Topikseru.com -Kota Medan tidak hanya dikenal dengan kuliner dan keragaman budayanya. Kota terbesar di Sumatera Utara ini juga menyimpan berbagai tempat yang dapat menjadi pintu untuk mengenal sejarah, budaya, hingga kehidupan masyarakat dari masa lalu.
Salah satunya melalui museum.
Museum di Medan memiliki tema yang beragam. Ada yang menyimpan koleksi sejarah dan budaya Sumatera Utara, perjalanan perjuangan bangsa, sejarah perkebunan, hingga koleksi satwa dari berbagai belahan dunia.
Baca Juga:
Menariknya, beberapa museum juga berada di bangunan atau kawasan yang memiliki cerita sejarah tersendiri.
Berikut lima museum di Medan yang bisa menjadi pilihan untuk mengenal sisi lain Kota Medan dan Sumatera Utara.
1. Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Museum Negeri Sumatera Utara menjadi salah satu tempat penting untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Sumatera Utara.
Museum yang juga dikenal dengan sebutan Gedung Arca ini berada di Jalan H.M. Joni, Medan. Koleksinya mencakup berbagai bidang, mulai dari arkeologi, etnografi, numismatika, geologi hingga sejarah.
Museum ini menyimpan sekitar 7.000 koleksi yang berasal dari berbagai periode, mulai dari masa prasejarah hingga masa yang lebih modern.
Nama Gedung Arca sendiri berkaitan dengan sejarah awal museum. Pada 1954, Presiden Soekarno meletakkan koleksi pertama berupa sepasang arca makara dari Situs Biara Sitopayan, Padang Lawas Utara.
Museum kemudian diresmikan pada 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Daoed Joesoef.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal beragam budaya di Sumatera Utara tanpa harus berkeliling ke banyak daerah, museum ini bisa menjadi salah satu pilihan.
2. Rahmat International Wildlife Museum & Gallery
Kalau museum sejarah terasa terlalu serius, Rahmat International Wildlife Museum & Gallery menawarkan pengalaman yang berbeda.
Museum yang berada di Jalan S. Parman, Medan, ini dikenal karena koleksi taksidermi atau satwa yang telah diawetkan.
Menurut informasi Dinas Pariwisata Kota Medan, museum tersebut memiliki ribuan spesimen satwa liar dari berbagai wilayah dunia. Koleksinya menjadi daya tarik karena pengunjung dapat melihat berbagai jenis satwa dalam bentuk yang dibuat menyerupai kondisi aslinya.
Tidak hanya menjadi tempat wisata, museum ini juga dapat menjadi sarana edukasi untuk mengenal keanekaragaman satwa.
Keberadaannya membuat pilihan museum di Medan tidak hanya berkutat pada sejarah manusia dan budaya, tetapi juga dunia satwa.
3. Museum Perjuangan TNI
Bagi yang ingin mengetahui perjalanan perjuangan kemerdekaan di Sumatera Utara, Museum Perjuangan TNI bisa masuk dalam daftar kunjungan.
Museum ini berada di Jalan KH. Zainul Arifin, Medan. Bangunannya sendiri memiliki sejarah panjang karena didirikan pada 1928 dan pada masa kolonial Belanda pernah digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi.
Pada 1971, bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi Museum Perjuangan 45 TNI. Museum ini selanjutnya menjadi tempat untuk menyimpan dan mengenalkan berbagai memori perjuangan TNI dan bangsa Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Keberadaan museum ini menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di Pulau Jawa. Sumatera Utara juga memiliki perjalanan panjang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
4. Museum Perkebunan Indonesia
Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN-1) atau Musperin menjadi tempat yang menarik bagi masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana perkebunan ikut membentuk sejarah ekonomi Sumatera Utara.
Museum ini berada di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun. Dinas Pariwisata Kota Medan menyebut Musperin I sebagai museum khusus yang membahas sejarah perkebunan di Indonesia.
Bangunannya juga memiliki cerita tersendiri. Gedung tersebut didirikan pada 1917 dan dahulu digunakan sebagai rumah tinggal Direktur AVROS, organisasi yang berkaitan dengan perkebunan di kawasan Pantai Timur Sumatera.
Di dalam museum terdapat berbagai koleksi yang berkaitan dengan perkembangan perkebunan, termasuk peralatan pertanian, mesin pengolahan dan berbagai benda peninggalan masa lalu.
Pengunjung juga dapat mempelajari perjalanan sejumlah komoditas penting seperti tembakau, kopi, teh, karet dan kelapa sawit.
Museum ini menarik karena sejarah perkebunan juga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Medan dan kawasan Deli pada masa lalu.
5. Museum Situs Kota Cina
Museum Situs Kota Cina menawarkan cerita yang berbeda karena berkaitan dengan jejak perdagangan dan kehidupan masyarakat di masa lampau.
Museum ini berada di kawasan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Di kawasan tersebut terdapat Situs Kota Cina, yang oleh Direktorat Pelindungan Kebudayaan disebut sebagai salah satu situs pelabuhan kuno penting dalam perdagangan Asia Tenggara pada sekitar abad ke-11 hingga ke-14 Masehi.
Berbagai temuan arkeologis pernah ditemukan di kawasan tersebut. Di antaranya pecahan keramik dan tembikar, mata uang, manik-manik, benda logam, struktur bangunan bata, serta arca yang berkaitan dengan tradisi Hindu dan Buddha.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Medan bagian utara sudah memiliki hubungan dengan jaringan perdagangan yang luas jauh sebelum Kota Medan berkembang menjadi kota seperti sekarang.
Karena itu, Museum Situs Kota Cina bukan sekadar tempat menyimpan benda lama. Tempat ini juga membantu membuka cerita tentang posisi kawasan Deli dalam jaringan perdagangan masa lampau.
Museum Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Benda Lama
Lima museum tersebut menunjukkan bahwa sejarah Medan memiliki banyak lapisan.
Ada sejarah kebudayaan yang tersimpan di Museum Negeri Sumatera Utara. Ada kisah perjuangan di Museum Perjuangan TNI. Sejarah perkebunan dapat ditelusuri di Musperin, sementara Museum Situs Kota Cina memperlihatkan jejak perdagangan masa lampau.
Di sisi lain, Rahmat International Wildlife Museum & Gallery memperlihatkan kekayaan dunia satwa melalui koleksinya.
Keberadaan museum-museum tersebut juga menunjukkan bahwa mengenal Medan tidak harus selalu dilakukan melalui bangunan ikonik atau wisata kuliner. Museum bisa menjadi cara lain untuk melihat bagaimana sejarah, budaya, ekonomi dan kehidupan masyarakat membentuk wajah Kota Medan hingga saat ini.