Senin, 05 Oktober 2026

Bukan Cuma Kopassus, Ini 3 Pasukan Elite TNI dan Rekam Prestasinya

Rizky Aisyah - Senin, 05 Oktober 2026 13:30 WIB
Bukan Cuma Kopassus, Ini 3 Pasukan Elite TNI dan Rekam Prestasinya
Kingsmedia.id
TNI memiliki sejumlah satuan khusus dengan kemampuan berbeda. Di antaranya Sat-81 Kopassus dari TNI Angkatan Darat, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dari TNI Angkatan Laut, dan Satbravo 90 Kopasgat dari TNI Angkatan Udara.

Topikseru.com -Nama Kopassus mungkin menjadi salah satu yang paling dikenal ketika berbicara tentang pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, kekuatan pasukan khusus Indonesia tidak hanya berasal dari matra darat.

TNI memiliki sejumlah satuan khusus dengan kemampuan berbeda. Di antaranya Sat-81 Kopassus dari TNI Angkatan Darat, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dari TNI Angkatan Laut, dan Satbravo 90 Kopasgat dari TNI Angkatan Udara.

Ketiga unsur tersebut memiliki rekam jejak dalam berbagai latihan dan penugasan. Bahkan, mereka dapat digabungkan dalam satuan penanggulangan teror TNI di bawah kendali Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI.

Baca Juga:

Kopassus, Pernah Jadi Juara Umum Lomba Tembak

Komando Pasukan Khusus atau Kopassus merupakan satuan khusus TNI AD yang memiliki berbagai kemampuan operasi khusus.

Salah satu prestasi yang pernah dicatat Kopassus datang dari bidang kemampuan menembak. Dalam Lomba Tembak Kasad Cup 2007 di Cilodong, tim tembak Kopassus berhasil menjadi juara umum dan memenangkan hampir seluruh materi yang dipertandingkan.

Atas pencapaian tersebut, puluhan prajurit Kopassus yang terlibat mendapat penghargaan dari satuannya. Catatan ini menjadi salah satu bukti prestasi kompetitif yang pernah diraih personel Kopassus. (Tentara Nasional Indonesia)

Selain kompetisi, kemampuan Kopassus juga diuji dalam latihan internasional. Pada Latgabma Malindo Darsasa-11AB/2023 di Pahang, Malaysia, Sat-81 Kopassus bersama Denjaka dan Satbravo 90 mengikuti skenario operasi pembebasan sandera.

Dalam skenario tersebut, kelompok teroris yang menyandera 26 warga Malaysia berhasil dilumpuhkan oleh pasukan khusus TNI. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan bersama Indonesia-Malaysia, sehingga hasilnya perlu dipahami sebagai keberhasilan dalam skenario latihan, bukan operasi nyata.

Denjaka, Pasukan Khusus dari Matra Laut

Dari TNI AL terdapat Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka. Satuan ini memiliki kemampuan yang disiapkan untuk menghadapi operasi khusus, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan maritim.

Rekam jejak Denjaka juga terlihat dari keterlibatannya dalam latihan bersama pasukan khusus negara lain.

Pada Malindo Darsasa-11AB/2023 di Malaysia, sebanyak 33 prajurit Denjaka mengikuti Force Integration Training. Mereka menjalani materi seperti latihan menembak sniper, manuver menggunakan sea raider, hingga free fall. Latihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas pasukan khusus Indonesia dan Malaysia.

Denjaka juga menjadi bagian dari kontingen pasukan khusus TNI yang mengikuti Trisula Wyvern 23 di Perth, Australia pada Oktober 2023. Dalam latihan tersebut, 11 prajurit Denjaka menjadi bagian dari kontingen 40 prajurit pasukan khusus TNI yang berlatih bersama Australia Special Operations Command. Materi utamanya mencakup operasi khusus gabungan dan non-combatant evacuation operations atau NEO.

Satbravo 90, Pasukan Khusus TNI AU

TNI Angkatan Udara memiliki Satbravo 90 Kopasgat sebagai salah satu unsur pasukan khususnya.

Satuan ini juga memiliki rekam jejak dalam latihan internasional. Pada Malindo Darsasa-11AB/2023, sebanyak 21 prajurit Satbravo 90 mengikuti Force Integration Training di Malaysia dengan materi fast roping dan free fall. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme serta kemampuan tempur satuan pasukan khusus kedua negara.

