Minggu, 27 September 2026

IHSG Turun 29,46 Poin Tersudut di Level 6.876,15 di Awal Perdagangan Selasa (12/5/2026)

Mhd Rabbani - Selasa, 12 Mei 2026 12:18 WIB
IHSG Turun 29,46 Poin Tersudut di Level 6.876,15 di Awal Perdagangan Selasa (12/5/2026)
IHSG Turun
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Selasa (12/5/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan cenderung melemah IHSG bergerak seiring pergerakan bursa Asia yang beragam di tengah ketidakpastian nasib kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berdasarkan data RTI pada pukul 09.08 WIB, IHSG turun 0,43% atau 29,46 poin ke level 6.876,15. Ada sebanyak 240 saham melemah, 258 saham menguat, dan 201 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan tercatat mencapai 2,8 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,2 triliun. Sebanyak delapan indeks sektoral berada di zona merah dan menekan pergerakan IHSG. Tiga sektor dengan pelemahan terdalam yakni IDX-Industry turun 1,90%. IDX-Non Cyclical melemah 0,83%, dan IDX-Health terkoreksi 0,61%. Adapun saham-saham top losers di indeks LQ45 antara lain: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 4,38% ke Rp 1.420 PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 2,52% ke Rp 1.935 PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkoreksi 2,44% ke Rp 600 Sementara saham top gainers LQ45 meliputi: PT Indosat Tbk (ISAT) naik 5,50% ke Rp 2.300 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 3,64% ke Rp 1.850 PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 2,19% ke Rp 9.350 Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa bergerak mixed setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata AS-Iran berada dalam kondisi “massive life support” atau sangat rapuh. Trump meragukan keberlangsungan kesepakatan damai tersebut setelah Iran memberikan respons yang dinilai tidak dapat diterima terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik. “Saya akan mengatakan gencatan senjata ini berada di kondisi life support besar-besaran,” ujar Trump. Dari pasar regional, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,19%, sedangkan Topix menguat 0,27%. Namun, indeks Kospi Korea Selatan berbalik melemah lebih dari 3% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru pada Senin (11/5/2026). Indeks saham kecil Kosdaq juga turun lebih dari 4%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,82%. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 1997. Menyusul risalah rapat Bank of Japan (BOJ) yang menunjukkan sejumlah anggota dewan mendukung kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,47%, sedangkan indeks CSI 300 China dibuka cenderung datar.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Harga Emas Spot Kembali Menguat dan Mencapai Level Tertinggi dalam Sepekan