Sabtu, 26 September 2026

Harga Minyak Mentah Menguat di Perdagangan Jumat (4/9/2026): Brent Naik 15 sen dan West Texas Intermediate 26 Sen

Mhd Rabbani - Jumat, 04 September 2026 11:23 WIB
Harga Minyak Mentah Menguat di Perdagangan Jumat (4/9/2026): Brent Naik 15 sen dan West Texas Intermediate 26 Sen
Harga Minyak Mentah
Topikseru.com - Pada perdagangan Jumat (4/9/2026) harga minyak mentah menguat dan berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli. Di mana eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2026), harga minyak Brent naik 15 sen atau 0,2% menjadi US$95,67 per barel pada pukul 01.00 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 26 sen atau 0,3% menjadi US$91,56 per barel. Dalam sepekan, harga Brent telah menguat sekitar 7,1%, sedangkan WTI melonjak 9,8%. Keduanya berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 20 Juli.

Ketegangan AS-Iran Jadi Sentimen Utama

Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangkaian serangan AS pada pekan ini yang menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk warga sipil Iran. Konflik tersebut menjadi salah satu bentrokan paling sengit antara kedua negara sejak Juli. Perang yang dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari kini telah memasuki bulan ketujuh. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik dapat mengganggu infrastruktur energi serta jalur perdagangan minyak di kawasan. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz kembali memperingatkan bahwa Israel akan "melumpuhkan" infrastruktur militer dan sipil Iran, termasuk fasilitas energi. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pada Kamis bahwa Washington tidak berencana melakukan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Meski demikian, kenaikan harga minyak tertahan oleh perkembangan positif terkait perang Rusia-Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan masih terdapat peluang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina. Putin juga menyebut Amerika Serikat dan China siap mendukung penyelesaian damai. Perkembangan tersebut berpotensi mengurangi sebagian risiko geopolitik di pasar energi global. Di sisi lain, Iran memperluas daftar kapal yang dianggap tidak mematuhi aturan dan dapat dikenai denda, penyitaan atau penahanan jika mencoba melintasi Selat Hormuz. Kapal-kapal Irak menjadi salah satu dari sedikit kapal yang telah mendapatkan izin dari Teheran untuk melintas di jalur tersebut. Sementara itu, ekspor minyak Irak meningkat tajam pada Agustus. Dua pejabat energi Irak mengatakan ekspor minyak negara tersebut naik menjadi sekitar 2,34 juta barel per hari (bph) pada Agustus, dari sekitar 1,35 juta bph pada Juli. Ekspor pada September juga diperkirakan kembali meningkat. Diskon harga yang besar serta persetujuan Iran terhadap kapal tanker Irak menjadi faktor yang mendorong minat pembeli. Peningkatan ekspor Irak tersebut dapat membantu menambah pasokan minyak global dan menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel
Harga Minyak Mentah Turun: Brent Turun US$ 1,01 dan West Texas Intermediate (WTI) 52 Sen
Harga Minyak Mentah Turun 0,84% Tersudut di Level US$ 101,57 per Barel
Harga Minyak Mentah Brent Naik US$2,50 Bertengger di Level US$108,18 per Barel
Harga Minyak West Texas Intermediate Naik 2,42% di Level US$ 102,47 per Barel