Jumat, 25 September 2026

IHSG Menguat 0,47% Bertengger di Level 6.067,83 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Mhd Rabbani - Rabu, 15 Juli 2026 13:41 WIB
IHSG Menguat 0,47% Bertengger di Level 6.067,83 di Perdagangan Sesi I Siang Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Rabu (15/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I siang ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG menguat 0,47% atau bertambah 28,31 poin ke level 6.067,83 siang ini. Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral di BEI. Sektor yang naik paling tinggi antara lain sektor barang baku 1,40%. Disusul sektor properti dan real estate 1,05%, infrastruktur 0,41%, barang konsumer non primer 0,38%. Kemudian disusul sektor transportasi naik 0,29%, lalu sektor keuangan 0,26%, energi 0,24% dan teknologi 0,15%. Dengan, total volume perdagangan saham di BEI siang ini mencapai 18,41 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,23 triliun. Ada sebanyak 360 saham yang menguat jadi penopang laju IHSG, sementara 236 saham lainnya melemah dan 197 saham stagnan. Top gainers di LQ45 adalah: 1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 5,14% ke Rp 3.070 per saham 2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) 3,45% ke Rp 600 per saham 3. PT Indosat Tbk (ISAT) 2,96% ke Rp 1.915 per saham Top losers di LQ45 adalah: 1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2,05% ke Rp 715 per saham 2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 1,95% ke Rp 2.510 per saham 3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 1,20% ke Rp 1.235 per saham

IHSG Kembali Melanjutkan Reli Menguat 0,15% ke Level 6.048 Pagi Ini

Pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pukul 09.03 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan reli pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Dengan demikian, IHSG sudah menguat lima hari berturut-turut meskipun dibayangi net sell atau jual bersih asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG menguat 0,15% ke level 6.048. Kenaikan IHSG ditopang sejumlah indeks sektoral di BEI di mana sektor yang naik paling tinggi adalah keuangan, disusul sector barang baku, teknologi, dan energi. Sementara sisanya berada di zona merah. Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,28 miliar dengan nilai transaksi Rp 772,8 miliar. Ada sebanyak 242 saham yang menguat jadi penopang laju IHSG, sementara 180 saham lainnya melemah dan 246 saham stagnan. Top gainers di LQ45 adalah 1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 1,71% ke Rp 2.970 per saham 2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 1,59% ke Rp 640 per saham 3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 1,00% ke Rp 1.515 per saham Top losers di LQ45 adalah 1. PT United Tractors Tbk (UNTR) 2,27% ke Rp 26.875 per saham 2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 1,60% ke Rp 1.230 per saham 3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 1,50% ke Rp 2.620 per saham.

Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Terbatas dengan Kecenderungan Konsolidatif

Pada perdagangan Selasa (14/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis di tengah tekanan jual asing yang masih besar. IHSG naik 0,03% ke level 6.039,52. Meski sempat menguat hingga hampir 1,28% dan menyentuh level 6.095, namun IHSG tak mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir sesi. Menanggapi hal tersebut, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, tekanan jual pada saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi salah satu faktor penahan laju penguatan IHSG. "Pergerakan indeks tertahan oleh aksi profit taking pada saham perbankan besar, meskipun saham komoditas dan konglomerasi seperti BRMS, BREN, dan ENRG masih menjadi penopang indeks," katanya. Untuk perdagangan Rabu (15/7), Reza memperkirakan, IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidatif, dengan support psikologis di 6.000 dan resistance di kisaran 6.1006.130. Setelah penguatan tajam sebelumnya, pasar membutuhkan katalis baru untuk melanjutkan tren kenaikan. Fokus utama investor adalah perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah, dan data inflasi AS. Inflasi tahunan AS tercatat melambat menjadi 3,5% year-on-year (yoy) pada Juni 2026 dari 4,2% pada Mei. Angka itu lebih rendah daripada ekspektasi pasar, 3,8%. Secara bulanan, inflasi turun 0,4%, menjadi penurunan terbesar sejak April 2020. Sementara, Analis Data ini memperkuat harapan bahwa The Fed akan lebih dovish, sehingga berpotensi menjadi sentimen positif bagi IHSG dan rupiah melalui peningkatan arus modal ke pasar negara berkembang. Menurut Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, secara teknikal, Alrich menilai indikator masih menunjukkan sinyal campuran. Pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara stochastic RSI sudah berada di area overbought. Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi di rentang 5.950-6.125. Analis Reza merekomendasikan investor untuk mencermati saham WIFI, SRTG, dan BIPI.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan