Stasiun ini mulai beroperasi pada 1937, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api lintas Kisaran - Rantauprapat.

Baca Juga:
Pada masa awal operasionalnya, jalur tersebut berperan mendukung distribusi hasil perkebunan, terutama karet dan kelapa sawit, dari kawasan Labuhanbatu menuju Pelabuhan Belawan untuk kebutuhan perdagangan dan ekspor.
Peran stasiun kemudian berkembang setelah perusahaan perkeretaapian Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia dan diintegrasikan ke dalam sistem perkeretaapian nasional.
Fungsi Stasiun Rantauprapat tidak lagi terbatas pada distribusi komoditas. Layanan angkutan penumpang turut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menghubungkan wilayah Labuhanbatu dengan daerah lain.
Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan perubahan fungsi kereta api, dari sarana distribusi hasil perkebunan menjadi bagian dari jaringan transportasi yang digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Anwar menegaskan bahwa pertumbuhan kebutuhan mobilitas harus diimbangi dengan pelayanan yang andal dan keselamatan yang tetap menjadi prioritas.
Bagi Stasiun Rantauprapat, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan pertumbuhan pelanggan, tetapi juga memastikan pengalaman perjalanan tetap aman, nyaman, dan terencana, termasuk ketika permintaan meningkat pada musim liburan.
Dengan jumlah pelanggan yang telah mencapai 389.881 orang sepanjang Januari - September 2026, Stasiun Rantauprapat semakin menegaskan perannya dalam jaringan transportasi Sumatera Utara.
Konektivitas yang didukung layanan reguler, perjalanan tambahan, dan pengelolaan operasional yang baik diharapkan terus menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Labuhanbatu dan sekitarnya.