Topikseru.com -Membuat video menarik kini tidak selalu membutuhkan kemampuan editing profesional. Berkat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sejumlah aplikasi dapat membantu pengguna memotong video, membuat subtitle otomatis, menyusun klip, hingga menghasilkan video dari perintah teks.
Teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh kreator konten, mahasiswa, pelaku usaha kecil, maupun pengguna yang ingin membuat video untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Menariknya, beberapa aplikasi menyediakan versi gratis yang bisa dicoba tanpa harus langsung berlangganan. Meski begitu, fitur AI tertentu masih memiliki batas penggunaan atau hanya tersedia pada paket berbayar.
Baca Juga:
Berikut lima aplikasi edit video AI yang bisa menjadi pilihan.
1. CapCut, Praktis untuk Video Pendek
CapCut menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang ingin membuat video pendek dengan proses penyuntingan yang relatif mudah. Aplikasi ini menyediakan alat editing dasar, template, serta sejumlah fitur berbasis AI yang ketersediaannya bergantung pada fitur dan paket akun.
Pengguna dapat menggabungkan beberapa klip, menambahkan musik, memasukkan teks, mengatur transisi, dan membuat subtitle untuk membantu penonton memahami isi video.
Aplikasi ini cocok untuk membuat konten harian, video promosi, hingga video narasi dengan format vertikal.
CapCut menyediakan paket gratis untuk kebutuhan editing dasar. Namun, tidak semua template, efek, dan fitur AI bisa digunakan tanpa biaya. Pengguna sebaiknya memeriksa label Pro atau ketentuan fitur sebelum mengekspor video.
Informasi paket dapat dilihat melalui situs resmi CapCut.
2. Canva, Membantu Menyusun Video untuk Media Sosial
Canva tidak hanya digunakan untuk membuat poster dan desain grafis. Platform ini juga menyediakan editor video dengan sejumlah fitur berbasis AI.
Pengguna dapat menyusun klip, menambahkan teks, memasukkan musik, serta memanfaatkan fitur tertentu untuk membantu memilih bagian menarik dari rekaman dan menyusun video untuk media sosial.
Canva cocok bagi pemula yang ingin membuat video promosi produk, konten edukasi, video presentasi, atau materi publikasi tanpa harus mempelajari perangkat lunak editing yang rumit.
Editor video Canva dapat digunakan secara gratis. Namun, akses ke fitur pembuatan video berbasis AI memiliki batasan bagi pengguna gratis. Beberapa elemen premium juga memerlukan pembayaran.
Video dapat diekspor tanpa watermark selama pengguna memakai elemen, gambar, rekaman, dan musik yang tersedia secara gratis. Ketentuan berbeda dapat berlaku jika menggunakan aset berbayar.
Informasi selengkapnya tersedia di editor video AI Canva.
3. InVideo AI, Membuat Video dari Perintah Teks
InVideo AI menarik bagi pengguna yang ingin membuat video dengan bantuan perintah teks atau prompt. Pengguna dapat menjelaskan topik, gaya, dan kebutuhan video, lalu AI membantu menyusun materi sesuai instruksi.
Pendekatan ini bisa dimanfaatkan untuk membuat video penjelasan, konten promosi, atau video pendek berbasis naskah.
Meski membantu mempercepat proses produksi, hasilnya tetap perlu diperiksa. Pengguna harus memastikan narasi sesuai dengan fakta, visual relevan dengan pembahasan, serta musik dan materi yang digunakan sesuai ketentuan pemakaian.
InVideo AI menyediakan paket gratis dengan kredit terbatas. Artinya, pengguna dapat mencoba kemampuan AI tanpa langsung membayar, tetapi jumlah dan jenis pembuatan konten yang bisa dilakukan dibatasi oleh kredit yang tersedia.
Perlu dibedakan antara InVideo AI dan editor manual InVideo. Editor manualnya dapat digunakan untuk menyunting dan mengekspor video secara gratis tanpa watermark, sedangkan pekerjaan yang dilakukan agen AI dan pembuatan media menggunakan kredit.
Informasi paket tersedia di situs resmi InVideo.
4. OpusClip, Mengubah Video Panjang Menjadi Klip Pendek
Bagi kreator yang sering mengunggah wawancara, podcast, atau video berdurasi panjang, OpusClip dapat menjadi pilihan untuk dicoba.
Platform ini dirancang untuk membantu menemukan bagian menarik dari video panjang dan mengubahnya menjadi sejumlah klip pendek yang sesuai untuk distribusi di media sosial.
Dengan bantuan AI, proses memilih potongan video bisa menjadi lebih praktis dibandingkan harus menonton dan memotong seluruh rekaman secara manual.
Fitur ini berguna bagi kreator yang ingin memanfaatkan satu rekaman untuk menghasilkan beberapa konten berbeda. Namun, hasil potongan otomatis tetap perlu ditinjau agar tidak menghilangkan konteks pembicaraan atau memotong kalimat pada bagian yang kurang tepat.
OpusClip menyediakan opsi gratis dengan batas penggunaan. Ketentuan seperti jumlah kredit, watermark, dan pilihan ekspor perlu diperiksa sebelum digunakan untuk produksi rutin.
Pengguna dapat memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi OpusClip.
5. VEED, Membantu Membuat Subtitle dan Menyunting Video
VEED merupakan editor video berbasis web yang dapat digunakan langsung melalui browser. Pengguna tidak harus mengandalkan perangkat lunak editing desktop untuk melakukan penyuntingan dasar.
Salah satu kegunaannya adalah membantu membuat subtitle otomatis, mengolah audio, serta menambahkan teks dan elemen visual pada video.
Fitur tersebut dapat membantu kreator yang membuat video berita, materi edukasi, wawancara, maupun konten yang membutuhkan teks agar lebih mudah dipahami.
Walaupun subtitle otomatis mempercepat pekerjaan, hasil transkripsi tetap perlu diperiksa. Nama orang, istilah asing, angka, dan kutipan dapat salah dikenali oleh AI, terutama jika suara kurang jelas atau terdapat kebisingan.
VEED memiliki opsi gratis untuk mencoba editor dan fitur tertentu. Namun, ekspor pada paket gratis dapat disertai watermark dan memiliki batasan tersendiri.
Sebelum mengerjakan proyek, periksa ketentuan terbaru melalui situs resmi VEED.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Aplikasi
Aplikasi edit video AI gratis bukan berarti seluruh fiturnya dapat digunakan tanpa batas. Ada platform yang membatasi kredit AI, menyediakan fitur tertentu hanya untuk pelanggan berbayar, atau menambahkan watermark pada hasil ekspor.
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum memilih aplikasi.
Pertama, pastikan fitur yang dibutuhkan benar-benar tersedia di paket gratis. Kedua, periksa apakah hasil video memiliki watermark. Ketiga, lihat batas resolusi, durasi, dan jumlah ekspor jika ada.
Pengguna juga perlu memperhatikan hak cipta musik, gambar, dan video yang digunakan. Sementara itu, video yang dibuat dengan AI sebaiknya ditinjau kembali agar tidak memuat informasi keliru atau visual yang menyesatkan.