Sabtu, 26 September 2026

IHSG Kembali Parkir di Zona Merah di Akhir Pekan untuk Tiga Hari Berturut-turut

Mhd Rabbani - Jumat, 24 Juli 2026 16:54 WIB
IHSG Kembali Parkir di Zona Merah di Akhir Pekan untuk Tiga Hari Berturut-turut
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah untuk tiga hari berturut-turut . Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG ambruk 1,88% atau terpangkas 118 poin ke level 6.196,43 pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026). Meski demikian, selama sepekan terakhir IHSG tercatat masih menguat 0,34%. Pada perdagangan Jumat, seluruh indeks sektoral kompak melemah jadi pemberat bagi IHSG. Sektor yang turun paling dalam adalah barang konsumer non primer 3,04%, disusul barang baku 3,02%, energi 2,82%, transportasi 2,70%, keuangan 2,00%. Kemudian sektor infrastruktur merosot 1,63%, perindustrian melemah 1,47%, barang konsumer primer 1,45%, teknologi 1,41%, properti dan real estate 1,16% dan kesehatan 0,26%. Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 37,58 miliar dengan nilai transaksi Rp 17,60 triliun. Ada sebanyak 587 saham yang melemah dan 104 saham yang menguat serta 105 saham yang stagnan. Top losers di LQ45 adalah: 1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 7,28% ke Rp 700 per saham 2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 6,56% ke Rp 171 per saham 3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 6,36% ke Rp 442 per saham Top gainers di LQ45 adalah: 1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 2,48% ke Rp 1.445 per saham 2. PT Indosat Tbk (ISAT) 0,78% ke Rp 1.950 per saham 3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 0,47% ke Rp 2.130 per saham

Analis Pasar: Pergerakan IHSG Diperkirakan Masih akan Cenderung Fluktuatif

Pada perdagangan Kamis (23/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri di zona merah setelah investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Pelaku pasar juga masih mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta perkembangan tensi geopolitik global yang memengaruhi sentimen pasar. Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,30% atau turun 19,16 poin ke level 6.315,31. Menanggapi hal tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pelemahan indeks merupakan respons wajar setelah reli yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. “Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah sebesar 0,30% ke level 6.315,” ujarnya. Menurut Nico, salah satu sentimen domestik yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Selain mempertahankan suku bunga, BI juga meluncurkan sejumlah kebijakan pendukung, antara lain penurunan biaya lindung nilai (hedging) valuta asing dan dorongan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi. Langkah tersebut dinilai bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Dari eksternal, investor masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global sekaligus meningkatkan risiko tekanan inflasi. Secara sektoral, saham-saham di sektor properti dan real estate menjadi penopang utama penguatan indeks sektoral. Sebaliknya, sektor industrials mencatatkan pelemahan terdalam sepanjang perdagangan. Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah dalam jangka pendek akibat aksi profit taking yang belum sepenuhnya mereda. “Secara jangka pendek, IHSG berpotensi melemah, termasuk pada perdagangan hari ini,” jelasnya. Meski demikian, ia menilai prospek IHSG dalam jangka menengah masih cukup positif. Menurutnya, indeks berpeluang bergerak dalam kisaran 6.290 hingga 6.510 apabila sentimen domestik dan global tetap kondusif. Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi yang sehat setelah reli sebelumnya. Secara teknikal, ia mengatakan IHSG membentuk pola bearish doji star dan masih bergerak di sekitar area rata-rata pergerakan 60 hari (MA60). “Pergerakan IHSG mengalami reli yang tertunda akibat profit taking dan berpotensi memasuki fase konsolidasi,” ujarnya. Nafan menambahkan, indikator teknikal seperti Stochastics dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal positif. Namun, penurunan volume transaksi mengindikasikan pelaku pasar mulai bersikap lebih hati-hati. Menurutnya, keputusan BI mempertahankan suku bunga memberikan kepastian bagi pasar keuangan domestik. Meski demikian, ruang penguatan IHSG diperkirakan masih terbatas karena investor tetap mencermati perkembangan risiko eksternal. Selain itu, dinamika geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan pasar saham global maupun domestik. Untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas dengan level support berada di 6.261 dan 6.137. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.416 hingga 6.546. Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif. Investor diperkirakan mengambil sikap menunggu katalis baru, termasuk rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan