Topikseru.com, Jakarta - Pasca meletus anda perlu waspada terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berikut ini daerah potensi terkena sebaran abu vulkanik letusan Anak Krakatau yang wajib Anda tahu.
BMKG menyebutkan, berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darmin, dan analisis citra RGB Himawari-9 pukul 08.00 WIB, teridentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Klaster hingga 20.000 kaki, bergerak ke arah Timur Laut-Selatan
Klaster hingga 50.000 kaki, bergerak ke arah Barat Daya-Barat Laut
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 dan Significant Meteorological Information (Sigmet) BMKG per 6 September 2024 pukul 08.00 WIB, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terpantau mengarah:
Sebaran 1 dengan ketinggian hingga 20.000 kaki
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Perairan sekitar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
Sebaran 2 dengan ketinggian hingga 50.000 kaki
Banten
Lampung
Bengkulu
Sumatera Selatan
Selat Sunda bagian Selatan
Samudra Hindia di sebelah Barat Bengkulu, Lampung, dan Banten
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak:
Menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar
Membatasi aktivitas luar rumah dan menutup ventilasi tempat tinggal
Memberikan perlindungan ekstra bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernafasan
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tapi tetap tenang.
Cara Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Secara Online Erupsi Gunung lewat Windy hingga BMKG
[caption id="attachment_55361" align="aligncenter" width="563"]

BMKG menyebutkan, berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darmin, dan analisis citra RGB Himawari-9 pukul 08.00 WIB, teridentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.[/caption]
Cara cek sebaran abu vulkanik secara online. Abu vulkanik dapat terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh, sehingga dampaknya tidak selalu terbatas pada wilayah yang berada tepat di sekitar gunung api.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada 6 September 2026.
Melansir laman BMKG, sebaran abu vulkanik berdampak pada sejumlah wilayah di bagian barat Indonesia dan mengganggu aktivitas penerbangan.
Beberapa bandara bahkan menghentikan sementara operasional penerbangan karena keberadaan abu vulkanik di wilayah udara.
Panduan Cek Sebaran Abu
Dalam situasi seperti ini, masyarakat dapat memantau potensi arah pergerakan abu menggunakan sejumlah layanan pemantauan cuaca dan vulkanologi.
Salah satu yang cukup mudah digunakan adalah Windy.com, yang dapat menampilkan pola angin dan berbagai parameter atmosfer.
Untuk membantu memperkirakan ke mana abu berpotensi bergerak. Selain Windy, informasi sebaiknya dibandingkan dengan sumber resmi seperti laman BMKG.
beberapa cara yang dapat digunakan oleh masyarakat. 1. Cek Sebaran Abu Vulkanik di Windy.com Laman Windy.com merupakan salah satu situs.
Yang praktis digunakan untuk melihat kondisi atmosfer dan pergerakan berbagai jenis partikel di udara.
Windy menyediakan data prakiraan berbagai parameter atmosfer. Melalui integrasinya dengan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS).
Windy juga menyediakan prakiraan sejumlah aerosol, termasuk abu vulkanik, debu, polusi.
Dan partikel akibat kebakaran. Cara melihat sebaran abu di Windy Buka situs Windy.com pada browser.
-Cari lokasi gunung api yang ingin dipantau.
-Buka menu Layers atau lapisan peta.
-Cari pilihan yang berkaitan dengan Air Quality/Aerosols atau Volcanic Ash jika tersedia pada tampilan yang digunakan.
-Perhatikan pola pergerakan partikel pada peta.
-Geser timeline untuk melihat prakiraan pada jam atau tanggal berikutnya.
-Gunakan informasi arah angin sebagai pembanding untuk melihat ke mana abu kemungkinan bergerak.
Windy menggunakan berbagai sumber model meteorologi dan menyediakan peta prakiraan yang dapat digunakan untuk melihat perubahan kondisi atmosfer dari waktu ke waktu.
Hasil di Windy merupakan model prakiraan, sehingga tidak selalu menggambarkan kondisi abu vulkanik secara persis di lapangan.
Untuk kejadian erupsi, sebaiknya informasi dari Windy dibandingkan dengan data resmi aktivitas gunung api dan advisory abu vulkanik.
2. Cek Informasi Resmi BMKG
Untuk mengetahui apakah sebuah gunung api sedang mengalami erupsi dan bagaimana status aktivitasnya, masyarakat Indonesia dapat menggunakan link BMKG: https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik
Informasi resmi mengenai kondisi arah mata angin penting digunakan untuk mengetahui kondisi rekomendasi keselamatan.
Sementara itu, peta atau model sebaran dapat digunakan sebagai informasi tambahan untuk memperkirakan wilayah yang berpotensi terdampak.
Informasi seperti ini berguna untuk mengetahui jalur sebaran abu berdasarkan ketinggian, dan tidak sekadar melihat arah angin di permukaan.
Berita Terkait