Kamis, 24 September 2026

Miris! Siswi SMA di Gunungsitoli Dilarang Ujian karena Tunggak SPP, Program Sekolah Gratis Gubernur Sumut Dipertanyakan

Muchlis - Selasa, 07 Oktober 2025 18:17 WIB
Miris! Siswi SMA di Gunungsitoli Dilarang Ujian karena Tunggak SPP, Program Sekolah Gratis Gubernur Sumut Dipertanyakan
Siswi SMA Gunungsitoli
Topikseru.com - Di tengah gencarnya slogan “sekolah gratis untuk semua” yang digaungkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kenyataan pahit justru dialami Khairatun Gea, siswi SMA Negeri 1 Gunungsitoli, Nias. Anak yatim ini dilarang mengikuti ujian tengah semester hanya karena menunggak SPP selama empat bulan. Saat teman-temannya sibuk mempersiapkan ujian, Khairatun justru harus bekerja di warung demi melunasi biaya sekolah yang seharusnya ditanggung oleh program sekolah gratis. "Ibu kerja di warung dan saya ikut kerja juga. Selain untuk membantu ekonomi, juga untuk mengumpulkan uang agar bisa bayar uang sekolah," ucap Khairatun dengan suara lirih, Selasa (7/10/2025).

Anak Yatim Dilarang Ujian karena SPP, Wali Kelas Tak Beri Keringanan

Khairatun mengaku sempat memohon agar bisa mencicil pembayaran SPP, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh wali kelasnya. Yang lebih menyakitkan, ia juga tidak diizinkan mengikuti ujian tengah semester. "Sudah meminta keringanan agar uang sekolah dibayar dengan cara dicicil. Tapi, wali kelas tetap saja tidak mau dan tak memperbolehkan ujian," katanya. Di rumah, ibunya, Asmidar Harefa, tak kuasa menahan tangis melihat anak sulungnya terpaksa absen ujian hanya karena masalah uang. Sejak suaminya meninggal, Asmidar menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. "Hati orang tua mana yang tidak sedih melihat anaknya tidak bisa ikut ujian hanya karena menunggak uang sekolah," ujarnya terbata.

Pihak Sekolah: “Kami Tidak Pernah Larang Siswa Ujian”

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gunungsitoli, Otenieli Halawa, mengaku belum mengetahui adanya larangan tersebut. Menurutnya, sekolah berkomitmen tidak akan menahan siswa mengikuti ujian karena tunggakan. "Kami tetap komit apapun alasannya siswa harus ujian meski belum bayar uang sekolah. Kami akan panggil wali kelas untuk menindaklanjuti persoalan ini," kata Otenieli.

Program Sekolah Gratis Rp 31 Miliar Gubernur Sumut Dipertanyakan

Kasus yang menimpa Khairatun menjadi tamparan keras bagi program unggulan “Sekolah Gratis” di Kepulauan Nias, program yang digadang-gadang sebagai ikon pemerintahan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Dengan anggaran fantastis Rp 31 miliar, program ini digembar-gemborkan sebagai terobosan untuk meniadakan beban biaya pendidikan di daerah tertinggal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya: masih ada siswa miskin yang terancam gagal ujian karena tunggakan SPP. Di Nias, “sekolah gratis” ternyata belum sepenuhnya gratis. Di balik slogan pembangunan, masih ada anak-anak yang bekerja demi bisa belajar.

Antara Janji dan Realita: Sekolah Gratis yang Tak Menyentuh Akar Masalah

Kasus Khairatun menyingkap sisi gelap dari sistem pendidikan yang masih timpang. Ketika kebijakan dibuat dari podium dan baliho, di lapangan masih ada guru yang menolak kemanusiaan hanya karena angka rupiah. Jika kasus seperti ini terus berulang, program “Sekolah Gratis” berisiko kehilangan maknanya, ibarat mengganang asap: terdengar muluk, tapi sulit diwujudkan.
Sumber
:
Berita Terkait
Sinopsis Film Run Hide Fight: Kisah Isabel May Bertahan Hidup Tayang di Bioskop Trans TV Minggu 24 Agustus 2025
Iskandar NasDem Minta Polisi Ungkap Sosok “Iskandar” yang Salah Tangkap di Kualanamu: Publik Berhak Tahu Siapa Dia
Kejati Sumut Tahan Direktur PT Nusa Dua Propertindo Terkait Dugaan Korupsi Aset PTPN I Seluas 8.077 Hektare
Kapolrestabes Medan Perintahkan “Backup Ramai-Ramai” Polsek Medan Tembung, Titik Merah Kriminalitas
Ketua NasDem Sumut Somasi Polrestabes Medan Hingga Bandara Kualanamu, Buntut Salah Tangkap