Rabu, 07 Oktober 2026

Di Tengah Polemik Ijazah, Ini Koleksi Pribadi Presiden dan Wapres yang Dipamerkan di Museum

Rizky Aisyah - Rabu, 07 Oktober 2026 14:05 WIB
Di Tengah Polemik Ijazah, Ini Koleksi Pribadi Presiden dan Wapres yang Dipamerkan di Museum
Wikipedia
Sejumlah koleksi pribadi presiden dan wakil presiden yang menjadi bagian dari dokumentasi sejarah di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Topikseru.com -Polemik mengenai ijazah pejabat negara membuat dokumen pendidikan seorang presiden kembali menjadi perhatian publik. Namun, jauh dari perdebatan tersebut, ada tempat yang memang secara khusus menyimpan dan menampilkan berbagai jejak kehidupan para pemimpin Indonesia.

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan perjalanan para presiden dan wakil presiden Indonesia.

Koleksinya bukan hanya berupa foto atau dokumentasi pemerintahan. Sejumlah benda pribadi yang pernah digunakan para tokoh ketika menjalankan tugas kenegaraan juga menjadi bagian dari koleksi museum.

Baca Juga:

Koleksi Pribadi Enam Presiden

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti memiliki enam klaster yang menampilkan perjalanan Presiden Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Museum menjelaskan bahwa di dalam klaster tersebut terdapat informasi pribadi, barang-barang pribadi, serta peninggalan dalam bentuk foto dan video pendek. Koleksi tersebut dipamerkan sebagai bagian dari perjalanan sejarah masing-masing presiden.

Selain benda pribadi, museum juga menampilkan berbagai informasi mengenai karya dan prestasi para presiden selama memimpin Indonesia.

Dari Miniatur GBK hingga Pesawat N250

Salah satu jenis koleksi yang menarik adalah miniatur yang merepresentasikan karya atau capaian monumental dari para presiden.

Museum Kepresidenan pernah memamerkan miniatur Stadion Gelora Bung Karno, miniatur Keong Mas TMII, miniatur pesawat N250, miniatur klenteng, miniatur Gedung KPK, serta miniatur Helm PBB. Koleksi tersebut digunakan untuk memperkenalkan berbagai karya monumental yang berkaitan dengan perjalanan kepemimpinan Indonesia.

Koleksi seperti ini membuat museum tidak hanya menceritakan siapa yang pernah menjadi presiden, tetapi juga memperlihatkan berbagai hal yang menjadi bagian dari sejarah pemerintahan mereka.

Buku yang Pernah Dibaca Presiden

Jejak pribadi presiden juga dapat ditemukan melalui koleksi buku.

Museum Kepresidenan memiliki perpustakaan dengan lebih dari 1.500 judul atau sekitar 2.500 koleksi buku. Koleksinya mencakup buku yang ditulis presiden, buku mengenai presiden, hingga buku favorit para presiden.

Khusus Presiden Soekarno, Museum Kepresidenan juga pernah menggelar pameran buku-buku koleksi pribadinya. Buku yang dipamerkan berasal dari berbagai bahasa, antara lain Belanda, Inggris, Prancis dan Jerman.

Museum pada 2026 juga menerbitkan tulisan khusus mengenai hubungan Soekarno dengan buku dan dunia intelektualnya. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa kebiasaan membaca Soekarno telah berkembang sejak masa mudanya.

Bukan Hanya Presiden, Ada Koleksi Wakil Presiden

Koleksi Museum Kepresidenan Balai Kirti juga mencakup benda-benda milik sejumlah wakil presiden.

Pada 2021, misalnya, Try Sutrisno dan Hamzah Haz menghibahkan koleksi pribadi mereka kepada museum.

Try Sutrisno menyerahkan sejumlah benda yang digunakannya ketika menjabat sebagai wakil presiden. Koleksinya antara lain jas Pakaian Sipil Lengkap (PSL), pakaian kerja, peci, kacamata beserta tempatnya, buku "Kunjungan Kerja ke-27 Provinsi", Al-Qur'an, tasbih, dan slop.