Satbravo 90 juga menjadi bagian dari kontingen pasukan khusus TNI dalam Trisula Wyvern 23 di Australia. Sebanyak 11 personel Satbravo 90 bergabung dengan unsur Kopassus dan Denjaka dalam latihan bersama Australia Special Operations Command.

Tiga Pasukan Elite Pernah Jalankan Misi Bersama

Yang membuat ketiga satuan ini semakin menarik adalah kemampuan mereka untuk beroperasi secara terpadu.

Pada 2022, Sat-81 Kopassus, Denjaka, dan Satbravo 90 tergabung dalam Satuan Penanggulangan Teror TNI. Dalam latihan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, skenarionya berupa pembajakan pesawat dan penyanderaan penumpang. Pasukan khusus TNI kemudian menjalankan operasi penyelamatan dan pembebasan sandera.

Latihan serupa juga dilakukan di Hotel Mercure Ancol. Dalam skenario tersebut, pasukan menghadapi aksi teror dan penyanderaan tamu VVIP. Operasi latihan melibatkan infiltrasi melalui udara, penembak runduk, pembebasan sandera hingga evakuasi.

Kemampuan tiga matra itu kemudian kembali diuji dalam latihan pengamanan KTT G20 di Bali pada 2022. Sebanyak 408 personel pasukan khusus dari Sat-81 Kopassus, Denjaka dan Satbravo 90 dilibatkan dalam pengamanan VVIP. Mereka didukung 104 kendaraan taktis.

Tak Berhenti di G20, Terlibat Pengamanan KTT ASEAN

Rekam penugasan pasukan khusus tiga matra juga berlanjut dalam pengamanan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta pada 2023.

Koopssus TNI mengerahkan pasukan elite yang terdiri dari Kopassus, Denjaka dan Satbravo 90 dalam satuan tugas khusus untuk mengantisipasi ancaman sabotase dan teror terhadap kegiatan VVIP.

Pada tahun yang sama, ketiga unsur tersebut juga terlibat dalam Latihan Aksi Khusus Koopssus TNI di Situ Lembang, Bandung Barat. Dalam skenario latihan, mereka melakukan operasi pembebasan dua warga negara asing yang disandera kelompok teroris.

Kemampuan pasukan khusus TNI juga diuji melalui latihan bersama dengan negara lain.

Dalam Trisula Wyvern 23, pasukan khusus Indonesia berlatih bersama Australia Special Operations Command. Kontingen Indonesia terdiri dari unsur Koopssus TNI, Kopassus, Denjaka dan Satbravo 90. Latihan tersebut berlangsung di Perth, Australia, dengan materi operasi khusus gabungan dan evakuasi non-kombatan.

Sementara dalam Malindo Darsasa 11AB/2023, pasukan khusus Indonesia berlatih bersama Angkatan Tentera Malaysia. Kegiatan tersebut mempertemukan kemampuan pasukan khusus dari kedua negara dalam berbagai materi, termasuk pembebasan sandera.

Berbagai catatan tersebut menunjukkan bahwa rekam jejak pasukan elite TNI tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan fisik atau pendidikan militer. Ada pula prestasi dalam kompetisi, keterlibatan dalam pengamanan kegiatan kenegaraan berskala internasional, serta pengalaman mengikuti latihan bersama pasukan khusus negara lain.

Kopassus dengan prestasi kompetisinya, Denjaka dengan kemampuan operasi khusus maritim, dan Satbravo 90 dengan kemampuan operasi khusus udara menjadi bagian dari kekuatan yang dapat disatukan ketika TNI membutuhkan kemampuan khusus lintas matra.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Polres Humbahas Tegaskan Komitmen Sinergitas di Humbahas
4 Jenderal TNI Aktif Asal Sumatera Utara yang Duduki Jabatan Tinggi, Ada yang Jadi KSAD
Wagub Sumut Tegaskan TNI dan Rakyat Kekuatan Utama Jaga Kedaulatan NKRI
Wanita Asal Medan Ini Jadi Kowad Penerjun Angkatan Pertama Kostrad
Prabowo Minta TNI Tinggalkan Sistem Berbasis Senioritas: Prestasi Jadi Ukuran
Masyarakat dan Mahasiswa Soroti Tambang Bawah Tanah, Dorong Transparansi dan Perlindungan Lingkungan