Rabu, 30 September 2026

Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak di Rentang Support 8.117 dan Resistance 8.199

Mhd Rabbani - Minggu, 02 November 2025 12:29 WIB
Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak di Rentang Support 8.117 dan Resistance 8.199
IHSG
Topikseru.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 1,3% dalam sepekan ini. Di akhir perdagangannya kemarin, Jumat (31/10/2025), indeks ditutup melemah 0,25% ke 8.163. Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merinci koreksi IHSG dalam sepekan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti musim rilis kinerja keuangan emiten dan harga emas dunia yang melemah. Hal ini berdampak pada pergerakan emiten berbasis emas di IHSG. Selain itu, adanya pertemuan Amerika Serikat dengan China di Korea Selatan juga ikut berpengaruh pada gerak pasar saham Tanah Air. “Hal ini menjadi sentimen positif yang diperkirakan AS memangkas kenaikan tarif China,” jelas Herditya. Herditya menambahkan, pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve, juga menyumbang sentimen baik bagi pasar saham global dan domestik. Apalagi, pasar menaksir The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuannya pada Desember 2025 mendatang. Namun, wacana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan perubahan perhitungan free float saham Indonesia masih menjadi momok bagi IHSG. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menambahkan faktor penutupan perdagangan di akhir bulan dan rebalancing indeks LQ45 juga mempengaruhi pergerakan IHSG minggu ini. Data NBS Manufacturing PMI China yang turun di level 49,0 di Oktober 2025 dari 49,8 di September 2025, yang merupakan level terendah sejak April 2025, turut pula menyumbang sentimen bagi indeks. Secara teknikal, Stochastic RSI dilihat Alrich melanjutkan reversal ke atas di area pivot. Indikator MACD masih berlanjut membentuk histogram negatif, dan IHSG bertahan ditutup di atas MA5 dan MA20. Dus, Alrich menaksir IHSG akan bergerak pada kisaran support 8.000 dan resistance 8.280 besok. Sementara proyeksi Herditya, IHSG bakal bergerak di rentang support 8.117 dan resistance 8.199. Sentimennya, Herditya menjelaskan, pasar akan menanti rilis data inflasi dan PDB Indonesia yang diprediksi konsensus masih cenderung melandai. Selain itu, pergerakan harga emas yang berpeluang menguat, sentimen positif pertemuan presiden AS-China, dan sentimen rilis kinerja emiten juga masih akan mengiringi laju IHSG pekan depan. Alrich menimpali, investor juga menantikan data manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan cadangan devisa Indonesia pekan depan. Dengan berbagai sentimen ini, saham pilihan Alrich besok ialah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Sementara itu, investor disarankan Herditya untuk mencermati saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada rentang support dan resistance Rp 950-Rp 1.005, PT Indosat Tbk (ISAT) di Rp 1.970-Rp 2.100, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 14.600-Rp 15.450.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290