Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (21/7/2026) harga minyak mentah terkoreksi tipis harga minyak West Texas Intermediate (WTI).
Untuk pengiriman Agustus 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 83,17 per barel, turun 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 83,23 per barel.
Harga minyak mentah terkoreksi tipis namun cenderung stabil setelah naik dua hari berturut-turut karena AS dan Iran terus melanjutkan ketegangan di Timur Tengah.
Sementara militan Houthi Yaman mengancam akan memblokade lalu lintas maritim Arab Saudi di Laut Merah.
Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump berjanji akan menyerang Teheran, untuk membalas atas tewasnya tentara Amerika.
Pada Senin kemarin, kelompok Houthi yang didukung Iran mengatakan akan memberlakukan larangan lalu lintas maritim dari Arab Saudi, yang mengancam Laut Merah.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya sesuai dengan hukum internasional.
"Jika terjadi gangguan pada infrastruktur, khususnya jalur pelayaran, maka hal itu dapat menyebabkan lonjakan harga minyak," kata Rob Thummel, manajer portofolio senior untuk Tortoise Capital LLC, seperti dikutip Bloomberg.
"Persediaan sedikit berkurang, jadi tidak banyak ruang untuk melakukan kesalahan."
Berita Terkait