Sementara itu, Hamzah Haz menyerahkan kemeja, sarung, sorban, peci hitam, peci putih, dan baju gamis yang pernah dikenakannya saat menjabat sebagai wakil presiden.

Sebelumnya, museum juga menerima koleksi pribadi dari keluarga Umar Wirahadikusuma dan Boediono.

Koleksi Umar antara lain terdiri dari satu stel pakaian sipil lengkap, jas kerja bermotif kotak-kotak, serta buku biografi tentang dirinya.

Adapun koleksi Boediono mencakup foto resmi bersama istri, foto keluarga, baju batik yang pernah digunakan saat menjabat, pulpen yang dipakai sehari-hari, serta sejumlah dokumentasi kegiatan, termasuk mengenai pendidikan, peninjauan bencana alam dan proyek PNPM.

Ada Juga Benda Sehari-hari yang Menjadi Koleksi

Koleksi museum ternyata tidak selalu berupa benda yang terlihat monumental.

Dalam katalog koleksinya, Museum Kepresidenan mencatat sejumlah benda milik Jusuf Kalla, antara lain rompi PMI, kalkulator, tas kerja, sepatu, celana kerja dan kemeja kerja.

Sementara dari Umar Wirahadikusuma, katalog museum juga mencatat celana PSL, baju PSL dan jas kotak-kotak.

Benda-benda tersebut menjadi menarik karena memiliki hubungan langsung dengan kehidupan dan aktivitas tokoh ketika menjalankan tugasnya.

Lalu, Bagaimana dengan Ijazah Presiden?

Pertanyaan mengenai ijazah menjadi relevan karena Museum Kepresidenan memang memiliki berbagai dokumen dan benda yang berkaitan dengan kehidupan pribadi presiden.

Namun, ijazah harus dibedakan dari benda-benda yang sudah dipastikan menjadi koleksi pajangan museum.

Dalam dokumen ANRI mengenai kajian koleksi Presiden Joko Widodo di Museum Balai Kirti, ijazah dan skripsi disebut sebagai salah satu target koleksi yang akan diakuisisi, bersama pakaian, tulisan tangan, bintang jasa, serta sejumlah foto dan video.

Artinya, keterangan tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa ijazah Jokowi saat ini sudah dipajang untuk dilihat pengunjung.

Hal ini penting karena status "ditargetkan untuk diakuisisi", "sudah menjadi koleksi", dan "dipamerkan kepada publik" merupakan tiga hal yang berbeda.

Museum Menyimpan Jejak, Bukan Sekadar Benda

Keberadaan berbagai koleksi tersebut menunjukkan bahwa museum kepresidenan tidak hanya menyimpan benda-benda besar yang berkaitan dengan pemerintahan.

Pakaian, buku, foto, pulpen, tas, hingga benda yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah ketika memiliki hubungan dengan seorang pemimpin negara.

Di tengah polemik mengenai ijazah, koleksi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti memberikan gambaran bahwa jejak seorang presiden dan wakil presiden dapat disimpan dalam banyak bentuk.

Namun, untuk menyebut sebuah ijazah sebagai benda yang dipajang di museum, tetap diperlukan keterangan resmi yang secara jelas menyatakan bahwa dokumen tersebut memang telah menjadi koleksi dan dipamerkan kepada publik.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Komen Putusan MK, Gibran: Jika Tidak Lulus SMA Tidak Mungkin Bisa Kuliah di Singapura
7 Mitos Kesehatan Bayi yang Masih Dipercaya Orang Tua, Mana yang Benar?
Jangan Asal Lamar! Ini Perbedaan Freelance, Part Time dan Full Time
KPU Tanggapi Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran
Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI dan Polri di Istana
Ube Matcha Mendadak Viral, Ini Alasan Minuman Ungu-Hijau Bikin Penasaran