Rabu, 23 September 2026

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Selasa, 22 September 2026 12:11 WIB
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026) pukul 09.10 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak fluktuatif dan langsung ngebut menguat 22,7 poin atau 0,36% ke 6.407,428. Penguatan IHSG ini hanya disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melonjak 1,21%. Selanjutnya ada IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Energi dan IDX Sektor Infrastruktur. Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Properti dan Real Estate dan IDX Sektor Teknologi. Disusul, IDX Sektor Barang Konsumen Primer dan IDX Sektor Transportasi dan Logistik. Sementara itu, IDX Sektor Kesehatan menjadi satu-satunya sektoral yang sektor yang melemah setelah turun 0,15% di awal perdagangan. Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 5,76% PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,58% PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 2,25% Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,52% PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 1,33% PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 0,95%

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi tekanan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Investor akan memasuki perdagangan dengan perhatian tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), di tengah pelemahan rupiah, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter global. IHSG sendiri menutup perdagangan Senin (21/9) dengan koreksi 0,88% ke level 6.384,73. Pelemahan tersebut terjadi ketika belum terdapat katalis positif baru yang cukup kuat untuk menopang pergerakan indeks. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat tekanan terhadap IHSG masih cukup terasa. Menurutnya, pergerakan indeks masih berlangsung volatil seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global. "Masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi," ujar Herditya. Kenaikan suku bunga oleh sejumlah bank sentral tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menandai berlanjutnya siklus pengetatan kebijakan moneter. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya dari konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga cenderung menahan diri menjelang keputusan BI. Investor akan mencermati arah kebijakan suku bunga domestik, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Senin (21) rupiah tercatat melemah 0,54% ke level Rp17.825 per dolar AS. Pelemahan tersebut turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah IHSG pada perdagangan berikutnya. Herditya memperkirakan IHSG masih memiliki risiko melanjutkan koreksi. "Untuk hari ini, kami mencermati IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.370 dan resistance 6.406," katanya. Senada dengan Herditya, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang dalam analisisnya melihat ruang pelemahan IHSG masih terbuka pada perdagangan Selasa. Secara teknikal, indeks memang masih mampu bertahan di atas MA100, tetapi sejumlah indikator mulai memperlihatkan tekanan. Pelebaran histogram negatif pada MACD serta potensi terbentuknya Death Cross pada Stochastic RSI di area oversold menjadi sinyal yang perlu dicermati. Dengan kondisi tersebut, Alrich melihat IHSG berpotensi menguji area 6.300-6.350.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan