, dua rumah rusak akibat angin kencang. Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Nibung Hangus dan Kecamatan Medang Deras.

Perbedaan jumlah rumah terdampak menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak merata di setiap wilayah. Namun, data awal BPBD tersebut belum merinci tingkat kerusakan masing-masing rumah maupun total kerugian material yang ditimbulkan.

BPBD Catat Tidak Ada Korban Jiwa

Di tengah kerusakan yang dilaporkan, tidak terdapat laporan mengenai warga yang mengungsi, mengalami luka-luka, ataupun meninggal dunia akibat kejadian di tiga kabupaten tersebut.

Kondisi itu menjadi catatan penting dalam pendataan dampak bencana. Meski tidak menimbulkan korban jiwa berdasarkan laporan sementara, kerusakan rumah tetap dapat memengaruhi keamanan dan kenyamanan warga yang tinggal di lokasi terdampak.

BPBD Sumut menyebut pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dan mengerahkan personel untuk membantu masyarakat.

Koordinasi juga dilakukan BPBD Sumut guna mendukung penanganan bencana di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.

Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci apakah seluruh rumah yang rusak sudah diperbaiki, apakah warga membutuhkan tempat tinggal sementara, atau berapa nilai kerugian akibat kejadian tersebut.

Hujan Deras dan Angin Kencang Perlu Diwaspadai

Kejadian di Nias Selatan, Asahan, dan Batu Bara kembali menyoroti risiko kerusakan bangunan ketika hujan berintensitas tinggi terjadi bersamaan dengan angin kencang.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan informasi dari pemerintah setempat. Ketika angin kencang terjadi, warga sebaiknya menjauhi pohon besar, papan reklame, serta bangunan atau bagian rumah yang terlihat tidak kokoh.

Jika ditemukan kerusakan pada atap atau struktur bangunan, warga perlu mengutamakan keselamatan dan menghindari bagian yang berisiko roboh. Informasi mengenai kondisi berbahaya sebaiknya segera disampaikan kepada aparat setempat agar dapat ditangani.

Masyarakat juga dapat memantau peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama saat hujan deras berpotensi disertai angin kencang.

Penanganan Dilakukan, Data Kerusakan Masih Perlu Dipantau

BPBD Sumut menyatakan koordinasi penanganan telah dilakukan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Langkah lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi warga, mendata kerusakan secara menyeluruh, serta menentukan kebutuhan bantuan apabila diperlukan.

Jumlah tujuh rumah rusak merupakan angka yang tercatat dalam laporan awal untuk tiga daerah tersebut. Perkembangan kondisi di lapangan masih perlu dipantau apabila muncul laporan kerusakan tambahan.

Bagi warga, informasi resmi mengenai cuaca dan perkembangan penanganan menjadi penting untuk menentukan langkah antisipasi. Sementara itu, pemerintah daerah perlu memastikan kebutuhan warga terdampak teridentifikasi dan penanganan dilakukan sesuai tingkat kerusakan.

Hingga laporan ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia, tidak ada laporan pengungsi, korban luka, ataupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem di Nias Selatan, Asahan, dan Batu Bara.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Banjir Simalungun Rendam 90 Rumah, Jembatan Sordang Putus
Deli Serdang Tertinggi, Ini 5 Daerah dengan Perkara Perceraian Terbanyak di Sumut
Korupsi Dana BTT Batu Bara Rp 1,15 Miliar, Mantan Kadinkes Dituntut 2 Tahun Penjara
Banjir Kembali Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, 365 Warga Mengungsi
Ayah Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali Hingga Hamil, Ditangkap Polres Asahan
Pilkades Serentak di Asahan 2026, Pastikan Proses Demokrasi Desa Berjalan Adil