Topikseru.com - Indonesia punya peluang menambah koleksi medali dari cabang olahraga panjat tebing setelah empat wakilnya memastikan tempat di final nomor speed Asian Games.
Dua atlet putra dan dua atlet putri Indonesia berhasil menembus babak final. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pun berharap keempatnya mampu membawa pulang medali sekaligus membuka peluang terciptanya podium yang didominasi Merah Putih.
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan hasil medali menjadi target utama, terlepas dari siapa atlet Indonesia yang nantinya berhasil finis di posisi teratas.
Baca Juga:
"Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali. Syukur-syukur keempat-empatnya bawa pulang," kata Yenny di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Jepang, Rabu (30/9/2026).
Yenny menegaskan FPTI tidak mempersoalkan siapa yang nantinya menjadi penyumbang medali.
Menurut dia, setiap atlet memiliki peluang yang sama untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.
"Apakah itu Fredric, apakah itu Adit, tidak masalah. Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali," ujarnya.
Bahkan, FPTI berharap seluruh wakil Indonesia dapat naik podium.
"Syukur-syukur masing-masing dapat medali. Jadi podiumnya nanti Indonesia dari sana semua," kata Yenny.
Aditya menjadi pemuncak klasemen kualifikasi setelah mencatatkan waktu 4,62 detik. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Games sebelumnya.
Rekor Asian Games sebelumnya tercatat atas nama Veddriq Leonardo dengan waktu 4,95 detik yang dibuat di Guangzhou, China.
Sementara itu, Veddriq juga memastikan tiket final setelah finis di posisi kelima dengan catatan waktu 4,78 detik.
Hasil tersebut membuat Indonesia memiliki dua wakil pada final nomor speed putra.
Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma lebih dulu memastikan tempat di final nomor speed putri pada kualifikasi Selasa, 29 September 2026.
Desak Made menempati peringkat ketiga dengan catatan waktu terbaik 6,29 detik dari empat kali pemanjatan di empat jalur.
Sementara Berthdigna berada di peringkat kelima dengan waktu terbaik 6,49 detik.
Dengan hasil tersebut, Indonesia mengirimkan dua wakil putri ke babak final dan melengkapi empat atlet Merah Putih yang akan memperebutkan medali nomor speed.
Persaingan nomor speed diprediksi berlangsung ketat karena banyak atlet papan atas dunia berasal dari Asia. Tekanan semakin besar karena kesalahan kecil bisa langsung mengakhiri peluang seorang atlet.
"Rasanya ini sudah seperti Olimpiade. Pasti tekanannya secara mental untuk atlet-atlet kita juga sangat tinggi sekali," ujar Yenny.
Dia secara khusus meminta para atlet menjaga ketenangan ketika berada di lintasan.
Menurut Yenny, rasa gugup dapat berujung pada false start, yang otomatis membuat atlet kehilangan kesempatan untuk melanjutkan persaingan.
"Kita berkali-kali mengingatkan, tenang saja, karena kalau mereka sampai gugup, bisa-bisa jadi false start. Malah gagal," katanya.
Selain mengandalkan atlet senior, Indonesia mulai memiliki sejumlah atlet muda yang mampu bersaing di level internasional.
"Selain atlet-atlet senior, atlet-atlet juniornya, atlet-atlet barunya, juga menunjukkan kemampuan yang tidak kalah," kata Yenny.
Veddriq Leonardo, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade, menjadi salah satu nama yang diharapkan kembali menyumbang prestasi bagi Indonesia.
Namun, FPTI tidak ingin membebankan target hanya kepada satu atlet.
Seluruh finalis tetap memiliki kesempatan untuk mencetak hasil terbaik.
"Kita berharap bahwa nanti malam, untuk final speed putri, kita bisa mendapatkan medali," ujar Yenny.
Kini, empat wakil Indonesia tinggal menuntaskan satu tahapan terakhir. Setelah tampil solid di kualifikasi dan mencatatkan satu rekor Asian Games, mereka akan kembali beradu kecepatan untuk memperebutkan medali nomor speed.
Bagi Indonesia, peluangnya bukan hanya menghadirkan satu medali, tetapi juga membuka kemungkinan empat finalis Merah Putih sama-sama berdiri di podium.