Topikseru.com - Pergantian jabatan di pucuk pimpinan TNI turut menyoroti laporan harta kekayaan dua perwira tinggi yang kini mengemban posisi strategis berbeda. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang dilantik sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 81,12 miliar.
Sementara itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, yang menggantikan Maruli sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), melaporkan kekayaan bersih Rp 6,81 miliar.
Angka tersebut mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan keduanya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Maret 2026, ketika masih menduduki jabatan sebelumnya.
Baca Juga:
Berdasarkan data yang tersedia, nilai kekayaan bersih Maruli sekitar 11,9 kali lipat dari kekayaan Tandyo. Perbandingan ini menggambarkan angka yang tercantum dalam laporan masing-masing, bukan penilaian terhadap kinerja maupun integritas keduanya.
Komponen terbesar yang tercantum dalam laporan tersebut adalah kas dan setara kas senilai Rp 64.325.922.988. Selain itu, Maruli melaporkan surat berharga senilai Rp 8.672.323.180, harta bergerak lainnya Rp 7.237.136.340, serta harta lainnya Rp 20.905.705.882.
Untuk aset properti, Maruli memiliki 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Bandung, Jakarta Selatan, Bogor, Buleleng, Rote Ndao, Tabanan, dan Manggarai Barat.
Total nilai tanah dan bangunan tersebut dilaporkan mencapai sekitar Rp 16,61 miliar. Salah satu aset tanah terluas berada di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dengan luas 2.970 meter persegi dan nilai yang dilaporkan Rp 3,12 miliar.
Di sektor kendaraan, Maruli mencantumkan tiga sepeda motor dan satu mobil. Kendaraan tersebut terdiri dari Piaggio LXV 125 ie tahun 2010 senilai Rp20 juta, Kawasaki LX 150E CKD tahun 2014 senilai Rp 18 juta, BMW K75 tahun 1995 senilai Rp 100 juta, serta Toyota Innova Venturer tahun 2021 senilai Rp 300 juta.
Total nilai kendaraan yang dilaporkan mencapai Rp 438 juta.
Meski memiliki aset dalam berbagai kategori, Maruli juga mencatatkan utang sebesar Rp 37.067.344.176 atau sekitar Rp 37,07 miliar. Setelah memperhitungkan kewajiban tersebut, kekayaan bersihnya tercatat Rp 81,12 miliar.
Laporan periodik 2025 tersebut disampaikan kepada KPK pada 12 Maret 2026, saat Tandyo masih menjabat Wakil Panglima TNI.
Tandyo mencatatkan 17 aset tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Magelang, Lampung Timur, Bekasi, Mamuju, Luwu, Lombok Tengah, Yogyakarta, Sukoharjo, Deli Serdang, dan Subang.
Nilai keseluruhan aset tanah dan bangunan itu mencapai sekitar Rp 7,15 miliar. Salah satu aset yang disebutkan berada di Bekasi, Jawa Barat, dengan luas tanah 396 meter persegi dan bangunan 300 meter persegi, senilai Rp 1 miliar.
Tandyo juga melaporkan kepemilikan kendaraan berupa Kawasaki KLX tahun 2016 senilai Rp 8 juta, Vespa tahun 2016 senilai Rp 9 juta, serta Jeep Wrangler Rubicon tahun 2015 senilai Rp450 juta. Total nilai kendaraan tersebut mencapai Rp 467 juta.
Selain properti dan kendaraan, laporan Tandyo mencakup harta bergerak lainnya senilai Rp 104,4 juta, surat berharga Rp682,5 juta, serta kas dan setara kas Rp 1,009 miliar.
Adapun utang yang tercatat dalam laporannya mencapai Rp 2,6 miliar. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, kekayaan bersih Tandyo berada di kisaran Rp 6,81 miliar.
Perbedaan juga terlihat pada sejumlah komponen aset. Maruli mencatatkan kas dan setara kas lebih dari Rp 64 miliar, sedangkan Tandyo melaporkan sekitar Rp 1,01 miliar. Nilai properti yang dilaporkan Maruli juga lebih besar secara agregat dibandingkan milik Tandyo.
Namun, angka LHKPN merupakan laporan kekayaan berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara negara. Perbandingan nominal tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan sumber setiap aset, riwayat kepemilikan, atau aspek lain di luar informasi yang tercantum dalam laporan.
Karena itu, pembacaan terhadap data kekayaan perlu berpegang pada rincian laporan resmi dan tidak digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai integritas seseorang hanya berdasarkan besar atau kecilnya kekayaan.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perubahan penugasan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan.
Selain kedua jenderal TNI itu, Presiden juga melantik beberapa pejabat lain, termasuk Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian, Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sejumlah jabatan lain yang turut diisi adalah Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Wakil Kepala badan tersebut, serta dua Wakil Menteri Pertahanan dengan bidang tugas berbeda.
Dengan penugasan baru itu, Maruli dan Tandyo kini menempati posisi berbeda dalam struktur pertahanan negara. Sementara itu, data LHKPN keduanya memberikan gambaran mengenai kekayaan bersih yang dilaporkan kepada KPK ketika mereka masih menjalankan jabatan sebelumnya.