Sabtu, 26 September 2026

Harga Minyak Mentah Melonjak: WTI Naik US$2,19 dan Brent Naik US$2,69

Mhd Rabbani - Senin, 20 Juli 2026 09:15 WIB
Harga Minyak Mentah Melonjak: WTI Naik US$2,19 dan Brent Naik US$2,69
Harga Minyak Mentah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Senin (20/7/2026) harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% dengan minyak mentah Brent menembus level US$ 90 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan. Kenaikan dipicu meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah yang mengganggu arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz. Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, hingga pukul 23.43 GMT, kontrak berjangka Brent crude naik US$ 2,69 atau 3,05% menjadi US$ 90,79 per barel, level tertinggi sejak 11 Juni. Penguatan ini memperpanjang reli Brent setelah pekan lalu melonjak 15,9%, yang menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak April. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$ 2,19 atau 2,65% menjadi US$ 84,68 per barel, tertinggi sejak 12 Juni. WTI juga mencatat kenaikan mingguan sebesar 15,5% pada pekan lalu, terbesar sejak awal Maret. Konflik Timur Tengah Memanas Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat pada akhir pekan. Militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran untuk malam kesembilan berturut-turut. Sementara sekutu AS, yakni Kuwait dan Bahrain, melaporkan adanya serangan lanjutan dari Iran. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak juga saling menargetkan jalur pelayaran. Amerika Serikat menyatakan tengah menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran mengatakan pihaknya menargetkan kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Pada Senin pagi, badan maritim Inggris United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal terbakar di barat laut Kumzar, Oman. Analis Barclays Amarpreet Singh mengatakan beberapa hari dan pekan ke depan akan menjadi penentu apakah ekspor minyak dari kawasan tersebut dapat bertahan di tengah blokade yang dilakukan kedua belah pihak. "Hari-hari dan pekan mendatang akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat ekspor minyak yang dapat dipertahankan dari kawasan tersebut di tengah blokade ganda yang kembali terjadi," tulis Singh dalam risetnya. Menurut dia, pasar minyak masih terlalu tenang dalam menilai potensi dampak konflik terhadap persediaan minyak global. "Pasar minyak masih terlalu meremehkan potensi dampaknya terhadap persediaan minyak. Berbeda dengan awal perang, saat ini stok minyak global berada pada level paling ketat dalam lima tahun terakhir," ujarnya. Data LSEG menunjukkan hanya empat kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Minggu, turun dari delapan kapal sehari sebelumnya. Meski demikian, sedikitnya tiga kapal tanker produk minyak dan satu Very Large Crude Carrier (VLCC) telah memasuki Selat Hormuz sejak Jumat untuk memuat minyak, menandakan aktivitas ekspor masih terus berlangsung meski berada di bawah tekanan.  

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel
Harga Minyak Mentah Turun: Brent Turun US$ 1,01 dan West Texas Intermediate (WTI) 52 Sen
Harga Minyak Mentah Turun 0,84% Tersudut di Level US$ 101,57 per Barel
Harga Minyak Mentah Brent Naik US$2,50 Bertengger di Level US$108,18 per Barel
Harga Minyak West Texas Intermediate Naik 2,42% di Level US$ 102,47 per Barel