Jumat, 25 September 2026

Festival Medan Thrift Market 2025: Warna-Warni Thrifting Ramaikan Kafka Space, Gaungkan Pengakuan UMKM Kreatif

Administrator - Senin, 29 September 2025 20:07 WIB
Festival Medan Thrift Market 2025: Warna-Warni Thrifting Ramaikan Kafka Space, Gaungkan Pengakuan UMKM Kreatif
Medan Thrift Market
Topikseru.com - Suasana di Kafka Space, Jalan Dr. Mansyur, Medan Selayang, mendadak berubah menjadi lautan warna-warni. Bukan karena mural atau instalasi seni, melainkan karena baju-baju bekas berkualitas yang tergantung rapi di puluhan gantungan besi. Jaket vintage, kemeja flanel ala tahun 90-an, hingga celana kargo army, semuanya berebut perhatian pengunjung. Inilah Medan Thrift Market 2025, festival thrifting terbesar di Sumatera Utara yang kembali digelar selama 5 hari, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2025, dengan tema “The Colour Of Thrift.”

Thrifting Bukan Barang Murahan, Tapi Budaya Kreatif

[caption id="attachment_23076" align="alignnone" width="1600"]Medan Thrift Market Medan Thrift Market gelar festival bazar thrifting Kafka Space, di Jalan Dr Mansyur Medan, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Foto: Topikseru.com/Agus Sinaga[/caption] Saat ditemui Topikseru.com, Karmed, panitia penyelenggara, membuka alasan kuat di balik gelaran ini. "Kami ingin speak up ke publik. Thrifting bukan hanya di pasar konvensional. Kami pelaku UMKM lokal, bagian dari industri kreatif. Walau belum dianggap pemerintah, kami mau tunjukkan bahwa kami juga berkontribusi bagi perekonomian daerah," kata Karmed. Festival ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kegiatan serupa sudah digelar pada Maret 2025, dan tahun ini menjadi lanjutan dari semangat yang sama, yakni menguatkan eksistensi komunitas thrifting di Medan.

Lebih dari 60 Pedagang Thrift Hadir, dari Medan hingga Siantar

Tidak hanya dari Medan, lebih dari 30 tenant dan 60 pedagang thrift hadir dari berbagai daerah di Sumatera Utara:
  • Binjai
  • Deli Serdang
  • Pematang Siantar
  • dan sejumlah kota lainnya
Medan Thrift Market bukan hanya ruang transaksi, tetapi juga tempat berkumpulnya pelaku, penikmat, dan pecinta budaya thrifting.

Dari Kaskus ke TikTok: Perjalanan Thrifting Selama Satu Dekade

[caption id="attachment_23211" align="alignnone" width="1600"]Medan Thrift Market Medan Thrift Market Vol. 2 : The Colour Of Thrift Di Kafka Space, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/9/2025). Topikseru.com/Agus Sinaga[/caption] Karmed, yang sudah 10 tahun berkecimpung di dunia thrifting, mengenang perjalanan panjang industri ini. "Dulu sekitar 2015, thrifting cuma ramai di Kaskus dan Facebook. Tapi setelah ada Instagram dan TikTok, thrifting makin dikenal luas. Permintaan pun makin tinggi," ujarnya. Platform digital mengubah wajah thrifting, dari lapak kaki lima menjadi brand fashion alternatif dengan komunitas setia.

Cerita Fardan: Jatuh Cinta pada Thrifting karena Pandemi

Fardan, salah satu pengunjung festival, datang dengan santai memakai hoodie oversized dan sneakers retro. Ia mengaku mulai jatuh cinta pada thrifting sejak pandemi Covid-19. "Awalnya karena nggak bisa keluar rumah, jadi belanja online. Lama-lama keterusan," katanya sambil tertawa. Alasan utamanya? Harga miring untuk barang branded. "Lebih ke budget ya. Rasanya puas bisa dapet streetwear keren tapi murah," tambahnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Mau Thrifting? Ini 7 Thriftshop Unik yang Wajib Dikunjungi Anak Muda di Medan dan Sekitarnya
Jaket Army Vintage Laku Rp 5 Juta! Pedagang Thrifting Medan Ini Bongkar Tren Kolektor Barang Militer
Tren Thrifting Tak Surut, Medan Thrift Market Gelar Festival Bazar Besar-besaran di Kafka Space