Topikseru.com -Sebelum pusat perbelanjaan modern dan toko daring menjamur, pasar tradisional menjadi salah satu pusat kehidupan ekonomi masyarakat Medan. Di tempat-tempat inilah aktivitas jual beli berlangsung sejak pagi, sekaligus menjadi ruang pertemuan berbagai lapisan masyarakat.
Sejumlah pasar bahkan telah melewati perjalanan panjang dan masih dikenal hingga sekarang. Menariknya, beberapa di antaranya bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menyimpan cerita tentang perkembangan Kota Medan.
Berikut lima pasar legendaris di Medan yang masih bertahan.
Baca Juga:
1. Pajak Ikan Lama
Namanya mungkin membuat orang membayangkan deretan pedagang ikan. Namun, kondisi Pajak Ikan Lama sekarang justru lebih dikenal sebagai kawasan perdagangan kain dan tekstil.
Pasar yang berada di kawasan Kesawan ini memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial. Sejumlah sumber sejarah menyebut Pajak Ikan Lama dibuka sekitar 1890 dan pada awalnya memang menjadi tempat perdagangan ikan, sayuran, serta berbagai kebutuhan pangan.
Seiring perubahan jalur perdagangan dan perkembangan Kota Medan, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut ikut berubah. Pajak Ikan Lama kemudian berkembang menjadi pusat tekstil yang masih ramai hingga kini.
Perubahan fungsi tersebut justru membuat pasar ini memiliki cerita unik. Namanya tetap mempertahankan jejak masa lalu, sementara barang yang dijual telah mengikuti perkembangan zaman.
Address: HMQJ+496, Jl. Stasiun Kereta Api, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20212, Indonesia
2. Pusat Pasar atau Pajak Sambu
Pusat Pasar merupakan salah satu kawasan perdagangan penting dalam sejarah Kota Medan. Kompleks pasar ini dibangun pada awal dekade 1930-an di atas kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Pajak Lomba atau bekas lapangan pacuan kuda. Pembangunannya dimulai pada 1931 dan mulai digunakan pada 1933.
Pada masa awalnya, Pusat Pasar dirancang sebagai pusat perdagangan yang besar dan modern untuk ukuran Medan saat itu.
Perjalanan pasar ini juga tidak selalu mulus. Sebagian bangunannya pernah mengalami kebakaran pada 1970-an. Aktivitas perdagangan kemudian terus berkembang di kawasan sekitarnya.
Nama Sambu sendiri kemudian sangat melekat dengan kawasan perdagangan tersebut. Bahkan, keberadaan aktivitas pasar membuat nama Pasar Sambu lebih dikenal masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Address: HMQM+HF8, Gg. Buntu, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20236, Indonesia
3. Pasar Petisah
Pasar Petisah juga memiliki hubungan dengan sejarah perkembangan pasar di Kota Medan.
Cikal bakalnya berkaitan dengan Pasar Bundar yang telah ada sejak sekitar 1915. Pasar tersebut berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Petisah. Seiring perkembangan kota, lokasi dan bentuk kawasan perdagangan mengalami perubahan hingga kemudian berkembang menjadi Pasar Petisah.
Saat ini, Pasar Petisah dikenal sebagai salah satu pasar tradisional besar di Medan. Berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditemukan di dalamnya, mulai dari bahan makanan hingga pakaian dan produk kerajinan.
Suasana pasar yang ramai membuat kawasan ini tetap menjadi bagian dari aktivitas perdagangan sehari-hari masyarakat Medan.
Address: HMR9+J22, Jl. Kota Baru 3, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20111, Indonesia
4. Pasar Sukaramai
Pasar Sukaramai berada di kawasan Medan Area dan menjadi salah satu pasar yang cukup dikenal masyarakat Medan.
Perjalanan pasar ini juga pernah diwarnai musibah kebakaran. Pada 2010, Pasar Sukaramai pernah terbakar dan kemudian dibangun kembali. Meski mengalami perubahan fisik, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut tetap berlanjut.
Pasar ini menjadi salah satu tempat masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Keberadaannya menunjukkan bagaimana pasar tradisional dapat bertahan meskipun kawasan perkotaan terus mengalami perubahan.
Address: HPM3+2G3, Jl. Arief Rahman Hakim, Sukaramai II, Kec. Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara 20227, Indonesia
5. Pasar Simpang Limun
Pasar Simpang Limun berada di kawasan persimpangan Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Sakti Lubis. Pasar ini telah lama dikenal sebagai salah satu pasar tradisional di Medan.
Nama Simpang Limun sendiri memiliki cerita tersendiri. Kawasan tersebut disebut berkaitan dengan keberadaan pabrik limun yang dahulu berada di sekitar persimpangan tersebut.
Seperti pasar tradisional lainnya, aktivitas di Simpang Limun tidak hanya berkaitan dengan transaksi jual beli. Pasar juga menjadi ruang ekonomi bagi pedagang kecil dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Keberadaannya hingga sekarang menjadi bagian dari wajah perdagangan tradisional Kota Medan.
Bukan Sekadar Tempat Belanja
Keberadaan pasar-pasar tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Kota Medan tidak hanya tersimpan di gedung pemerintahan, rumah tua, atau kawasan bersejarah.
Pasar juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah kota. Di dalamnya terdapat cerita mengenai perubahan pola perdagangan, kehidupan pedagang, hingga kebiasaan masyarakat dari generasi ke generasi.
Meski bentuk dan barang dagangannya terus berubah, pasar-pasar tersebut tetap mempertahankan satu hal yang membuatnya khas: aktivitas perdagangan yang hidup dan dekat dengan masyarakat.