Senin, 12 Oktober 2026

Penumpang Stasiun Rantauprapat Tembus 389 Ribu, Naik 12% Sepanjang 2026

Muchlis - Senin, 12 Oktober 2026 07:05 WIB
Penumpang Stasiun Rantauprapat Tembus 389 Ribu, Naik 12% Sepanjang 2026
Foto: Dok.Humas KAI Sumut
Stasiun Rantauprapat di Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang melayani 389.881 pelanggan selama Januari hingga September 2026.

Topikseru.com, Medan- Stasiun Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 12% sepanjang Januari–September 2026. Kenaikan ini memperlihatkan meningkatnya penggunaan kereta api sebagai pilihan transportasi masyarakat sekaligus memperkuat peran jalur rel dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) mencatat Stasiun Rantauprapat melayani 389.881 pelanggan selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika total pelanggan tercatat sebanyak 349.263 orang.

Artinya, terdapat tambahan 40.618 pelanggan dalam periode perbandingan tersebut. Pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan layanan kereta api dari dan menuju Rantauprapat.

Baca Juga:

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara (KAI Sumut) Anwar Yuli Prastyo, mengatakan konektivitas kereta api memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan masyarakat, termasuk perjalanan untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi.

"Konektivitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk menjalankan berbagai keperluan secara lebih terencana," ujar Anwar.

Jumlah Pelanggan Kereta Api Rantauprapat Terus Bertumbuh

Kinerja Stasiun Rantauprapat sepanjang 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat masih menjadi faktor penting bagi layanan transportasi berbasis rel di Sumatera Utara.

Dari 349.263 pelanggan pada Januari–September 2025, jumlahnya meningkat menjadi 389.881 pelanggan pada periode yang sama tahun ini. Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 11,6% atau dibulatkan menjadi 12%.

Pertumbuhan ini juga menunjukkan semakin besarnya peran stasiun sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang di Kabupaten Labuhanbatu.

Namun, angka pertumbuhan tersebut belum dengan sendirinya menjelaskan faktor penyebab kenaikan, seperti perubahan frekuensi perjalanan, kebutuhan perjalanan masyarakat, maupun pola perjalanan pada musim liburan.

Bagi KAI, peningkatan jumlah pelanggan menjadi alasan untuk menjaga kualitas pelayanan, kesiapan operasional, dan keselamatan perjalanan agar tetap sejalan dengan kebutuhan pengguna.

Rekor Penumpang Pecah Saat Lebaran 2026

Lonjakan mobilitas terlihat lebih jelas ketika memasuki periode libur panjang. Pada 2025, rekor pelayanan bulanan Stasiun Rantauprapat tercatat pada April dengan total 48.252 pelanggan naik dan turun.

Rekor tersebut kembali terlampaui pada Maret 2026, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Pada bulan itu, Stasiun Rantauprapat melayani hingga 55.561 pelanggan naik dan turun.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan perjalanan kereta api ketika masyarakat melakukan perjalanan untuk merayakan hari besar keagamaan dan berkumpul bersama keluarga.

Periode Lebaran menjadi salah satu momen yang menuntut kesiapan operasional lebih tinggi. Arus keberangkatan dan kedatangan penumpang perlu dikelola agar pelayanan tetap berjalan tertib, sementara aspek keselamatan harus dipertahankan di tengah peningkatan aktivitas stasiun.

Enam Perjalanan KA Sribilah Utama Setiap Hari

Untuk melayani kebutuhan perjalanan reguler, Stasiun Rantauprapat melayani enam perjalanan KA Sribilah Utama yang datang dan berangkat setiap hari.

Selain layanan reguler tersebut, KAI juga mengoperasikan perjalanan tambahan KA Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan - Rantauprapat pulang - pergi pada periode tertentu.

Kereta tambahan ini biasanya disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan permintaan ketika libur panjang atau hari besar nasional dan keagamaan.

Ketersediaan layanan reguler dan tambahan memberikan pilihan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan antara Rantauprapat dan Medan.

Anwar menyatakan, akses transportasi yang terhubung dengan baik dapat membantu memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.

"Transportasi yang terhubung dengan baik dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Semakin mudah akses dan mobilitas dari dan menuju suatu daerah, turut berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut," jelasnya.

Meski demikian, manfaat ekonomi dari konektivitas transportasi juga dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk akses menuju stasiun, keterhubungan dengan moda transportasi lain, serta aktivitas perdagangan dan jasa di wilayah yang dilayani.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Akademisi USU Nilai Program Tebus Ijazah Pemko Medan, Dorong Siswa Kurang Mampu Lanjutkan Pendidikan
Bobby Nasution Tawarkan Investasi ke Jepang, SDM hingga Lobster Nias Jadi Andalan Sumut
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sumatera Utara 11 Oktober, Medan hingga Nias Perlu Waspada
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan: Jadikan Profesi Polri Ladang Ibadah
Dua Juta Pelanggan Nikmati Layanan Kereta Api di Sumut
USU Raih Empat Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026