Kamis, 15 Oktober 2026

Tembus US$7,9 Miliar! Ini Produk Andalan Sumut yang Menghasilkan Devisa dari Ekspor

Rizky Aisyah - Rabu, 14 Oktober 2026 12:05 WIB
Tembus US$7,9 Miliar! Ini Produk Andalan Sumut yang Menghasilkan Devisa dari Ekspor
Aktivitas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara. Produk berbasis minyak dan lemak nabati menjadi kelompok penyumbang terbesar ekspor Sumut pada Januari–Juli 2026.

Topikseru.com -Sumatera Utara memiliki sejumlah komoditas perkebunan dan hasil pertanian yang berkontribusi terhadap perdagangan luar negeri. Kelapa sawit, kopi, dan karet menjadi beberapa komoditas yang menarik untuk ditelusuri di tengah perkembangan ekspor provinsi ini sepanjang 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut mencapai US$7,93 miliar pada Januari–Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 12,48 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Di antara berbagai kelompok barang ekspor, golongan lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar. Produk kimia juga memberikan kontribusi besar terhadap perdagangan luar negeri Sumut.

Baca Juga:

1. Kelapa Sawit, Komoditas Utama Ekspor Sumut

Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang menonjol dalam perdagangan luar negeri Sumatera Utara. Produk turunannya, termasuk minyak sawit, digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pangan hingga bahan baku produk lainnya.

Berdasarkan data BPS Sumut, golongan lemak dan minyak hewan atau nabati mencatat nilai ekspor sebesar US$3,08 miliar pada Januari–Juli 2026. Nilai tersebut setara dengan 38,77 persen dari total ekspor Sumatera Utara pada periode tersebut.

Meski demikian, angka ini merupakan nilai ekspor satu kelompok barang, bukan nilai minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) saja. Kelompok tersebut juga mencakup produk lain yang masuk dalam klasifikasi perdagangan yang sama.

Besarnya kontribusi kelompok ini memperlihatkan pentingnya produk berbasis minyak dan lemak nabati dalam perdagangan luar negeri Sumut.

2. Kopi Sumatera Utara Menjangkau Pasar Internasional

Kopi juga menjadi komoditas yang menarik untuk dibahas karena Sumatera Utara memiliki sejumlah daerah penghasil kopi, termasuk kawasan Mandailing, Dairi, dan sekitar Danau Toba.

Kopi Arabika dari Sumut dikenal melalui karakter rasa yang khas. Selain dipasarkan sebagai biji kopi, produk ini juga dapat diperdagangkan setelah melalui proses pengolahan sesuai kebutuhan pasar.

Dalam statistik perdagangan, kopi masuk kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah. Namun, nilai ekspor kelompok tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai nilai ekspor kopi saja karena mencakup beberapa jenis barang.

BPS Sumut mencatat bahwa pada Januari 2026, nilai ekspor kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah mengalami penurunan sebesar US$19,14 juta atau 40,26 persen dibandingkan Januari 2025.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kinerja kelompok komoditas ini dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Karena itu, perkembangan ekspor kopi perlu dilihat berdasarkan periode dan data komoditas yang lebih spesifik.

3. Karet dan Produk Olahannya

Selain sawit dan kopi, karet merupakan komoditas perkebunan yang turut mewarnai perdagangan luar negeri Sumatera Utara.

Karet alam dapat diolah menjadi berbagai bahan baku industri, termasuk produk karet untuk kebutuhan manufaktur. Dalam pencatatan ekspor, karet dan barang dari karet termasuk kelompok barang tersendiri.

Data BPS Sumut menunjukkan nilai ekspor kelompok karet dan barang dari karet turun sebesar US$11,74 juta atau 12,45 persen pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025.

Penurunan tersebut menjadi pengingat bahwa komoditas yang sudah lama menjadi bagian dari kegiatan perdagangan Sumut tetap menghadapi perubahan permintaan dan kondisi pasar.

4. Produk Kimia Juga Berperan Besar

Selain komoditas yang berkaitan dengan perkebunan, produk kimia turut menyumbang nilai ekspor Sumatera Utara.

BPS Sumut mencatat nilai ekspor produk kimia mencapai US$1,30 miliar pada Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 16,36 persen dari total ekspor Sumut pada periode yang sama.

Data ini menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri Sumut tidak hanya bergantung pada hasil perkebunan. Produk industri dan olahan juga memiliki peran besar dalam struktur ekspor provinsi.

Namun, produk kimia tidak seluruhnya berasal dari pengolahan hasil pertanian. Karena itu, kelompok ini perlu dibedakan dari komoditas perkebunan ketika membahas kontribusi sektor pertanian.

5. China Menjadi Tujuan Ekspor Terbesar Sumut

Dari sisi negara tujuan, China menjadi pasar ekspor terbesar Sumatera Utara pada Januari–Juli 2026.

BPS Sumut mencatat nilai ekspor ke China mencapai US$1,33 miliar atau sekitar 16,70 persen dari total ekspor provinsi. Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan nilai US$1,12 miliar, disusul India sebesar US$578,41 juta.

Data tersebut menggambarkan luasnya jangkauan perdagangan Sumut ke pasar internasional. Meski demikian, angka ekspor berdasarkan negara tujuan mencakup berbagai jenis barang dan tidak hanya produk pertanian atau perkebunan.

Perkembangan Ekspor Sumut Sepanjang 2026

Secara keseluruhan, nilai ekspor Sumatera Utara pada Januari–Juli 2026 mencapai US$7,93 miliar atau tumbuh 12,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menyumbang US$542,98 juta atau 6,84 persen. Sementara itu, sektor industri menyumbang sekitar 93,14 persen dari total nilai ekspor.

Data tersebut memperlihatkan bahwa produk berbasis perkebunan tetap penting bagi perdagangan Sumut. Namun, untuk mengetahui komoditas pertanian yang benar-benar paling besar diekspor, diperlukan data yang lebih rinci berdasarkan jenis barang, nilai, dan volume ekspornya.

Dengan demikian, sawit, kopi, dan karet tetap menarik untuk ditelusuri sebagai komoditas andalan Sumatera Utara. Perkembangan masing-masing komoditas perlu dilihat berdasarkan data terbaru agar gambaran mengenai kinerja ekspornya tidak hanya bertumpu pada reputasi historis.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Penyidik Polda Sumut akan Diperiksa Wassidik, Hak Dhody Thahir Dipenuhi
Dari Wajah Baby Soso yang Terekspos hingga Akun Threads Dikunci, Ini Rentetan Polemik Maia Estianty
Pernah Menangis saat Kuliah di Amerika, Pengalaman Martha Tilaar yang Mengubah Arah Bisnisnya
7 Tahun Menghilang dari Panggung, Syahrini Comeback! Lagu Baru hingga Gaya Cetar Kembali Jadi Sorotan
Kabut Asap Mengancam, Bagaimana Kondisi Udara Medan dan Sumut Hari Ini?
Stunting di Sumut Masih Jadi Sorotan, Ini Data Terakhir 2026 dan Kondisi di Kota Medan