Minggu, 27 September 2026

Kemana Arah Bitcoin? Sentimen Terbelah di Tengah Aksi Beli Whale dan Ketidaksabaran Trader Ritel

Muchlis - Jumat, 20 Juni 2025 20:35 WIB
Kemana Arah Bitcoin? Sentimen Terbelah di Tengah Aksi Beli Whale dan Ketidaksabaran Trader Ritel
Harga Bitcoin
Topikseru.com - Pasar Bitcoin kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Terbelahnya sentimen antara investor besar (whale) dan trader ritel menjadi penanda bahwa fase stagnan yang terjadi saat ini bisa menjadi momen krusial menjelang pergerakan harga besar berikutnya. Dalam laporan Santiment, Kamis (19/6/2025), Direktur Pemasaran Brian Quinlivan menyebut bahwa trader ritel mulai kehilangan kesabaran, sementara percakapan media sosial mencerminkan persepsi pasar yang hampir seimbang antara bullish dan bearish. "Trader mulai kehilangan kesabaran, dan sentimen bearish pun semakin terasa," ujar Quinlivan. Rasio Sentimen Sosial 1,03:1: Terbagi Dua Melalui platform Sanbase, Santiment mencatat rasio komentar bullish dan bearish berada di angka 1,03:1. Artinya, untuk setiap komentar optimistis mengenai Bitcoin, terdapat hampir satu komentar pesimistis yang menyertainya. Rasio ini menunjukkan bahwa komunitas kripto tengah terbelah secara psikologis. "Ketika publik terlalu pesimis, justru itu saatnya harga mulai bangkit," jelas Quinlivan, mengacu pada pola historis yang memperlihatkan harga cenderung berlawanan arah dengan mayoritas sentimen ritel. Indeks Fear & Greed Turun ke Zona Netral Menurut data CoinMarketCap, Indeks Crypto Fear & Greed kini berada di angka 48 dari 100, yang menandakan pasar dalam zona “Netral”. Ini menurun dari zona “Greed” yang mendominasi pasar pada bulan Mei lalu. Turunnya indeks ini merefleksikan ketidakpastian dan kecemasan yang menguat dalam beberapa pekan terakhir. Whale Borong Bitcoin, Ritel Jual Aset Menariknya, di tengah rasa takut dan kebingungan pasar ritel, investor besar justru mulai mengakumulasi Bitcoin. Santiment mencatat, sebanyak 231 wallet baru yang masing-masing menyimpan lebih dari 10 BTC tercipta dalam 10 hari terakhir. Sebaliknya, lebih dari 37.000 wallet kecil dengan saldo di bawah 10 BTC justru melikuidasi aset mereka.

Arah Bitcoin Masih Kabur, Tapi Pola Lama Kembali Muncul

Kondisi saat ini menandai bahwa Bitcoin berada di persimpangan penting. Dengan komunitas terbelah, sentimen netral, dan whale mulai agresif mengakumulasi, kemungkinan lonjakan harga dalam waktu dekat masih terbuka. Para analis menyebut kondisi ini sebagai "periode senyap sebelum badai," di mana aksi para investor besar bisa menjadi katalis baru, terutama jika ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global kembali stabil.

Sumber
:
Berita Terkait
Damai Mendrofa Raih DAAI Inspirations Award 2026: Jurnalis yang Ubah Sampah Jadi Gerakan Ekonomi Sirkular di Tapanuli Tengah
Nilai tukar rupiah dibuka Naik Tipis 0,01% di Level Rp 17.652 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah 0,18% di level Rp17.738 Per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Memecahkan Rekor Pelemahan Baru Sepanjang Sejarah
Permintaan Emas Batangan dan Koin Naik 474 Ton pada Kuartal I-2026
Daftar HP Xiaomi Terbaru Mei 2026: Dari Redmi Baterai Jumbo hingga Xiaomi 17 Ultra Kamera 200MP